Setiap orang mempunyai hobi. Dan biasanya kalau lagi hobi dengan sesuatu, maka hobi itu aku jalani terus dan serius sampai hobi itu terasa garing dan membosankan. Berpindah lagi ke hobi baru. Ini kecuali hobi beli dan baca buku, lo ya.
Waktu kecil, saya hobi mengumpulkan iklan kacamata. Kenapa? Karena sejak sekolah saya berkacamata. Waktu SMP, saya duduk sebangku dengan cowok yang sampai sekarang masih jadi sahabat saya, seprofesi dan sekantor, namanya Iwan. Kami duduk di bangku depan. Dan sama-sama tidak bisa melihat tulisan di papan tulis. Sebagai orang-orang yang merasa dirinya masing-masing adalah orang yang keren, tentu kami sama-sama tidak mau mengakui bahwa kami tidak melihat tulisan di papan tulis itu. Padahal jaman dulu kan segala sesuatu ditulis di papan tulis tuh. Mulai bahan belajar (seorang murid disuruh menuliskan di depan, masih begitu gak ya? hihihi…), sampai soal ulangan. Saat itu adalah jaman dimana memalukan kalau masih kecil sudah memakai kacamata. Sampai suatu hari dia bilang: “Min, apa sih tulisannya itu?” Aku menatapnya tercengang: “Hah? Kamu juga gak bisa lihat?” Hohoho… dia duluan berkacamata daripada saya. Sesudah saya berkacamata setahun, hobi ini menghilang sendiri.
Habis itu saya mengumpulkan foto lukisan. Dulu berlangganan majalah Tempo, dan ada halaman khusus seni rupa atau apa gitu judulnya, lupa. Selalu ada foto lukisan. Saya memang pernah berkhayal jadi pelukis. Jadi majalah Tempo diguntingin hohoho… kebayang kan marahnya my mom? Lukisan ini adalah lukisan favorit saya karya Salvador Dali. Dulu diterjemahkan oleh salah satu penulis di Intisari sebagai Jam Lunak (dari Soft Watches, nama populer dari The Persistence of Memory). Hobi ini berjalan sebentar saja, karena hasil guntingan gak dikliping, dimasukin gitu aja ke map, yang kemudian hilang.
Terus jaman itu juga jaman orang-orang masih mendengarkan Radio luar negeri siaran Indonesia. Di rumah, my mom mendengarkan Radio Australia. Sebagai pendengar setia, tentu juga mengirim atensi pake kartu pos yang dikirim via Kedutaan Australia. Sekalian saya juga minta kalender dan brosur radio. Sejak kedatangan paket berisi permintaan saya itu, saya jadi hobi mengirim surat ke semua kedutaan, minta brosur atau apa saja yang berkaitan dengan pariwisata yang bersangkutan. Paket-paket tebal berisi berbagai brosur dan peta indah berdatangan. Setiap alamat yang ditulis di brosur, termasuk yang di luar negeri saya kirimi juga, minta brosur lagi. Duh, tukang pos sampai hapal dengan nama dan alamat saya. Jaman itu, tukang pos masih bersepeda hohoho…. Omong-omong, tukang pos itu sekarang sudah tua sekali dan kata mom sudah naik haji, beruntung sekali. Hobi ini bikin my granny sebal, karena banyak kertas dan buku bertumpuk di mana-mana, lalu dibuang sama my granny. Ihiks. Beliau kadang memang sadis.
