Habis nonton, tentunya perut lapar, apalagi kalau nontonnya serba dadakan, dan tidak ada yang bawa makanan ringan atau minuman ke dalam bioskop. Apalagi kalau filmnya dimulai jam 12 dan berakhir jam 2 lewat. Sesudah celingak-celinguk di tempat makan di sekitaran bioskop, dan melihat sebagian besar tempat penuh karena itu hari libur, akhirnya kita memutuskan untuk coba-coba ke Golden Rice Restaurant.
Di DM memang sulit menemukan makanan enak.
Yang lumayan enak adalah Mie Goreng Spesial di foodcourt, kalo gak salah namanya Mie Goreng Senayan (kalo salah ya, maaf). Dulu porsinya super besar, sekarang mengecil, mengecil, dan terus mengecil (bentar lagi piringnya ikutan mengecil deh), sementara harganya tetap.
Kemudian Tongseng, di foodcourt juga, cuma lupa yang jual namanya apa, yang jelas cuma ada 1 tempat yang jualan tongseng di situ. Susah mencari tongseng enak di Banjarmasin. Tongseng terenak yang pernah kurasakan adalah di Jogja, langganannya Bu Erna, kalo gak salah di daerah Kotabaru, Jogja.
Terus beberapa pilihan makanan (saya sudah lupa apa saja, maklum lama banget gak ke sana) di Bakso Lapangan Tembak juga enak, sayangnya tempatnya super kecil dan harganya, tentunya, overprized.
Lalu Fish Fillet di KFC, tapi mahal juga, herman deh. Tapi ukurannya keciiil. Cuma menangsel perut sebentar, yah, sekitaran 15 menitan :p
Kemudian Waffle Ice Cream di A&W, wah waffle-nya hangat dan lembut sekali, es krimnya enak, terutama kalo pake yang rasa vanilla. dan Fish Fillet di sini juga enak, ukurannya lumayan besar dan lelah menghabiskannya (setidak-tidaknya bagiku). Sayang harganya melangit!
Loaf of bread isi keju yang masih panas (kalo bisa kejunya agak-agak cair, jadi dihangatkan aja lagi) di Bread Life. Satu-satunya roti yang enak di counter jualan roti ini.
Cuma itu.
Pengalaman terburuk makan di DM ya di sebuah resto dekat Golden Rice itu. Sudah pelayanannya supeeer lama (sampe kita ubanan dan sudah lupa apa yang kita pesan), langsung bayar dulu begitu pesan (langsung di meja kita duduk), makanannya datang sudah dingin, dan pernah dikasi garpu mainan (plastik) buat makan karena katanya garpunya habis. Plis deeeh, memangnya aku lagi main boneka-bonekaan? Perlu ditraining lagi SDM-nya tuh.
Oke, balik ke topik. Golden Rice. Nida bilang harga-harga makanan di sana kayak di resto yang lambreta itu, tapi rasanya lebih enak, dan yang penting: pelayanan lebih cepat. Tempatnya juga lebih cozy, banyak sekali sofanya, agak terlindung dari mata orang lalu-lalang kalo kita pilih yang agak ke dalam, dan gak banyak orang duduk-duduk di sana, entah kenapa. Mungkin keder dengan tampilan tempat makannya. Pelayan-pelayannya ramah, buku menunya banyak (jadi gak rebutan atau tunggu-tungguan), makanan cepat datang (minimal minuman dan sup pembukanya datang duluan), bisa berlama-lama di sana sampai bosan dan gak ditegur, serta ada free wifi. Kekurangannya cuma 2: harga overprized dan tidak ada colokan listrik buat charging laptop (besok-besok kami berencana mau bawa kabel gulung yang puanjang hihihihi).
Sekarang kita ke menu. Aku, seperti biasa, pesan es teh. Sebenarnya mau pesan Freshtea Jasmine, tapi kayaknya gak ada, dan toh aku selalu bawa ni minuman di tas. Gelasnya berukuran besar dan berbentuk lucu, segiempat, kalo dilihat dari depan, satu sisi agak lordosis, satu sisi agak kyphosis, hihihihi. Pengen nyuri buat dibawa pulang. Rasa tehnya standar lah, yang penting gulanya gula beneran. Dan berapa harganya? Enam ribu, saudara-saudara, cukup untuk makan seporsi makan lengkap dan kenyang plus minum es teh di Jogja, masih bersisa 1000 rupiah.
Ini pesenan temen, namanya Long Jag. Kelihatan mengerikan, ada pipilan baby corn gitu. Itu minuman apa kuah, pak? Cairannya itu air buah leci. Katanya sih, ini terakhir kali dia pesan minuman aneh itu. Dan harganya? Enam belas ribu rupiah.
Makanan pembuka kita adalah yang hangat-hangat (saat itu hujan lebat), yaitu Corn Soup with Crab Meat. Enaaaak banget, kental, daging kepitingnya banyak. Lumayan menghangatkan perut dan membangkitkan selera. Walau kalo dibagi-bagi orang berlima terasa sedikit sih. Harganya delapan belas ribu.
