Daddy-long-legs. Mengingatkan kita pada sebuah novel oleh Jean Webster berjudul sama. Aku sendiri tidak pernah membaca novelnya, namun pernah membaca adaptasinya berupa komik atau cerpen, aku lupa. Cerita aslinya sederhana: Seorang anak perempuan yatim-piatu yang tinggal di panti asuhan beruntung memperoleh seseeorang tak dikenal yang mau membiayai sekolahnya sampai perguruan tinggi, sehingga dia menjadi penulis. Penolongnya ini tidak mau memberitahu identitas, namun anak itu diizinkan menulis surat padanya setiap bulan, dialamatkan kepada Mr John Smith, dan tidak akan pernah dibalas. Julukan Daddy-long-legs muncul karena anak itu pernah melihat sekilas penolongnya dari belakang, dan dia tahu penolongnya itu tinggi dan mempunyai tungkai yang panjang. Sesudah anak itu berhasil dalam karirnya, akhirnya dia menemukan penolongnya.
Nah, Daddy-long-legs (Kidari ajeossi) yang ini adalah sebuah film drama Korea yang dirilis tahun 2005, dan tidak begitu terkenal. Pemain utamanya adalah Yeon Jeong-hun dan Ha Ji-won (kita mengenalnya sebagai Lee Soojung dalam miniseri TV Memories of Bali). Ide dasarnya sama. Ha Ji-won, yang dalam film ini berperan sebagai Young-mi, adalah anak yatim-piatu. Seseorang yang tidak dikenal telah mengiriminya alat-alat sekolah dan membayarkan segala keperluannya sampai dia berhasil lulus kuliah. Usahanya untuk menemukan orang itu tidak pernah berhasil, dan akhirnya Young-mi menyadari bahwa cara berterima kasih yang paling baik adalah dengan berusaha keras agar berhasil mencapai yang terbaik.
Sesudah lulus, Young-mi bekerja di sebuah stasiun lokal, dan sesudah beberapa lama, pindah ke sebuah radio nasional dan menjadi penulis program utama di sana. Kemudahan terus menyertainya, dia diizinkan tinggal gratis di sebuah rumah yang bagus di dekat stasiun radio. Penghuni rumah tersebut sedang berobat, sehingga rumah itu kosong. Di dinding kamar kerjanya banyak terdapat memo tentang kehidupan si pemilik rumah. Di dinding juga terdapat pahatan kayu wajah pemilik rumah dari samping, seorang wanita cantik berkepang.
Suatu hari, ketika sedang menggunakan komputer di rumah itu, sebuah email masuk. Ternyata email itu ditulis beberapa waktu yang lalu oleh si pemilik rumah yang diset untuk terkirim kepada dirinya sendiri di masa datang. Iseng-iseng membacanya, ternyata itu adalah semacam autobiografi bersambung sang pemilik rumah, yang menderita penyakit yang menggerogoti memorinya, dan suatu hari juga akan mengambil nyawanya. Email-email tersebut bercerita tentang cinta tak terbalas si penulis kepada seseorang di masa sekolahnya, yang terus diikutinya sampai mereka berdua bekerja di stasiun radio yang sama. Sampai email terakhir, dan sampai si pemilik rumah itu harus berobat, dirinya bahkan tidak pernah dikenal oleh orang yang dicintainya. Walaupun demikian, si penulis tidak ingin suatu hari dirinya melupakan orang yang dicintainya, sehingga dia menulis banyak memo dan menulis banyak email untuk dirinya sendiri, untuk mengingatkannya apabila semua sudah dia lupakan. Semua detil cerita ini digambarkan dalam adegan-adegan yang mendetil pula, seperti film dalam film, dimainkan oleh Park Eun-hye (yang menjadi Lee Yeon-seng, sahabat Dae Jang-geum, dalam serial drama A Jewel in the Palace) sebagai perempuan pemilik rumah, dan Hyun-bin sebagai laki-laki yang dicintainya.
Young-mi merasa tersentuh dan menganggap cerita ini layak disiarkan di radio tempatnya bekerja, sekaligus berharap, orang yang dicintai si pemilik rumah mendengar cerita itu dan suatu hari akan mau menjumpai si pemilik rumah. Young-mi juga yakin bahwa orang yang dicintai si penulis itu bekerja di stasiun radio tempat Young-mi bekerja saat ini.