Trus saya hobi mengumpulkan kertas surat dan amplop. Duuuh, ABG banget yak heheheh… waktu itu ada 3 pusat perbelanjaan (dulu mana ada mall) di Banjarmasin sebelum pembakaran tahun 1998. Dengan geng semasa SMA (namanya RADDYES, berdasarkan huruf depan nama kami semua), kalo gak ngumpul di teras rumah saya minum es limun dan makan pisang atau singkong goreng, ya ngelencer hampir setiap hari ke 3 tempat itu, jalan kaki, ckckckck…. Yang dibeli selalu kertas surat. Yang laku banget yang bergambar New Kids on the Block dan Tommy Page. Apalagi kalo harum, duh seneng banget. Sekarang saya malah bahkan gak tahan nyium bau harum tisu. Lama-lama koleksi habis karena dipakai buat nulis surat hahaha…
Lalu saya hobi mengumpulkan resep, sampe 3 map Ordner itu penuh sesak, sampe robek-robek. Ini juga bikin kesel mom, karena majalah Femina diguntingin
Hobi ini hilang sendiri, dan kliping itu pun masuk kotak, masih ada sih, nunggu digunakan kapan-kapan hehehe…
Lalu banyak lagi hobi silih berganti. Waktu masih rajin jaga UGD di RS Sari Mulia, saya sempat hobi main bulutangkis sama teman-teman perawat dan dokter, karena RS itu bersebelahan dengan Gelanggang Remaja. Sampe bosen. Lalu hobi lari pagi. Terus bosen juga, karena Pasar Pagi yang jualan sayur segar dan kue-kue sudah gak ada lagi. Trus jadi hobi fitness. Setiap hari saking hobinya. Pake instruktur pribadi segala. Hmm… kemana ya dia sekarang? Terus karena mulai banyak ke Kalteng, kegiatan ini juga berhenti dengan sendirinya.
Apa hobi saya sekarang? Menyusun puzzle. Sebenarnya waktu kecil (TK), puzzle adalah hal yang menakutkan. Waktu TK, kan puzzle-nya dari kayu, besar-besar lagi potongannya, gampang banget. Hmm.. sekarang sih gampang, tapi dulu menurut saya menakutkan. Takut kalau-kalau potongan itu tidak bisa masuk pas seperti asalnya. Jadi, setiap guru mengeluarkan tumpukan puzzle, saya pasti menangis. Gak tahu kapan titik baliknya kok saya jadi suka puzzle kemudian. Soalnya waktu SD, saya ingat menyusun puzzle dari balok-balok persegi panjang yang mempunyai gambar di 6 sisinya, dimana masing-masing sisi, kalau sudah disusun akan menjadi ilustrasi untuk salah satu cerita dari Aesop’s Fables. Semakin besar, semakin ingin yang lebih sulit, dong. Sayang di Banjarmasin adanya puzzle untuk anak saja. Bahkan di Jakarta, di Gramedia Matraman, paling ada 1 saja yang potongan puzzlenya lebih dari 750. Modelnya juga cuma yang 2D. Dengan harga yang mencekik leher. Padahal kan seharusnya puzzle ini murah ya, karena menimbulkan efek samping sakit kepala (teringat iklan Aspirin di blognya Pakde).
Waktu saya nyari-nyari di forum KaGe, katanya sih ada toko di entah-di-mana di Jakarta yang jual puzzle ini, tapi belakangan katanya tutup. Pilihan satu-satunya tinggal Amazon -sigh- Sialnya, saya anti kartu kredit. Saya hanya cocok dengan kartu debet, karena dengan kartu debet terasa banget derasnya keluar uang. Terpaksalah pakai perantara.
Omong-omong, bulan lalu saya pesan 2 macam puzzle, yang satu 2D, satunya lagi 3D. Yang 2D terdiri dari 1000 potong, gambarnya kapal yang sedang akan menepi, lengkap dengan pemandangan di bawah permukaan lautnya. Yang 3D adalah menara Eiffel, terdiri dari 300 keping. Tingginya sekitar 2 kaki (61 cm). Yang 3D diselesaikan (oleh my sis) hanya dalam semalam. Saya maunya nyusun sama-sama, tapi karena saya pergi ke luar kota selama 2 minggu, dia gak tahan, dan akhirnya menyusun sendiri. Pas saya datang, menara Eiffel sudah tegak berdiri di atas rak buku, huh.
