<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>everyday's tidbits</title>
	<atom:link href="http://mave.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mave.wordpress.com</link>
	<description>about mina's life</description>
	<lastBuildDate>Thu, 15 Oct 2009 17:07:46 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='mave.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/7e9df9e90fc667ea50a092a2aa9207fb?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>everyday's tidbits</title>
		<link>http://mave.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Blog Action Day 2009: Air Conditioning</title>
		<link>http://mave.wordpress.com/2009/10/15/blog-action-day-2009-air-conditioning/</link>
		<comments>http://mave.wordpress.com/2009/10/15/blog-action-day-2009-air-conditioning/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Oct 2009 15:55:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mina</dc:creator>
				<category><![CDATA[environment]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mave.wordpress.com/?p=270</guid>
		<description><![CDATA[Hari-hari yang super panas. BMG bilang suhu maksimum hari ini dan besok sekitar 33 derajat, namun hari-hari lalu suhu maksimumnya mendekati suhu badan manusia.
Diri saya ini manusia yang lahir di negara tropis, di pulau yang kelewatan garis katulistiwa. Walau kota Banjarmasin berada lumayan jauh di selatan garis, saya sudah biasa dengan suhu panas menggelantangnya yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mave.wordpress.com&blog=48986&post=270&subd=mave&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://www.blogactionday.org"><img src="http://www.blogactionday.org/imgs/badges/bad-300-250.jpg" border="0" alt="" hspace="9" vspace="9" align="left" /></a>Hari-hari yang super panas. <a href="http://www.bmg.go.id/cuaca-indo1.bmkg?Jenis=URL&amp;IDS=3356283939755564582" target="_blank">BMG</a> bilang suhu maksimum hari ini dan besok sekitar 33 derajat, namun hari-hari lalu suhu maksimumnya mendekati suhu badan manusia.</p>
<p>Diri saya ini manusia yang lahir di negara tropis, di pulau yang kelewatan garis katulistiwa. Walau kota Banjarmasin berada lumayan jauh di selatan garis, saya sudah biasa dengan suhu panas menggelantangnya yang mungkin bisa membuat turis-turis dari Inggris  bergeletakan mati dalam kondisi kering di pinggir-pinggir jalan. Tapi tetep saja ya, rasanya panasnya hari semakin meningkat saja. Jadi manja dan inginnya ruang kantor ber-AC. Apa? Kantor kalian semua sudah ber-AC? Ya, ruangan saya memang ber-AC, tetapi, dasar banyak maunya, saya lebih senang menggusur analis saya dari mejanya yang berada di ruangan yang hanya disegarkan oleh banyak jendela dan sebuah kipas angin. Walau mungkin, itu hanya karena saya lebih senang ngobrol di ruang analis daripada bekerja serius di ruangan sendiri. Tetapi kalau panas, tetap saja mengeluh, maka, mumpung kantor lagi berfoya-foya merenovasi kantor, akhirnya ruangan analis juga dipasangi AC.</p>
<p>Nah, beberapa hari lalu, kantor kami yang gedungnya sangat banyak itu didatangi orang kantor pusat, diintipi ruangan-ruangannya. Pasalnya, sejak bulan-bulan terakhir ini, pada siang hari yang harusnya  merupakan waktu bagi orang-orang kantoran seperti saya sibuk-sibuknya menggunakan komputer untuk bekerja (sebelum ada yang menyela, oke, kadang untuk internetan juga), listrik di sebagian besar gedung kantor saya mati, umumnya dari jam 11 sampai waktu yang tak terbatas. Ya, kantor saya gak punya generator listrik, kecuali untuk gedung utama. Saya adalah staf yang berada di gedung non-utama, 3 gedung intervalnya dengan gedung utama. Sebagai makhluk yang tidak sanggup hidup tanpa listrik, komputer, dan telpon yang kehabisan batre, saya memilih pulang, di rumah saya lebih keren: mati lampu hanya kalo saya lagi di luar rumah atau kalau saya sedang tidur (bertolak belakang dengan mati air: selalu terjadi kalau saya ada di rumah). Nah, orang-orang kantor pusat itu datang untuk menjenguk, kenapakah kok ada laporan mati lampu melulu, padahal kapasitas listrik baru saja ditingkatkan beberapa bulan sebelumnya?</p>
<p>Sesudah inspeksi tersebut, mereka memutuskan bahwa: terlalu banyak AC di kantor saya. Tentunya. Kita punya 12 ruang diskusi kecil yang masing-masing muat untuk 15 mahasiswa,plus 12 ruang skillab kecil, semua ber-AC. 5 ruang kuliah besar dengan 4 AC di masing-masing ruangan. 4 ruang kuliah kecil dengan minimal 1-2 AC per ruangan. 1 ruang kuliah teater dengan 2 AC biasa plus 1 standing AC yang besar. Ada 4 gedung dengan 3 lantai, plus 1 gedung dengan 2 lantai dan 1 gedung lagi dengan 1 lantai, tiap lantai mempunyai 2-3 ruang dosen/kepala bagian, masing-masing ber-AC. Perpustakaan dengan AC segabruk. Lab komputer dengan 3 AC. Laboratorium Biologi Molekuler yang penuh AC. Semua ruang administrasi di Gedung Utama ber-AC (ada 2 lantai dengan banyak sekali ruangan). Apalagi dengan renovasi semua gedung saat ini, ruangan-ruangan di semua gedung disekat-sekat lagi, dan dikasi AC lagi masing-masing. Apalagi kalau Aula Utama dinyalain, ada 2 standing AC yang gede, dan banyak sekali AC biasa.</p>
<p>Itu baru AC. Belum listrik yang digunakan untuk komputer/laptop dan segala pirantinya, LCD projector, sound system, lampu, kipas angin (ya, semua ruangan kuliah dan aula itu ada banyak kipas anginnya juga di langit-langit), kulkas, TV, jaringan internet, alat-akat laboratorium yang lapar listrik. Tapi, tentunya, alat-alat ini sangat diperlukan untuk kelancaran belajar-mengajar. Nah, kalau AC, bagaimana?</p>
<p>Waktu saya kuliah dulu (hahahaha, mahasiswa pasti langsung males bila kalimatnya dimulai dengan kata-kata ini), mana ada sih AC di ruang kuliah? Oke, deh. Jaman saya kuliah itu memang jaman yang cukup jadul sehingga teknologi henpon pun masih khayalan saja bisa dimiliki oleh saya, apalagi sampai bisa dimiliki tukang becak. Padahal ruang kuliah yang sekarang adalah ruang kuliah yang saya pakai dulu juga. Makanya ruangannya penuh jendela di sepanjang sisinya. Kok tenang-tenang aja ya mahasiswa waktu itu.</p>