Sementara itu, Young-mi menyukai seorang pemuda penjaga perpustakaan, Kim Jun-ho (Yeon Jeong Hun), pemuda yang sangat sopan dan baik hati. Sesudah beberapa lama berpacaran, Young-mi menemukan sebuah jam pasir, mengingatkannya pada jam pasir yang dimiliki orang yang dicintai si pemilik rumah. Young-mi menduga, akhirnya dia menemukan laki-laki yang disebut dalam email. Merasa tidak enak hati, Young-mi memutuskan hubungan dengan Jun-ho tanpa penjelasan.
Belakangan Young-mi mengetahui bahwa keberhasilannya masuk stasiun radio nasional dan kemudahannya memperoleh tempat tinggal sebenarnya diatur oleh seseorang, yaitu sang produser, yang diduganya adalah sang Daddy-long-legs. Ternyata, Daddy-long-legs adalah saudara laki-laki sang produser yang sudah kehilangan memori masa lalunya dan sekarang bekerja di perpustakaan, Jun-ho. Cerita dalam email itu adalah cerita kehidupan Jun-ho, dan orang yang dicintai Jun-ho dan tidak pernah menyadari keberadaan diri Jun-ho adalah Young-mi sendiri. Keindahan film ini terletak di sini, adegan-adegan yang tadinya dimainkan oleh Park Eun-hye dan Hyun-bin diputar ulang persis sama, namun dengan aktor yang berbeda dan jenis kelamin berbeda. Yang tadinya dimainkan oleh Park Eun-hye, sekarang dimainkan oleh Jun-ho, dan yang tadinya dimainkan oleh Hyun-bin sekarang dimainkan oleh Young-mi. Membuat kita terhenyak atas kebodohan kita selama ini. Pemilik rumah yang didiami Young-mi adalah Jun-ho sendiri.
Tentu saja, sekarang Young-mi harus berkejaran dengan waktu, usia Jun-ho sudah tidak panjang. Apakah yang dilakukan Young-mi? Apakah Jun-ho mengenalinya sebagai anak perempuan yang dicintainya dulu? Sebuah drama yang sangat menyentuh dan sanggup membuatmu menitikkan air mata.
Mengapa kisah-kisah cinta Korea tidak cengeng, tetapi mampu membuat penontonnya jadi cengeng dan terkenang-kenang sampai lama? Latar belakang tokoh-tokohnya jarang diceritakan dengan jelas. Dasar ceritanya biasanya sederhana. Tokoh-tokohnya tidak terlalu cantik atau tampan, bagian awal dan tengah film terasa panjang dan membosankan, akting pemain-pemainnya terasa sangat standar dan datar. Namun kejutan pada sepertiga akhir benar-benar membuat film ini layak ditonton.




aku tadi salah ngisi comment di blognya yetty sarah. tak pikir itu blog kamu tadi. padahal, dalam setiap comment, aku udah tulis “mina, mina, mina” gitu. mungkin karena aku terlalu mengidolakan kamu kali ya. sampai nama kamu tuh kebawa ke mana-mana. untungnya, ketika aku manggil isteriku, aku nggak sebut nama kamu. bisa kayak sinetron nanti ceritanya.
buat postingmu kali ini: aku paling nggak doyan baca cerita/nonton sinetron romantis kayak-kayak gitu dari asia timur. ini nggak ada hubungannya sama suku bangsa loh. cuma menurut aku, pemainnya terkesan kaku-kaku. nggak cair. agak beda kalau ada jacky chan, bo bo ho. itu aku suka. mungkin soal selera aja ya. kalau intelek kayak kamu mungkin suka. kalau loper koran macam aku, lebih suka nonton dangdut yang artisnya pakai rok mini, kemben, apalagi nanti pakai acara melorot segala. cleguk gitu deh.
salam,
ustadz dari balangan.
kh. sahrudin.
Comment by sahrudin — August 18, 2008 @ 4:38 pm
dasar cowooooook! *bletakz sahrudin* :p
Comment by mina — August 18, 2008 @ 6:50 pm
Sahrudin itu siapa sih, Dok? edan juga ya. aku belum pernah nonton korea2 kayak gini kecuali full house yang emang bagus banget.pengen nonton yang direkomendasiin ini, ada ga ya di Ezy?