Yang 2D kami selesaikan dalam 3 hari, mulai hari Minggu kemarin sampai hari Natal. Kan libur tuh. Sambil disela teman-teman yang datang berganti-ganti, ikut membantu menyusun ataupun merusak. Kami memang menyusunnya di lantai ruang tengah, diiringi omelan my granny yang menurut beliau “gawian kada bemukaranah” (kerjaan tak berguna) tapi saya tahu beliau sebenarnya semangat juga pengen tahu bisa selesai apa tidak, juga disertai komentar-komentar mendukung serta menghina dari tamu-tamu yang datang. Aneh, bertamu untuk Hari Raya Idul Adha kok malah pas Natal hehehe…
Nah, sesudah disusun, para penggemar sejati tentu akan mengoleskan lem khusus di atasnya, lalu membingkainya. Kami? Maaf-maaf saja, masak dinding mau dipenuhi puzzle. Nah, daripada dibiarkan nganggur, kami berniat menjualnya. Ada yang berminat? Silakan hubungi via komen atau email. Saya membelinya di Amazon.com, silakan cek spesifikasinya di sini dan di sini. Di sana gak tertulis harganya, karena sedang unavailable. Harga bisa dinegosiasikan, tetapi anda bisa mengecek harga asli yang puzzle 3D di Hasbro.com dan yang 2D di sini.
Pics (kecuali 2 yang terakhir) saya ambil dari Free Digital Photos, Artquotes, Rock on the Net, dan Luvland.



pertamax! *bangga*
Comment by yee — December 28, 2007 @ 10:32 pm
lah, padahal barusan aku mau membajak posisi pertama huhuhu…. -nangis di pojokan-
hai yee
teman-teman yang pake Opera 9.25, apakah halaman ini terlihat aneh? apakah ada tulisan yang menutupi foto? di Firefox kok baik-baik saja?
Comment by mina — December 28, 2007 @ 10:34 pm
ngeblog termasuk hobi pa enggak ya?
Comment by fahmi! — December 29, 2007 @ 5:33 am
-coba lihat kanan atas- mina. a dreamer. a bookworm. an internet addict.
ketiga hal itu adalah mina dan mina adalah ketiga hal itu. tak terpisahkan.
Comment by mina — December 29, 2007 @ 7:26 am
wah, saya lebih suka menata puzzle kehidupan
:-”
*cekikikan sambil kabur…*
Comment by M Fahmi Aulia — December 29, 2007 @ 10:28 am
ttg gambar yg overlapping itu..apa krn ‘vspace’ ama ‘hspace’ yg beda dibaca firefox & opera ya.. ??
Comment by dani iswara — December 29, 2007 @ 10:40 am
Beliiiiii……. pembelian pertama gratis yahhhhh..
Comment by ida — December 29, 2007 @ 12:10 pm
setuju gratisss….
Comment by anna — December 29, 2007 @ 12:11 pm
udah lama ga pegang mainan….
Comment by ekowanz — December 30, 2007 @ 12:55 am
hobi saya, ndak ada yg menarik..
Comment by zam — December 30, 2007 @ 3:39 pm
@dani: diapain ya, dan?
@ida & anna: satu potong seorang, mau?
@eko: bentar lagi juga pegang, ko
@zam: kecuali berpose untuk difoto, makan-makan, jalan-jalan, dan kopdar, ya, zam?
Comment by mina — December 30, 2007 @ 5:44 pm
@dani: berhasil, dan!
Comment by mina — December 30, 2007 @ 5:49 pm
emm…ada gak barang2 yang gak kepake yg hobi2 lama itu? *berharap dapet barang buangan yang keren*
Comment by tito — December 31, 2007 @ 12:48 pm
aku sempat juga koleksi comic strip lucu dari majalah Femina, to. sayang sudah gak ada lagi, kayaknya dibakar my granny
Comment by mina — December 31, 2007 @ 1:23 pm
hobi saya…. baca manga? ah.. udah sejak lama tuh…. ngerakit lego? ah.. gak tahan lama tuh… ngerakit gunpla! itu baru yang tahan lama!
Comment by andex — December 31, 2007 @ 4:53 pm
gunpla apa sih? guns?