<p>Mahasiswa sekarang pasti berkomentar: sekarang kan lebih panas daripada dulu (sok tau). Dan memang ternyata <a href="http://www.nasa.gov/vision/earth/environment/world_warmth.html" target="_blank">menurut NASA</a>, tiap dekade, suhu rata-rata di bumi meningkat sekitar 0,2 derajat celsius selama 30 tahun terakhir. Jadi dibanding tahun 1970-an, sudah naik 0,6 derajat! Kalau ini terkesan kecil, coba bayangkan suhu naik 0,5 derajat celcius aja dari suhu normalmu, badan meriang-meriang gak enak kan? Yah kalau badan demam, bisa diturunkan dengan Parasetamol, kalau bumi yang demam? Kalau suhu bumi terus meningkat dengan kecepatan itu, <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global" target="_blank">maka</a> gunung-gunung es akan mencair, permukaan laut naik, beberapa daratan akan menghilang (bye-bye Belanda, jangan-jangan Banjarmasin juga tenggelam), topan badai meningkat, hilangnya habitat dan spesies tertentu,  munculnya banyak penyakit akibat suhu dan bencana yang terjadi, dan banyak lagi.</p>
<p>Ayo tunjuk siapa yang menyebabkan suhu bumi naik? Menggunakan mekanisme defensif <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Psychological_projection" target="_blank">proyeksi</a>, maunya menunjuk hidung orang lain dulu. Suhu bumi naik, konon, karena gas yang memerangkap panas di atmosfir bumi, sehingga bumi menjadi panas kayak wajan. Atau sering disebut <strong>efek rumah kaca</strong>. Bukan, bukan <a href="http://efekrumahkaca.multiply.com/" target="_blank">grup band yang itu</a>. Bukan berarti efek rumah kaca adalah sesuatu yang jelek, malah tanpa efek ini, bumi kita akan sedingin es, bisa sampai minus 18 derajat celsius, <a href="http://www3.interscience.wiley.com/journal/119172652/abstract?CRETRY=1&amp;SRETRY=0" target="_blank">kecoak aja gak bisa hidup</a>.</p>
<p>Lalu kalau efeknya bagus begitu, kok ya diributkan? Karena manusia mengakibatkan lepasnya gas-gas yang meningkatkan efek rumah kaca ini (gak sadar mulai menunjuk hidung sendiri). Maksudnya, gas dari <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Flatulence" target="_blank">flatus</a>? Jadi kita gak boleh flatus dong? (ada yang sotoy nanya). Er&#8230;. yah, walau gas flatus memang mengandung CO2 dan metana, bukan gas dari sana, ya, yang saya maksud. Gas-gas yang dimaksud <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Greenhouse_gas" target="_blank">antara lain adalah</a> CO2, metana, NO, ozon, dan CFC.</p>
<p>Mari kita balik ke AC tadi. Hari panas (kadang, pada hari tidak panas pun), AC dinyalakan. Untuk menyalakan AC, memerlukan listrik. Menurut perhitungan <a href="http://www.carbonrally.com/challenges/22-air-conditioner-costs" target="_blank">Carbonrally.com</a>, 1 AC saja sudah menghabiskan 16% rekening listrik tahunan sebuah rumah, atau diperkirakan hampir 950 kWh listrik per tahun untuk rumah dengan AC model window unit. Kalau di sini biaya listrik 700 rupiah-an per kWh, maka rata-rata sistem AC itu berharga 665.000 rupiah setahun. Mungkin angka yang kecil buat orang yang mampu memasang AC di rumah, tetapi kalau kita lihat harga yang harus dibayar akibat pelepasan CO2 karena penggunaan listrik bersumber sumber daya minyak, gas alam, dan batu bara untuk menyalakan AC ini? Kita tahu bahwa suplai listrik yang suka bergiliran mati-nyala di Kalselteng ini selain <a href="http://yc7lvx.wordpress.com/2009/07/18/listrik-kalimantan-selatan-2025/" target="_blank">diperoleh dari </a>tenaga air dari PLTA Riam Kanan, juga dari tenaga uap dan diesel dari PLTU Asam-asam, dan beberapa PLTD.</p>
<p>Jadi, kantor saya kelihatannya merupakan salah satu penyumbang pelepasan CO2 yang besar di Kalimantan Selatan. Saya rasa kantor anda juga. Himbauan kantor pusat untuk melepas sebagian AC ditanggapi dengan rengutan oleh para staf. Apa? Panas-panas gini disuruh mendinginkan diri dengan kipas? Permintaan seekstrim itu di bulan-bulan panas akan ditanggapi seperti angin lalu. Lalu bagaimana dengan efek rumah kaca dan segala peningkatan suhu bumi itu?</p>
<p>Kalau tidak tahan hidup tanpa AC, paling tidak kita bisa:</p>
<ul>
<li> Memposisikan AC di tempat yang tidak kena sinar matahari langsung. Penggunaan listriknya akan lebih tinggi bila kepanasan.</li>
<li> Mengatur suhu AC. Kalau tidak terlalu panas, posisikanlah suhu AC pada suhu kamar, sekitar 24-25 derajat Celsius. (Kalau nenek saya malah menganggap suhu 25 derajat itu masih sangat dingin, walau salah seorang dosen saya bilang suhu begitu seperti berada dalam neraka).</li>
<li> Mematikan AC kalau meninggalkan ruangan dalam waktu cukup lama.</li>
<li> Sering-sering membersihkan filternya, agar tidak berdebu. Semakin sulit AC-nya mengisap udara melalui filter, semakin tinggi penggunaan listriknya. Lagian, filter berdebu bisa mendatangkan penyakit pernafasan.</li>
<li> Gunakan kipas angin, man. Penggunaan listriknya lebih kecil daripada AC.</li>
<li> Kalau tidur (ada ya yang tidur di kantor? hehehhe maksud saya, ini kalau AC-nya di rumah), diatur secara otomatis agar mati pada jam tertentu. Umumnya, kecuali pada puncaknya musim kemarau, mulai tengah malam ke pagi suhu cenderung lebih dingin. Kalau perlu, buka jendela (warning: ini hanya berlaku kalau jendela terbuka tidak menarik maling, atau kelelawar, masuk. Tahu-tahu pas bangun sudah jatuh miskin atau menjadi vampir. Atau dua-duanya).</li>
<li> <a href="http://www.npr.org/templates/story/story.php?storyId=14024250" target="_blank">Kalau ini dilakukan di Jepang</a>: staf gak usah pakai jas, gak usah pakai dasi. Kalo ini mah sudah saya lakukan sejak dahulu kala sejak saya tahu saya bekerja di kota sebelah. Kalau orang ke kantor pakai blazer, saya pakai kemeja atau blus pendek. Sebuah perusahaan di jepang, meadownics, malah memproduksi baju yang eco-friendly: baju ber-&#8221;AC&#8221;, jadi badan tetap dingin walau di luar panas. Jadi bajunya dikasih kipas angin (diameter 10 cm) 2 biji, dengan dial buat mengatur aliran udaranya. Sounds primitive :p</li>
</ul>
<p>Walau AC hanya satu hal kecil yang meningkatkan salah satu gas rumah kaca, tapi perubahan kecil yang kita lakukan di kantor kita mungkin bisa memberi kontribusi bagi melambatnya terjadinya peningkatan pemanasan bumi.</p>
<p>Bagaimana di kantor Anda?</p>