Comment by yetty — August 18, 2008 @ 8:00 pm
“Sahrudin itu siapa sih, Dok? edan juga ya.”
bu dokter yetty yang mlenis, perkenalken, ulun pemain sinetron dan mamanda dari paringin, balangan. biasanya, dalam setiap sinetron, ulun selalu kebagian peran tak senonoh: kadang jadi copet, jambret, maling, sampai pemerkosa yang romantis dan penuh kelembutan.
salam kenal ya.
Comment by sahrudin — August 18, 2008 @ 9:08 pm
Yet, ini film lama, mungkin aja ada di Ezy. kenapa mesti ke Ezy? kenapa gak pinjam padaku saja? hahahaha…
rekomendasi film Korea yang bagus:
yang cinta-cintaan: My Sassy Girl (tapi semua pasti sudah menonton ini), Windstruck, My Tutor Friend, Failan, Lover’s Concerto
action atau yang rada sadis: Smphaty for Mr Vengeance, Oldboy (ini film favoritku, tapi aku ragu beredar di Indonesia yang non bajakan tanpa sesnor, padahal adegan yang disensor itu adegan pentingnya), Sympathy for Lady Vengeance, Volcano High (ini rada lucu dikit dan ada pemain cowok di My Sassy Girl), Shiri.
Comment by mina — August 19, 2008 @ 7:10 am
dah lama ndak nonton pilem korea..
Comment by zam — August 19, 2008 @ 7:24 pm
padahal dirimu kan tinggal di kota sarang DVD, zam.
Comment by mina — August 19, 2008 @ 7:40 pm
Pernah sekali saya bertemu seorang yatim piatu, dia pandai, sopan, dan rajin, sayang miskin. Hanya lulus SMU, tapi saya yakin dia cerdas. Beberapa kali saya diam-diam coba membantu dia, rasanya senang sekali meski dia tidak tahu. Saya ingin membiayai dia sekolah sampai universitas, tapi bagaimana caranya yah biar ga ketahuan? Meskipun hanya tamat SMU tapi ternyata dia memang hebat, mengalahkan lulusan universitas di tempatnya bekerja, jabatan General Acc dan General Cashier bisa diraihnya dari nol di dua tempat berbeda masing-masing dalam waktu 3 tahun dan 7 bulan, sebuah pusat perbelanjaan dan sebuah hotel paling bagus di kota. Ada perasaan puas dalam memberikan sesuatu meski dia tidak tahu siapa kita, tentu saja kalau dia memanfaatkan bantuan kita dengan benar.
Btw, saya suka film-film korea horor atau laga yang banjir darah, tulang patah atau sejenisnya macam Tegukgi dan Shadowless Sword, juga tema detektif macam Arang. Mereka sering menonjolkan suara berat pemain laki-lakinhya.
Comment by martabak — August 19, 2008 @ 8:37 pm
minaaaaaaaaaaaaaaaa…
*sepertinya aku harus buka account di wp*
Comment by echy ns — August 20, 2008 @ 5:11 pm
Sepertinya menyedihkan banget yah…. perlu sedia tissue ga kalo mo nonton ini?? seperti winstruck??
Comment by anna — August 21, 2008 @ 3:30 pm
@martabak: iyaaa aku juga suka film berdarah hihihi… dah nonton Oldboy?
@echy: echyyyyyyyyyyyyy! kangeeeeeeen! dirimu dibicarakan terus loh bu di Plurk. dikangenin banyak orang tuh sang tukang ojek gaul dan tukang dempul keren
@anna: bawa, an, bawa, sedih bangeeeet. mau pinjem?
Comment by mina — August 21, 2008 @ 3:39 pm
akhirnya ada lagi yg bisa dibaca di blog yang empunya penuh kesibukan ini, drama korea ituh menurut saya : jujur : cengeng !!! walo kadang kareakter2nya selalu berusaha terlihat tegar, tapi tetap aja ada yg tersirat rapuh.. tapi ini cuma persepsi dari seorang pengagung thriller action and gore movies kok bu, jadi tenang aja..
Comment by warmorning — August 22, 2008 @ 8:32 am
SETUJUUUU
aku juga one of pencinta dorama..
tetapi sampai sekarang blkum nonton 1 litter of teras nih hix2
Mave……… where r u now… miss u.. hehe
Comment by rahmat sandi — August 23, 2008 @ 11:15 am
mana posting baru manaaa? kok ndak adaaa ndak adaaa…
Comment by sahrudin — August 24, 2008 @ 6:51 am
kalo jeung mina, posting cerita barunya agak lama,,
Comment by yee — August 24, 2008 @ 9:57 pm
@war: aku juga suka gory movies hihihi
@sandi: sandiiiiii! suaramu itu loo keren!