Comment by mina — December 31, 2007 @ 5:02 pm
sepertinya kehidupan ini puzzle yang nyata, berarti saya pernah maen puzzle juga
Comment by annots — December 31, 2007 @ 7:41 pm
Jeung Mincehhh apa kabaaaaaaaar??
Daku juga suka puzzle .. Terakhir bikin yang 1000 keping kecil2 bikin sakit mata. Sampai salto, jumpalitan, dan bahkan berkolaborasi dengan banyak orang. Ditambah penderitaan hampir bunuh diri *eh bo’ong deng* .. akhirnya jadi jugaakk. Gambarnya cewek sama cowok lagi pelukan dengan latar belakang sunset. Puwaaaaaaaaaaassss …
Ehh .. MET TAHUN BARU ya JEUNG! Semoga tambah baik hatiii, ramah tamah dan suka menolong .. hehehe seperti Pramuka itu loohhh .. Salam Kumpak !!!
Comment by Jeng Indie — January 1, 2008 @ 10:34 am
jeng, jangan lupa tepuk pramukanya dong…. prok prok prok, prok prok prok, prok prok prok prok prok prok prok… -bingung ndiri ngitungnya-
Comment by mina — January 1, 2008 @ 10:51 am
Rite…
Makanya saya coba nyusun puzzle di depan ini sehingga membentuk sosok saya yang tampan…
Comment by rozenesia — January 2, 2008 @ 10:16 pm
sALAM kEnal
Comment by Muhammad Zulfikar — January 3, 2008 @ 2:43 am
@annots & gun: *bletakz*
@zul: lam kenal juga
Comment by mina — January 3, 2008 @ 8:05 am
ah puzzle, yang terakhir kali beli yang 1000 sampe sekarang gak selesai selesai juga. malah kepingannya banyak yang ilang tuh.
Comment by itikkecil — January 4, 2008 @ 12:25 pm
walah, kenapa dijual? disimpen aja buat kenang2an. halah
Comment by venus — January 4, 2008 @ 9:44 pm
@itik: hihihi, sayang ya hilang, kalo gak, aku mau menampung ;p
@simbok: halah, mbok, kok pemikiranmu seperti pemikiran si tito yah.
Comment by mina — January 4, 2008 @ 10:04 pm
met tahun baru.. wish u all the best
Comment by Anang — January 6, 2008 @ 10:28 am
dijual? dikirain mau disumbangin, kasiin aja ke saya, itung2 nambah pahala
Comment by warmorning — January 9, 2008 @ 2:03 pm
sepertinya hobimu bertambah satu…
menjual puzzle… hehehhee
Comment by bakhrian — January 13, 2008 @ 5:21 pm
makan bukan hobimu?
Comment by Astri — January 13, 2008 @ 11:11 pm
min…soir….kelupaan kirim buku..
arrgghhh..kejar tayang trs..hik..hik
Comment by escoret — January 17, 2008 @ 4:21 pm
Plamo or Gunpla? ada yang tau tokonya? Gundam plastic model tuh….
Comment by anonymous — January 18, 2008 @ 6:43 pm
mana puzzle nya?? kok ga dikirim2 sih.. kan dah bayar…
Comment by anna — January 19, 2008 @ 1:08 pm
saya sekarang kok hobi ngomen nyampah di tempat orang ya?
Comment by chiw — January 19, 2008 @ 6:15 pm
saya hobi ngurekin kabel PLN..
Comment by Sir Arthur Moerz — January 20, 2008 @ 10:21 pm
Saya pake opera. Baik-baik aja tuh.
Comment by Willy Ediyanto — January 24, 2008 @ 11:02 am
dok, updateeeee dok
Comment by yetty — January 24, 2008 @ 8:13 pm
aku blom pernah nyobain puzzle 3D.
Comment by imgar — March 23, 2008 @ 7:44 am
klo puzzle nya 3D tapi bikin kapal laut ato perahu ato pesawat ada ga?
Comment by deasy — August 8, 2008 @ 11:20 am