<p>Tulisan ini dibuat dalam rangka <a href="http://www.blogactionday.org/" target="_blank">Blog Action Day 2009</a> (<strong>Topik: Climate Change</strong>).</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mave.wordpress.com/270/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mave.wordpress.com/270/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mave.wordpress.com/270/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mave.wordpress.com/270/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mave.wordpress.com/270/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mave.wordpress.com/270/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mave.wordpress.com/270/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mave.wordpress.com/270/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mave.wordpress.com/270/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mave.wordpress.com/270/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mave.wordpress.com&blog=48986&post=270&subd=mave&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mave.wordpress.com/2009/10/15/blog-action-day-2009-air-conditioning/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">mave</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.blogactionday.org/imgs/badges/bad-300-250.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Ketagihan Main Game</title>
		<link>http://mave.wordpress.com/2009/03/13/ketagihan-main-game/</link>
		<comments>http://mave.wordpress.com/2009/03/13/ketagihan-main-game/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Mar 2009 05:23:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mina</dc:creator>
				<category><![CDATA[Game]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mave.wordpress.com/?p=262</guid>
		<description><![CDATA[Akhir-akhir ini mata suka cepat capek, saking seringnya memelototi layar komputer. Alhasil, lensa kontak harus dilepas dan kacamata tebal harus dipakai lagi. Buat ngapain? Kerjaan kah? Hohohohoho&#8230; tidak dong. Facebook-an? Hah? Apa itu? :p Blogwalking? Tidak juga, malah sekarang jarang online, kecuali untuk menerima permohonan add seseorang di Facebook (*merasa ada yang aneh dengan paragraf [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mave.wordpress.com&blog=48986&post=262&subd=mave&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignleft size-medium wp-image-264" title="addicted" src="http://mave.files.wordpress.com/2009/03/addicted.jpg?w=207&#038;h=300" border="0" alt="addicted" hspace="9" vspace="9" width="207" height="300" />Akhir-akhir ini mata suka cepat capek, saking seringnya memelototi layar komputer. Alhasil, lensa kontak harus dilepas dan kacamata tebal harus dipakai lagi. Buat ngapain? Kerjaan kah? Hohohohoho&#8230; tidak dong. Facebook-an? Hah? Apa itu? :p Blogwalking? Tidak juga, malah sekarang jarang online, kecuali untuk menerima permohonan add seseorang di <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=732048170&amp;ref=profile" target="_blank">Facebook</a> (*merasa ada yang aneh dengan paragraf ini*) atau untuk mengecek email.</p>
<p>Yah, sekarang di rumah (dan kalau jaga rumah sakit dan pas lagi gak ada pasien), saya menggunakan laptop untuk melakukan hal yang mulia, tidak berdosa, dan murah, yaitu main game. Loh, kok bisa mulia dan tidak berdosa? Karena jadi gak menggosipkan orang :p</p>
<p>Tetapi, untuk main game dengan santai, kita memerlukan game yang tidak perlu mikir juga. Sudah terkenal bahwa saya paling tidak suka game dengan genre:</p>
<ul>
<li> <strong>Shooter games</strong>, yang bertujuan, seperti nama genrenya, menembaki orang. Ada yang <em>first-person shooter</em>, ada yang <em>third-person shooter</em>. Dulu sempat suka, lalu lama-lama bosan kalo pake PC biasa, kalo modelnya arcade di <a href="http://www.timezone.com.ph/" target="_blank">TimeZone</a> boleh lah. Contoh model game ini adalah <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Doom_(video_game)" target="_blank">Doom</a>, <a href="http://www.counter-strike.com/" target="_blank">Counter Strike</a>, atau kalau mau yang sederhana dan ada di kebanyakan PC dulu adalah<a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Virtua_Cop" target="_blank">Virtua Cop</a>.</li>
<li><strong>Fighting games</strong>, dimana ada 2 karakter yang berkelahi berhadapan, biasanya salah satunya dikendalikan komputer, seperti <a href="http://mkarmageddon.com/home.html" target="_blank">Mortal Kombat</a> atau <a href="http://www.streetfighter.com/" target="_blank">Street Fighter</a>. Pernah memainkan genre ini justru tidak di PC, tetapi di mesin  arcade game. Saya paling bingung dengan segala macam kombinasi tekan tombol yang kayaknya asal saja. Semakin ilfil ketika melihat filmnya.</li>
<li><strong>Platform games</strong>, dimana karakternya berlari-lari dan loncat sana-loncat sini antar <em>platform</em>, jadi gamenya berjalan secara horisontal, contohnya seperti <a href="http://mario.nintendo.com/" target="_blank">Super Mario Bros</a>, <a href="http://www.donkeykong.com/" target="_blank">Donkey Kong</a>, <a href="http://www.princeofpersiagame.com/" target="_blank">Prince of Persia</a> (waktu jaman 2D, gak tahu yang 3D sekarang bagaimana?) . Entah kenapa saya paling gak pandai maen game loncat-loncatan begini, karena selalu jatuh di jurang dan mati dalam hitungan beberapa detik saja.</li>
<li><strong>City bulding games</strong> (kita diminta merencanakan atau membangun kota lengkap dengan segala pirantinya), macam <a href="http://simcity.ea.com/" target="_blank">SimCity</a>, dan <strong>Business Simulation</strong> (simulasi manajemen sebuah bisnis), macam <a href="http://www.codemasters.com/hospitaltycoon/" target="_blank">Hospital Tycoon</a> dan segala macam game yang ada kata &#8220;<em>tycoo</em>n&#8221;-nya. Terlalu kompleks untuk otak saya yang sederhana <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </li>
<li><strong>Life simulations game</strong>, macam <a href="http://thesims.ea.com/" target="_blank">The Sims</a>, <a href="http://www.singles2.com/englisch/index.html" target="_blank">Singles</a>, dan lain-lain. Saya cepat bosan main game model begini. Harus membuat si karakter bangun, mandi, makan, olahraga, bekerja, bosan gak sih? Kayak di dunia nyata. Walau dunia nyata impian saya sih maunya lembam aja semua karakternya di kamar, main komputer hihihihi&#8230;</li>
<li><strong>Pet-raising simulation</strong>, dulu yang paling terkenal adalah <a href="http://www.tamagotchi.com/" target="_blank">Tamagotchi</a>. Pernah memainkan <a href="http://www.petz.com/" target="_blank">Petz</a>, awal-awalnya lucu, tapi lama-lama jadi bosan juga.</li>
<li><strong>Role-playing game</strong> seperti <a href="http://www.ffonline.com/" target="_blank">Final Fantasy</a> dan segabruk game lainnya yang kelihatannya disukai semua orang. Juga <strong>Strategy game</strong> seperti <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Dune_(video_game)">Dune</a> dan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Civilization_(computer_game)" target="_blank">Civilization</a>.  Mengapa saya tidak suka? Karena kedua genre ini terlalu berat buat laptop saya, selain bingung aja karena harus mengendalikan banyak orang sekaligus.</li>