@sahrudin & @yetty: sabar ya ibu-ibu bapak-bapak, saya sedang di aceh hihihi…
Comment by mina — August 24, 2008 @ 10:31 pm
*ngelirik koleksi SAW* ehehehe
Comment by warmorning — August 27, 2008 @ 9:57 am
jujur,males liat pilm..apalgi pilm korea..kekekke
kecuali NIYATBY
Comment by escoret — August 27, 2008 @ 4:24 pm
bagus kisahnya dok…seru jua.. (Aulia)
Comment by kisahdoktermuda — August 27, 2008 @ 7:53 pm
@war: aku juga ngoleksi SAW…. bajakannya hihihi….
@pepeng: miyabi, maksudmu?
@aulia: nontooon…
Comment by mina — August 28, 2008 @ 1:29 am
hi there
aku udah nonton film ini cukup lama,
satu yg paling berkesan buat aku adalah OST-nya, khususnya yang pakai bahasa inggris…. duh bisa bantu nggak itu yang nyanyi siapa yah? trus judulnya apa yah?
(music background – pas si cewek jalan2 naek picanto)
Pas jalan2 di tempat perbelanjaan di singapore beberapa waktu lalu, tanpa sadar aku denger lagu ini lagi. Tapi gak sempet nanya detailnya.
kalo ada info , please bantuannya yah
thank you in advance
Comment by philippe — August 30, 2008 @ 12:39 pm
Pinjem kaaa…. bawain..
Comment by anna — September 4, 2008 @ 10:20 am
PINJEEEEEEEEEEEEEM *memelas*
Comment by ahsani taqwiem — September 5, 2008 @ 11:44 am
Gabung di Banjarbaru Blogger Kommunity yu… Rame – rame kita banguna Banjarbaru sebagai salah satu kota tempat berkumpulnya para blogger
Daftarkan aja blog kamu disini :
http://banjarbarucommunity.blogspot.com/
Comment by Banjarbaru Blogger Community — September 8, 2008 @ 1:43 pm
saya tetep cinta my sassy girl…
Comment by itikkecil — September 12, 2008 @ 12:14 am
waduh…ga pernah liat pilm yg beginian.
msh suka yg ada tembak²annya…wehehehehe.
*lam kenal*
Comment by unintended — September 17, 2008 @ 7:22 am
Ka…aku kan penggemar film korea…”Daddy-long-legs” kyknya bagus bgt tuch, aku blm nonton nich…ntar pinjem yah….
Comment by ida — September 20, 2008 @ 9:39 am
bener memang kak, cerita korea selalu membuat yang nonton atau membaca novel/cerpennya jadi terharu. padahal dibawakan dengan sederhana. mungkin karena mendekati kenyataan….itulah kenapa memet suka banget ceita korea, ga berlebihan sih…natural
Comment by memet — September 20, 2008 @ 8:42 pm
KA MINAAAAAAAAAAA…………..
apa maksud komenmu di blog saya. Saya timpukin mukamu ma Tinja baru tau rasa hehehehe…
Apa kabar ka mina yang punya senyum menawan…
Sekarang di abnjar atau di jakarta atau dunia lain? hihihi…
Miss u Chibi maruko chan. bukan miss u mina lo… ehhehe
Comment by sandi — September 28, 2008 @ 9:26 am
Kada suka film mandarin, tulisannya kada bisa dibaca, LASKAR PELANGI aja
Comment by soulharmony — September 28, 2008 @ 8:42 pm
hmm… so sad, as usual. apa kebanyakan filem/drama korea buat ngabisin air mata ya? …
Comment by khofia — October 3, 2008 @ 5:35 pm
psstt.. saya juga suka film korea.
(lirik kanan kiri… was was)
tapi, dengan catatan, ada si Song Hye Gyo nya.
Comment by supadupalazy — October 13, 2008 @ 7:40 pm
hi…lam kenal yawh!
kykna felm na bgs tuh.bdw dah pd nonton felm tale of two sister lom?recomended loh?tx
Comment by toreyhyesungie — January 29, 2009 @ 9:05 am