Ini adalah Mie Tarik Seafood Szechuan. Gak sempat nanya apanya yang “tarik” pada mie ini. Tahunya kan teh tarik, ditarik-tarik. Mungkin bikin mie ini pake ditarik-tarik. Tidak begitu senang aku membayangkannya. Harganya delapan belas ribu ribu, dan enaaaak deh. Porsinya besar, si Rina sampai tidak habis. Rasanya agak-agak pedas, dan bumbunya tajam.
Kalau yang ini Mie Tarik Black Pepper Beef. Bedanya dengan yang seafood, ya tentu saja kalo yang ini pake beef. Enak juga, dan porsinya juga besar, sampe bersisa. Sepertinya mie tarik ini seharusnya dimakan bersama kuahnya (mungkin diperlakukan seperti mie ayam), karena kami disodori kuahnya semangkuk kecil. Menurutku tanpa ditambah apa-apa pun sudah enak. Tapi aku kan hobinya nambah pepper. Apa-apa dikasih pepper. Jadi menurutku ni Black Pepper Beef perlu tambahan ceceran merica yang banyak di atasnya. Harganya sama dengan Mie Tarik Seafood.
Lupa ini apa Fried Bihun Seafood atau Plain Fried Bihun. Gak nyobain juga, dan Anna gak habis. Tu porsinya gede banget looh. Kalo yang Plain, rasanya pedas. Yang Plain harganya sepuluh ribu sedangkan yang Seafood harganya delapan belas ribu rupiah. Atau bisa juga itu Hongkong Fried Noodle (mulai kehilangan pegangan).
Yang ini nasi putih biasa dengan Black Pepper Beef. Kuahnya lupa apa itu namanya, yang pesan aja lupa, hihihihi. Menurutnya kuahnya rasanya agak aneh, namun Beef-nya lumayan. Black Pepper Beef ini tiga puluh dua ribu ckckckckck….
Nah yang ini gak tahu namanya, yang jelas itu brokoli, dan dilumuri hancuran daging kepiting. Enaaaaak! Yang ini lumayan juga rasanya.
Hmm… kapan-kapan, kalo ada yang mau nraktir di DM, seret ke sini aja ah.
Foto paling atas diambil dari situs Duta Mall.



Wakakak…pesen teh jasmine. Biar sama namamu mbak?
Comment by tito — February 2, 2009 @ 12:09 am
Kejam banget harganya… Ga cocok buat PNS neh.. Kecuali ditraktir… *ting ting ting*
Comment by ManusiaSuper — February 2, 2009 @ 8:06 am
makanannnya diborong semua?
Comment by syafwan — February 2, 2009 @ 9:22 am
wowww…. reportase kuliner…. heeeemmm…sedaaaaaappppp…
Comment by yulianbjm — February 2, 2009 @ 9:58 am
info tambahan:
Long jack itu (kemarin diplesetkan menjadi Jet lag)… buahnya lechie… terus airnya dai air lechie kalengan itu juga… ditambah dengan jagung muda…. agak aneh…. makanya akan menjadi yang pertama dan terakhir pesan itu… namanya juga mencoba-coba…
untuk black pepper beef…. enak sih…. cuma kuahnya yang agak masam… memang rasanya yang begitu… atau udah basi…. terserah penilaian… hahaha
nah.. sup brokoli itu super enak…. kuahnya dicampur dengan crap kalo ngga salah… pokoknya nikmat dimakan saat dingin dingin…
harga: emang mahal sih… hahahahah
Comment by bakhrian — February 2, 2009 @ 11:25 am
@tito: titoooooo! *histeris mode on*
@mansup: yah, dirimu kan bukan PNS, jadi pastinya sanggup kan?
@syafwan: enggak lah hihihi, mana punya duit saya :p
@yulian: yuuuk traktir aku yuuuk
@B: yap, akan dibeneri. eh itu brokoli bukan pake crap, tapi crab, hihihi… kapaaaan ke sono lagiii?
Comment by mina — February 2, 2009 @ 11:42 am
*muka mupeng minta traktir* liat ini postingan jadi lapar…
Comment by mahasiswaluarbiasa — February 2, 2009 @ 12:57 pm
wah.. muantap.. koleksi kulinernya ok banar nah..
jadi beliuran… hehheehe…
Comment by iRieL — February 2, 2009 @ 10:39 pm
habis duit berapa kemaren dok?!?..hohoho..
nice post!!…
es teh di DM berapa dok?
di grogot es teh 3 ribu perak!!