<li><strong>Racing games</strong>, mulai yang mobil, sepeda motor, truk, skateboard, dan macam-macam lagi. Saya gak suka karena selalu kalah, dengan kendaraan hancur karena menabrak jurang, naik ke trotoar, atau malah hanya berputar-putar di lapangan rumput, bukannya di track. Satu-satunya game yang cukup lama bertahan di PC saya adalah <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Road_Rash" target="_blank">Road Rash</a>, karena ada unsur kekerasannya: kita bisa nabrak-nabrak pejalan kaki dan memukul atau menendang lawan sampai jatuh dari kendaraan :p Lagi-lagi, racing games lebih asik dimainkan di mesin arcade. Nah, kalau racing di dunia komik atau film, saya justru suka.</li>
<li><strong>Board games</strong>, karena sudah bosan memainkannya di dunia nyata. masak kita masih main <strong>Monopoly, Catur</strong>, dan <strong>Scrabble</strong>?  Tetapi ada 2 board game yang lebih menyenangkan dimainkan di komputer, seperti <strong>Go</strong> dan <strong>Sudoku</strong>, karena ada fasilitas simulasinya, kalau di situasi sebenarnya kan kita harus coret-dan-hapus, kelihatan banget gak kompetennya <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </li>
<li><strong>Card games</strong>, karena sampai sekarang tidak mengerti bagaimana sih caranya main kartu, selain main kartu &#8220;bahantu&#8221;/&#8221;cangkul&#8221;</li>
<li><strong>Sport games</strong>, dengan alasan yang obvious: I don&#8217;t like sports, kecuali jogging dan badminton.</li>
</ul>
<p>Nah, lalu genre yang tersisa apa?</p>
<ul>
<li><strong>Adventure games</strong>, terutama yang gak perlu banyak kejar-kejaran waktu, yang bisa buat leyeh-leyeh, tapi tetap adiktif, dan favorit saya dari dulu sampai sekarang masih tetap <a href="http://www.mystworlds.com/" target="_blank">The Myst</a>.</li>
<li><strong>Maze games</strong>, walau kadang benci kalau sudah stuck. Main game genre ini paling bagus kalau lagi mood baik. Contoh maze games yang paling jadul adalah <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Pac-Man" target="_blank">Pac-man</a>. Sekarang saya sedang memainkan <strong>Blobyrinth: Maze Island Quest.</strong></li>
<li>Berbagai <strong>simulator  games</strong> (di luar Construction &amp; business management simulation dan Life simulation). Walau lemot banget ngertinya, tetapi siapa sih yang tidak suka <em>medical simulator, train simulator, flight simulator</em>, dan berbagai simulator lainnya? Untuk <em>flight simulator</em>, seperti mencapai cita-cita yang tidak bakal bisa diperoleh di dunia nyata.</li>
<li><strong>Music games</strong>, terdiri dari kategori <em>music memory</em> (<strong>Simon Says</strong>), dan<em> rythm games</em>, yang ternyata ada 2 tipe, yaitu yang <em>dance games</em> (misalnya<a href="http://www.ddrgame.com/" target="_blank"> Dance Dance Revolution</a> dan <a href="http://www.piugame.com/" target="_blank">Pump It Up</a>. Kyaaaaa, siapa yang gak suka game-game ini? Kami sampai punya <em>DDR mat</em> di rumah, walau tentu tidak ada yang bisa mengalahkan main di mesin arcade),  dan yang berbasis  pada <em>musical instrument</em><em>s</em>, dan untuk tipe ini, <strong>Virtual Orchestra Studio</strong> masih jadi favorit saya, apalagi my sister suka mengconvert lagu-lagu (Asia sih kalau dia) dengan software&#8230;.mmm&#8230; apa yah, lupa namanya.</li>
<li><strong>Puzzle games</strong>. Tidak semua saya suka. Yang saya suka dari genre ini hanya <em>hidden objects games, </em>dimana pemain harus menemukan barang yang tersembunyi dalam sebuah gambar, sesuai daftar yang diberikan. Barang-barang tersebut sering tidak seimbang ukurannya dengan benda lainnya dalam gambar, dan suka tergeletak di tempat-tempat yang tidak mungkin. Semakin indah gambarnya, semakin asik mainnya. Untuk menambah keasikan, ada storyline-nya.</li>
<li><strong>Time management games</strong>, merupakan permainan gak-pake-mikir, hanya perlu kecepatan tangan, dan sedikit trik agar bisa memanfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk menyelesaikan tugas yang diberikan. Pada kondisi normal, saya tidak bakal suka game yang main cepet-cepetan seperti ini, tetapi karena topik game-nya dan visualnya rata-rata menyenangkan, rata-rata semua orang tergila-gila. Atau mungkin hanya saya aja kali sama keluarga saya :p Paling terkenal mungkin adalah <strong>Flo&#8217;s Diner Dash</strong>. Yah, kebanyakan yang menarik memang yang ada hubungannya dengan restoran dan fashion, terutama buat cewek, yah. Yang sudah saya mainkan, serta menarik dan enak dilihat visualnya adalah: <strong>Cooking Academy 2, Wedding Dash, Delicious Emily&#8217;s Tea Garden, </strong>dan<strong> Fashion Apprentice</strong>.</li>
</ul>
<p>Fiuh, tadinya mau me-review beberapa game <em>hidden objects </em>dan <em>time management </em>yang barusan  saya mainkan, tapi kok jadi nulis ginian ya? Kalau ngomongin game, memang suka lupa diri. Yah, gak papa lah, mungkin review-nya bisa untuk posting berikutnya.</p>
<p>Posting ini ditulis sambil menunggu download-an another time management game.</p>
<p>Pic diambil dari: <a href="http://www.wowgoldpower.info/blog/wow-news/world-of-warcraft-addiction/" target="_blank">World of Warcraft Fansite</a></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mave.wordpress.com/262/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mave.wordpress.com/262/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mave.wordpress.com/262/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mave.wordpress.com/262/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mave.wordpress.com/262/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mave.wordpress.com/262/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mave.wordpress.com/262/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mave.wordpress.com/262/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mave.wordpress.com/262/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mave.wordpress.com/262/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mave.wordpress.com&blog=48986&post=262&subd=mave&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mave.wordpress.com/2009/03/13/ketagihan-main-game/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>37</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">mave</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mave.files.wordpress.com/2009/03/addicted.jpg?w=207" medium="image">
			<media:title type="html">addicted</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Golden Rice di Duta Mall</title>
		<link>http://mave.wordpress.com/2009/02/01/golden-rice-di-duta-mall/</link>
		<comments>http://mave.wordpress.com/2009/02/01/golden-rice-di-duta-mall/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Feb 2009 13:15:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mina</dc:creator>
				<category><![CDATA[Food]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mave.wordpress.com/?p=245</guid>
		<description><![CDATA[Habis nonton, tentunya perut lapar, apalagi kalau nontonnya serba dadakan, dan tidak ada yang bawa makanan ringan atau minuman ke dalam bioskop. Apalagi kalau filmnya dimulai jam 12 dan berakhir jam 2 lewat. Sesudah celingak-celinguk di tempat makan di sekitaran bioskop, dan melihat sebagian besar tempat penuh karena itu hari libur, akhirnya kita memutuskan untuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mave.wordpress.com&blog=48986&post=245&subd=mave&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignleft size-medium wp-image-255" title="gambar" src="http://mave.files.wordpress.com/2009/02/gambar.jpeg?w=240&#038;h=180" border="0" alt="gambar" hspace="9" vspace="9" width="240" height="180" />Habis nonton, tentunya perut lapar, apalagi kalau nontonnya serba dadakan, dan tidak ada yang bawa makanan ringan atau minuman ke dalam bioskop. Apalagi kalau filmnya dimulai jam 12 dan berakhir jam 2 lewat. Sesudah celingak-celinguk di tempat makan di sekitaran bioskop, dan melihat sebagian besar tempat penuh karena itu hari libur, akhirnya kita memutuskan untuk coba-coba ke <strong>Golden Rice</strong> Restaurant.</p>
<p>Di DM memang sulit menemukan makanan enak.<br />
Yang lumayan enak adalah <strong>Mie Goreng Spesial</strong> di foodcourt, kalo gak salah namanya <strong>Mie Goreng Senayan</strong> (kalo salah ya, maaf). Dulu porsinya super besar, sekarang mengecil, mengecil, dan terus mengecil (bentar lagi piringnya ikutan mengecil deh), sementara harganya tetap.<br />
Kemudian <strong>Tongseng</strong>, di foodcourt juga, cuma lupa yang jual namanya apa, yang jelas cuma ada 1 tempat yang jualan tongseng di situ. Susah mencari tongseng enak di Banjarmasin. Tongseng terenak yang pernah kurasakan adalah di Jogja, langganannya Bu Erna, kalo gak salah di daerah Kotabaru, Jogja.<br />
Terus beberapa pilihan makanan (saya sudah lupa apa saja, maklum lama banget gak ke sana) di <strong>Bakso Lapangan Tembak</strong> juga enak, sayangnya tempatnya super kecil dan harganya, tentunya, overprized.<br />
Lalu <strong>Fish Fillet</strong> di <strong>KFC</strong>, tapi mahal juga, herman deh. Tapi ukurannya keciiil. Cuma menangsel perut sebentar, yah, sekitaran 15 menitan :p<br />
Kemudian <strong>Waffle Ice Cream</strong> di <strong>A&amp;W</strong>, wah waffle-nya hangat dan lembut sekali, es krimnya enak, terutama kalo pake yang rasa vanilla.  dan <strong>Fish Fillet</strong> di sini juga enak, ukurannya lumayan besar dan lelah menghabiskannya (setidak-tidaknya bagiku). Sayang harganya melangit!<br />
Loaf of bread isi keju yang masih panas (kalo bisa kejunya agak-agak cair, jadi dihangatkan aja lagi) di <strong>Bread Life</strong>. Satu-satunya roti yang enak di counter jualan roti ini.<br />
Cuma itu.</p>
<p>Pengalaman terburuk makan di DM ya di sebuah resto dekat Golden Rice itu. Sudah pelayanannya supeeer lama (sampe kita ubanan dan sudah lupa apa yang kita pesan), langsung bayar dulu begitu pesan (langsung di meja kita duduk), makanannya datang sudah dingin, dan pernah dikasi garpu mainan (plastik) buat makan karena katanya garpunya habis. Plis deeeh, memangnya aku lagi main boneka-bonekaan? Perlu ditraining lagi SDM-nya tuh.</p>
<p>Oke, balik ke topik. Golden Rice. <a href="http://profiles.friendster.com/19511382" target="_blank">Nida</a> bilang harga-harga makanan di sana kayak di resto yang lambreta itu, tapi rasanya lebih enak, dan yang penting: pelayanan lebih cepat. Tempatnya juga lebih cozy, banyak sekali sofanya, agak terlindung dari mata orang lalu-lalang kalo kita pilih yang agak ke dalam, dan gak banyak orang duduk-duduk di sana, entah kenapa. Mungkin keder dengan tampilan tempat makannya. Pelayan-pelayannya ramah, buku menunya banyak (jadi gak rebutan atau tunggu-tungguan), makanan cepat datang (minimal minuman dan sup pembukanya datang duluan), bisa berlama-lama di sana sampai bosan dan gak ditegur, serta ada free wifi. Kekurangannya cuma 2: harga overprized dan tidak ada colokan listrik buat charging laptop (besok-besok kami berencana mau bawa kabel gulung yang puanjang hihihihi).</p>
<p><img class="alignleft size-medium wp-image-246" title="teh" src="http://mave.files.wordpress.com/2009/02/teh.jpg?w=90&#038;h=134" border="0" alt="teh" hspace="9" vspace="9" width="90" height="134" />Sekarang kita ke menu. Aku, seperti biasa, pesan es teh. Sebenarnya mau pesan Freshtea Jasmine, tapi kayaknya gak ada, dan toh aku selalu bawa ni minuman di tas. Gelasnya berukuran besar dan berbentuk lucu, segiempat, kalo dilihat dari depan, satu sisi agak lordosis, satu sisi agak kyphosis, hihihihi. Pengen nyuri buat dibawa pulang. Rasa tehnya standar lah, yang penting gulanya gula beneran. Dan berapa harganya? Enam ribu, saudara-saudara, cukup untuk makan seporsi makan lengkap dan kenyang plus minum es teh di Jogja, masih bersisa 1000 rupiah.</p>
<p><img class="size-medium wp-image-247 alignright" title="jag" src="http://mave.files.wordpress.com/2009/02/jag.jpg?w=56&#038;h=115" border="0" alt="jag" hspace="9" vspace="9" width="56" height="115" />Ini pesenan temen, namanya <strong>Long Jag</strong>. Kelihatan mengerikan, ada pipilan baby corn gitu. Itu minuman apa kuah, pak? Cairannya itu air buah  leci. Katanya sih, ini terakhir kali dia pesan minuman aneh itu. Dan harganya? Enam belas ribu rupiah.</p>
<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-248" title="sup" src="http://mave.files.wordpress.com/2009/02/sup.jpg?w=128&#038;h=70" border="0" alt="sup" hspace="9" vspace="9" width="128" height="70" />Makanan pembuka kita adalah yang hangat-hangat (saat itu hujan lebat), yaitu <strong>Corn Soup with Crab Meat</strong>. Enaaaak banget, kental, daging kepitingnya banyak. Lumayan menghangatkan perut dan membangkitkan selera. Walau kalo dibagi-bagi orang berlima terasa sedikit sih. Harganya delapan belas ribu.</p>