Comment by kisahdoktermuda — February 3, 2009 @ 11:23 am
ampun, ini daerah terlarang buat orang yng sedang pacaran, apalagi buat saya(seorang mahasiswa)
Comment by Wawan — February 3, 2009 @ 8:51 pm
bu..ayuuu ksana lagi….*buka dompet*
Comment by astieblue — February 6, 2009 @ 12:52 am
Assalamu alaikum dok… Met betemu lagi nah. wah jangan ka alfie balamak kah sekarang ini habis makan banyak kali eh jangan-jangan ini lagi-lagi sedang mikir makanan lagi, maaf hanya bertjanda… Riduan
Comment by drmurid — February 7, 2009 @ 11:13 am
duh jadi laperrrrrrrrrrrr niehhh
Comment by benkyongeblog — February 7, 2009 @ 5:24 pm
ga ngajak2
Comment by soulharmony — February 8, 2009 @ 12:12 pm
laTTap TBM ke riam kanan jar..kada ikutkah pian??
Comment by kisahdoktermuda — February 10, 2009 @ 11:56 am
Duta mall ambassador rupanya ka rina nih hahaaha.. jadi penasaran pengen ke FCnya nyobain Mi goreng spesial, semoga terjangkau.. kalau aku sukanya ke solaria aja, termasuk terjangkau dan suasananya sungguh homy…
Comment by rahmat sandi — February 11, 2009 @ 6:55 am
@mahasislubia: man, sudaaaah kalian belajar aja, tidak perlu memikirkan kuliner

@iriel: *ngasih tadah liur*
@aulia: itu ada yang bayarin *lirak-lirik* hihihi. kalo di jogja teh es paling 500-1000 kali
@wawan: memang, saya setujuh sekali.
@rina: nah ini dia sang boss :p
@riduan: sedihnya belum gemuk-gemuk juga *heran juga*
@benkyo: samaaaaaaa!
@soulharmony: yiiiiuuukkkk…. mariii….
@aulia (lagi): kadaaaaa huhuhuhu…. dirimu juga tidak kan :p
@sandi: sandiiiii! dirimu salah! huh! ini mina, tauuuk, bukan rina. ckckckckck…. solaria itu super lemot yaaa pelayanannya, males banget ke sana lagi. padahal harganya sama aja dengan Golden Rice, tapi rasanya lebih enak di GR ini.
Comment by mina — February 11, 2009 @ 9:19 am
Oh oh oh kalo baca tulisan tentang makanan ini mataku cari-cari kalo ada ” Sate Kelinci ” atau ” Kelinci Bakar ” ih tak ada. Soalnya aku lama sih tak makan Sate Kelinci atau yang bakarnya. Tuh buhannya Pakacil,Mansup, Harie, Qarbon dll.juga doyan bahkan sate trenggiling pun disikat buhannya kik kik kik
Comment by Arsyad Indradi — February 13, 2009 @ 11:57 pm
Dekat mana sih GM itu? kalau soal makan, aku nggak mentingkan harga….yang penting enak dan gizinya tinggi. Terus Gm itu makanannya bergizi nggak ya?
Comment by Anton — February 14, 2009 @ 8:12 am
diet diet dok..
Comment by emkaha — February 14, 2009 @ 9:22 pm
gak ngajak-ngajak saya hu uh .
memang bukan harga yg pas buat PNS ..
Comment by warm — February 20, 2009 @ 11:12 am
LAFEEERRRR…..
lam kenal
Comment by ballz — February 20, 2009 @ 7:28 pm
wah beda selera nih, kalau yang gituan kayaknya ndak ada nafsu …
mending makan di soto ayam bapukah …hmmmm
Comment by ilham — February 28, 2009 @ 4:21 pm
@arsyad: hiiiii adakah sate trenggiling?
cuma coba-coba aja.

@anton: gak tahu juga bergizi apa tidak
@MKH: masak aku disuruh diet?
@war: aku aja diajak kok.
@ballz: salam kenal juga
@ilham: ini bukan masalah beda selera. bukan masalah lebih suka makan di resto atau di warung. bukan masalah harga. bukan masalah gengsi. ini tentang mencoba semua tempat makan di banjar, dan menulisnya di blog. nantikan wisata kuliner ke warung yuli di daerah cempaka banjarbaru.
Comment by mina — March 1, 2009 @ 7:16 am
golden rice enak. nasi gorengnya aja enak.
Kalo resto yang disebelahnya, mahal banget, rasa standar aja.
yang enak, favourit saya di banjarmasin adalah ayam goreng menteganya citra rasa, tapi bukan di duta mall, hihihihi
Comment by yetty — March 2, 2009 @ 3:09 pm
jadi pengen makan brokoli kepiting itu. kayanya seger..
Comment by imgar — March 9, 2009 @ 9:33 am
bwt cook mie hot plate duta mall tenang2 ja ma celoteh yg gituan.
Comment by mara adinda — October 21, 2009 @ 8:32 pm
saya belum pernah coba ini, sepertinya akan menyenangkan kalau mencicipi dahulu.
terimakasih referensi makanannya.
cocok bagi yang doyan makan artikelnya.
Comment by rera — November 2, 2009 @ 9:57 am