<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-249" title="seafood" src="http://mave.files.wordpress.com/2009/02/seafood.jpg?w=128&#038;h=87" border="0" alt="seafood" hspace="9" vspace="9" width="128" height="87" />Ini adalah <strong>Mie Tarik Seafood Szechuan</strong>. Gak sempat nanya apanya yang &#8220;tarik&#8221; pada mie ini. Tahunya kan teh tarik, ditarik-tarik. Mungkin bikin mie ini pake ditarik-tarik. Tidak begitu senang aku membayangkannya. Harganya delapan belas ribu ribu, dan enaaaak deh. Porsinya besar, si <a href="http://astieblue.wordpress.com/" target="_blank">Rina</a> sampai tidak habis. Rasanya agak-agak pedas, dan bumbunya tajam.</p>
<p><img class="alignright size-medium wp-image-250" title="beef" src="http://mave.files.wordpress.com/2009/02/beef.jpg?w=111&#038;h=126" border="0" alt="beef" hspace="9" vspace="9" width="111" height="126" />Kalau yang ini <strong>Mie Tarik Black Pepper Beef</strong>. Bedanya dengan yang seafood, ya tentu saja kalo yang ini pake beef. Enak juga, dan porsinya juga besar, sampe bersisa. Sepertinya mie tarik ini seharusnya dimakan bersama kuahnya (mungkin diperlakukan seperti mie ayam), karena kami disodori kuahnya semangkuk kecil. Menurutku tanpa ditambah apa-apa pun sudah enak. Tapi aku kan hobinya nambah pepper. Apa-apa dikasih pepper. Jadi menurutku ni Black Pepper Beef perlu tambahan ceceran merica yang banyak di atasnya. Harganya sama dengan Mie Tarik Seafood.</p>
<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-251" title="mie" src="http://mave.files.wordpress.com/2009/02/mie.jpg?w=128&#038;h=72" border="0" alt="mie" hspace="9" vspace="9" width="128" height="72" />Lupa ini apa<strong> Fried Bihun Seafood</strong> atau <strong>Plain Fried Bihun</strong>. Gak nyobain juga, dan <a href="http://annova.wordpress.com/" target="_blank">Anna</a> gak habis. Tu porsinya gede banget looh. Kalo yang Plain, rasanya pedas. Yang Plain harganya sepuluh ribu sedangkan yang Seafood harganya delapan belas ribu rupiah. Atau bisa juga itu <strong>Hongkong Fried Noodle</strong> (mulai kehilangan pegangan).</p>
<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-252" title="nasi" src="http://mave.files.wordpress.com/2009/02/nasi.jpg?w=128&#038;h=78" border="0" alt="nasi" hspace="9" vspace="9" width="128" height="78" />Yang ini nasi putih biasa dengan <strong>Black Pepper Bee</strong>f. Kuahnya lupa apa itu namanya, yang pesan aja lupa, hihihihi. Menurutnya kuahnya rasanya agak aneh, namun Beef-nya lumayan. Black Pepper Beef ini tiga puluh dua ribu ckckckckck&#8230;.</p>
<p><img class="size-thumbnail wp-image-253 alignright" title="brokoli" src="http://mave.files.wordpress.com/2009/02/brokoli.jpg?w=128&#038;h=76" border="0" alt="brokoli" hspace="9" vspace="9" width="128" height="76" />Nah yang ini gak tahu namanya, yang jelas itu brokoli, dan dilumuri hancuran daging kepiting. Enaaaaak! Yang ini lumayan juga rasanya.</p>
<p>Hmm&#8230; kapan-kapan, kalo ada yang mau nraktir di DM, seret ke sini aja ah.</p>
<p>Foto paling atas diambil dari situs <a href="http://dutamallbjm.com/component/page,shop.product_details/flypage,shop.flypage/product_id,112/category_id,21/manufacturer_id,3/option,com_virtuemart/Itemid,59/" target="_blank">Duta Mall</a>.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mave.wordpress.com/245/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mave.wordpress.com/245/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mave.wordpress.com/245/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mave.wordpress.com/245/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mave.wordpress.com/245/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mave.wordpress.com/245/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mave.wordpress.com/245/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mave.wordpress.com/245/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mave.wordpress.com/245/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mave.wordpress.com/245/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mave.wordpress.com&blog=48986&post=245&subd=mave&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mave.wordpress.com/2009/02/01/golden-rice-di-duta-mall/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>28</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">mave</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mave.files.wordpress.com/2009/02/gambar.jpeg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">gambar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mave.files.wordpress.com/2009/02/teh.jpg?w=202" medium="image">
			<media:title type="html">teh</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mave.files.wordpress.com/2009/02/jag.jpg?w=147" medium="image">
			<media:title type="html">jag</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mave.files.wordpress.com/2009/02/sup.jpg?w=128" medium="image">
			<media:title type="html">sup</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mave.files.wordpress.com/2009/02/seafood.jpg?w=128" medium="image">
			<media:title type="html">seafood</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mave.files.wordpress.com/2009/02/beef.jpg?w=264" medium="image">
			<media:title type="html">beef</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mave.files.wordpress.com/2009/02/mie.jpg?w=128" medium="image">
			<media:title type="html">mie</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mave.files.wordpress.com/2009/02/nasi.jpg?w=128" medium="image">
			<media:title type="html">nasi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mave.files.wordpress.com/2009/02/brokoli.jpg?w=128" medium="image">
			<media:title type="html">brokoli</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kaleidoskop 2008 versi Mina</title>
		<link>http://mave.wordpress.com/2009/01/03/kaleidoskop-2008-versi-mina/</link>
		<comments>http://mave.wordpress.com/2009/01/03/kaleidoskop-2008-versi-mina/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Jan 2009 03:55:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mina</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lifemark]]></category>
		<category><![CDATA[Photo]]></category>
		<category><![CDATA[community]]></category>
		<category><![CDATA[friends]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mave.wordpress.com/?p=224</guid>
		<description><![CDATA[Tahun 2008 sudah berlalu, ckckckck&#8230;. Lagi-lagi tidak terasa. Apa resolusiku tahun lalu? *ngubek-ngubek postingan sendiri* Ah ini dia.
Hmmm&#8230;  ternyata cuma nomor 6 yang kulakukan dengan agak serius. Kalau gitu tidak usah bikin resolusi baru, cukup meneruskan resolusi lama :p
Kali ini aku ingin menulis tentang apa yang terjadi sepanjang tahun ini aja deh.   Tahun ini [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mave.wordpress.com&blog=48986&post=224&subd=mave&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Tahun 2008 sudah berlalu, ckckckck&#8230;. Lagi-lagi tidak terasa. Apa resolusiku tahun lalu? *ngubek-ngubek postingan sendiri* <a href="http://jmave.multiply.com/journal/item/3/minas_Resolutions_2008" target="_blank">Ah ini dia</a>.</p>
<p>Hmmm&#8230;  ternyata cuma nomor 6 yang kulakukan dengan agak serius. Kalau gitu tidak usah bikin resolusi baru, cukup meneruskan resolusi lama :p</p>
<p>Kali ini aku ingin menulis tentang apa yang terjadi sepanjang tahun ini aja deh.   Tahun ini aku lebih banyak menghabiskan waktu dengan teman-teman (dibanding tahun sebelumnya). Bukaaan, bukan mengurangi intensitas online, justru nambah hehehehe&#8230; Teman offline dan online sekarang batasnya jadi kabur. Di online ketemunya yang itu, di offline ketemunya itu lagi. Tahun ini juga mulai jelas siapa di antara sohib-sohibku yang gila jalan-jalan. Aku juga banyak bertemu orang baru dan orang &#8220;baru&#8221; (yang sudah lama kenal online, tapi baru bertemu sekarang). Pokoknya tema 2008 adalah bersosialisasi :p</p>
<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-226" title="03" src="http://mave.files.wordpress.com/2009/01/03.jpg?w=128&#038;h=96" border="0" alt="03" hspace="9" width="128" height="96" />Dari awal tahun 2008 sampai Juli 2008, aku masih jadi mahasiswa Magister di FKUI , jadi masih bolak-balik sebulan sekali ke Jakarta. Sesuatu yang tadinya kupikir asyik banget, tapi ternyata bikin tepar dan kurus (memangnya bisa lebih kurus lagi?). Untungnya teman-teman seangkatan semua lucu, semua cepat lapar, dan seperti semua mahasiswa berusia tua di dunia:  semua ngantuk kalau dengar kuliah, jadi semua sibuk dengan laptop sok mencatat, padahal browsing dan download. Oke, <strong>Rizki</strong> mungkin tidak. Selama bulan-bulan terakhir, kami tinggal di Apartemen, dan sialnya dosen pembimbingnya juga. Gak heran kalau konsultasi dan bimbingan sering sampai jam 2 pagi. Kami jadi semakin tepar dan gak fokus kalo sudah siang. Aku kok merasa dosen pembimbingnya sebenarnya insomniak tulen, yang butuh teman ngobrol di malam hari. Sementara kami semua manusia siang yang butuh tidur kalo malam.</p>
<p>Tahun ini aku memegang project pendanaan hibah untuk FK, sehingga agak cepat marah. Dan kurus juga hihihi. Asisten-asistenku juga jadi cepat marah. Panduan yang berganti-ganti dan aturan yang tidak baku membuat sebal. Segala paperworks-nya jauh lebih menyebalkan daripada pelaksanaan kegiatannya yang mesti ngutang ke FK dulu, karena model pendanaan dari departemen selalu begini: buat proposal, lakukan, buat laporan, baru deh keluar uangnya. Lah memangnya kita punya duit? Makanya ikut hibah, kalo sudah kaya sih gak usah ikut-ikut cari dana.</p>
<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-225" title="01" src="http://mave.files.wordpress.com/2009/01/01.jpg?w=128&#038;h=96" border="0" alt="01" hspace="9" vspace="9" width="128" height="96" />Salah satu akibat project ini adalah: <a href="http://annova.wordpress.com" target="_blank">Anna</a> harus magang Farmakologi ke UGM. Dia senang, kami senang, karena jadi ada alasan jalan-jalan ke Jogja. Maaf, bukan dengan uang project ya, semua dengan uang sendiri. Gimana mau pakai uang project, pelaksanaan project aja pake ngutang dulu ke FK. Anyway, ini pertama kali kami bepergian dalam formasi lumayan lengkap. <a href="http://bakhriansyah.blogspot.com" target="_blank">Bahri</a>, <a href="http://astieblue.wordpress.com/" target="_blank">Rina</a>, <a href="http://annova.wordpress.com/" target="_blank">Anna</a>, aku. <a href="http://profiles.friendster.com/19511382" target="_blank">Nida</a> kali ini gak ikut, dan <a href="http://noegadee.wordpress.com/" target="_blank">Adi</a> gak tahu kenapa gak ikut waktu itu. Foto-foto ke mana-mana, terutama ke depan Gedung Pascasarjana dong.</p>
<p><img class="alignright size-thumbnail wp-image-227" title="02" src="http://mave.files.wordpress.com/2009/01/02.jpg?w=128" border="0" alt="02" hspace="9" vspace="9" />Mei 2008. Kopdar akbar pertama <a href="http://kubugil.multiply.com" target="_blank">Kubugil &#8216;n friends</a>. Gerombolan bawah tanah ini akhirnya<em> go public</em>. Dulu kenal hanya dari nama dan fotonya doang, akhirnya bertemu dengan sebagian besar dari mereka. Sebelumnya cuma pernah ketemu saya <a href="http://yulibean.multiply.com/" target="_blank">Yuli</a> di Jogja, dan <a href="http://antie.multiply.com/" target="_blank">Miss Antie</a>, <a href="http://mmlubis.multiply.com/" target="_blank">Maria</a> dan Imgar di Bandung. Senang banget dan terharu juga dengan partisipasi teman-teman friends of kubugil. Juga tercengang dengan partisipasi para penerbit, tapi tentunya ini berkat orang-orang hebat di dunia review buku seperti <a href="http://htanzil.multiply.com/" target="_blank">Tanzil</a> dan <a href="http://perca.multiply.com/" target="_blank">Perca</a>, serta para editor di penerbit yang juga anggota Kubugil.</p>
<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-228" title="04" src="http://mave.files.wordpress.com/2009/01/04.jpg?w=128" border="0" alt="04" hspace="9" vspace="9" />Juni 2008, maunya kopdar dengan anak-anak  <a href="http://www.goodreads.com/group/show/345.Indonesia" target="_blank">Goodreads Indonesia</a>. Akhirnya yang muncul cuma <a href="http://silvanapaath.multiply.com/" target="_blank">Silvana</a> dan Roos. Aku ngajak juga <a href="http://smartie78.multiply.com/" target="_blank">Vina</a> dan <a href="http://cippy85.multiply.com/" target="_blank">Cippy</a>. Jadilah itu  kopdar gabungan  <a href="http://forum.kafegaul.com/forum.php" target="_blank">forum Kafegaul</a>, <a href="http://forum.webgaul.com" target="_blank">Webgaul</a>, EMO, <a href="http://kubugil.multiply.com" target="_blank">Kubugil</a>, dan <a href="http://www.goodreads.com/group/show/345.Indonesia" target="_blank">Goodreads Indonesia.</a></p>
<p><img class="alignright size-thumbnail wp-image-229" title="08" src="http://mave.files.wordpress.com/2009/01/08.jpg?w=128" border="0" alt="08" hspace="9" vspace="9" />Juni 2008 adalah bulan jalan-jalan. Buat gerombolan <a href="http://bakhriansyah.blogspot.com" target="_blank">Bahr</a>i, <a href="http://astieblue.wordpress.com/" target="_blank">Rina</a>, <a href="http://annova.wordpress.com/" target="_blank">Anna</a>, <a href="http://profiles.friendster.com/19511382" target="_blank">Nida</a>, dan <a href="http://noegadee.wordpress.com/" target="_blank">Adi</a>, tentunya. Kebetulan aku masih di Jakarta habis kuliah. Jadilah kami ke Bandung dan Jakarta selama beberapa hari. Sesi foto-foto anehnya banyak banget, dan tidak layak sama sekali ditampilkan di sini, bisa menurunkan harkat dan martabat orang-orang tertentu hihihi&#8230; Di Bandung kita ke hampir semua tempat makan yang disebut di buku Jalan-jalan di Bandung yang kubeli, dan mendatangi hampir semua FO dan tempat wisata yang bisa dicapai. Dan diriku tidak belanja sama sekali, hebat kan? Kecuali makanan.  <a href="http://profiles.friendster.com/g4rlin" target="_blank">G</a> ikut gabung sehari dua, tapi dia sedang sakit, sehingga yang dasarnya sudah pendiam, ya tambah pendiam.</p>
<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-230" title="09" src="http://mave.files.wordpress.com/2009/01/09.jpg?w=128" border="0" alt="09" vspace="9" width="128" height="96" />Jakarta diisi dengan ke Dufan pastinya. Gak kehitung lagi aku ke <a href="http://www.ancol.com/" target="_blank">Dufan</a> berapa kali tahun ini. Sampai bosan, kecuali untuk <strong>Tornado</strong>-nya. Mau seratus kali sehari juga hayuk. Oya, kami nginap di Mess Pemda Kalsel yang di Genjing, dan omong-omong, walau murah, sangat tidak disarankan *masih seram dengan muncratan air kalo lagi membuka shower* Mana aku lagi PMS <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  Aku heran ya, para anggota DPR katanya suka nginap di sini, kenapa seh mereka, gak ada dapat duit akomodasi ya? Saran juga buat Pemda Kalse, Mess Pemda kok menyedihkan seperti itu. Aku tidak pernah lagi menginap di sana, kecuali sangat sangat sangat terpaksa.</p>
<p><img class="alignright size-thumbnail wp-image-231" title="10" src="http://mave.files.wordpress.com/2009/01/10.jpg?w=128" border="0" alt="10" hspace="9" vspace="9" />Juli 2008. Ke Bandung lagi, kali ini dengan <a href="http://perca.multiply.com/" target="_blank">Perca</a>. Acaranya ber-itu-nya <a href="http://mmlubis.multiply.com/" target="_blank">Maria</a> ini dihadiri dengan heboh oleh hampir semua <a href="http://kubugil.multiply.com" target="_blank">Kubugil </a>kecuali <a href="http://pengasapneraka.multiply.com/" target="_blank">Pengasap</a> dan <a href="http://htanzil.multiply.com/" target="_blank">Rahib</a>, dan hampir semua Friends of Kubugil tumplek blek di Bandung. Acara pernikahan yang keren, diadakan malam, dengan konsep acara yang terstruktur.</p>
<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-232" title="11" src="http://mave.files.wordpress.com/2009/01/11.jpg?w=128" alt="11" hspace="9" vspace="9" width="128" height="63" />Sesudah pulang ke Banjarmasin, diajakin <a href="http://manusiasuper.com/" target="_blank">Mansup</a> ke acara pendirian <a href="http://kayuhbaimbai.org/" target="_blank">Komunitas Blogger Kayuh Baimbai</a>. Bertemu dengan banyak gajah-gajah blogger Kalsel yang terkenal, seperti <a href="http://pakacil.net/" target="_blank">Pakacil</a>, <a href="http://arsyadindradi.blogspot.com/">Arsyad Indradi</a>, <a href="http://hariesaja.wordpress.com/" target="_blank">Harie</a>, dan banyak lagi. Agak berat acaranya, sehingga aku pulang duluan. Habis ada acara mau menetapkan AD-ART segala, ya ampun, santai aja kenapa? Untungnya akhirnya tidak seribet itu. Dalam waktu dekat akan ada acara <a href="http://aruhblogger.com/aruh-blogger/" target="_blank">Aruh Blogger</a>, kalian blogger Kalsel sudah pada tahu belum?</p>
<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-233" title="12" src="http://mave.files.wordpress.com/2009/01/12.jpg?w=72" border="0" alt="12" hspace="9" vspace="9" />Agustus 2008. Akhirnya lulus juga fiiuuuuh&#8230; No more jalan-jalan sebulan sekali ke Jakarta. Begitu rupanya acara wisuda Pascasarjana. Semuanya serba simbolis (kayak di UGM juga). Yang duduk di depan para lulusan cumlaude, jadi tentunya kami gak kesorot tivi. Acara wisudanya ini agak kisruh, terutama waktu ngambil buku Wisudanya.  Kalo gak ada Hendri yang mau berdesak-desak berebutan buku Wisuda, aku mending gak usah bawa pulang buku itu.  Habis gitu, dengan cerdasnya, semua pirantiku: jubah wisuda, topi wisuda, buku wisuda, bahkan my high heels, ketinggalan di mobil yang kami sewa, yang baru aku sadari besoknya. Minta uruskan temanku yang kenal sama pemilik mobil sewaan, sampai sekarang belum diurusin karena dia sibuk keliling Indonesia. Huh.</p>
<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-234" title="13" src="http://mave.files.wordpress.com/2009/01/13.jpg?w=72" alt="13" hspace="9" vspace="9" width="72" height="96" />Oktober 2008. Ke Banda Aceh lagi, kali ini lebih ribet, karena harus me-manage acara pelatihan Manajemen Obat dan Obat Rasional buat dokter Puskesmas di sana. Biasanya bukan aku yang urusin, aku tinggal datang saja. Awalnya rada ribet, untungnya Mbak Dewi dari UGM dan Enrico dari <a href="http://www.gitec-consult.de/index.htm" target="_blank">GITEC </a>sangat membantu. Sedihnya <a href="http://mave.wordpress.com/2007/07/17/makan-makan-di-banda-aceh/" target="_blank">warung makan Banda</a> yang dulu sudah tutup, bangkrut katanya. Mahal gitu kok bangkrut ya. Jadinya aku makan ayam sampah di tempat lain, sampai 3 kali, dan gak ada yang enak, walau menurut orang asli sana, enak.</p>
<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-235" title="19" src="http://mave.files.wordpress.com/2009/01/19.jpg?w=128" border="0" alt="19" hspace="9" vspace="9" />Nopember 2008 adalah bulan perayaan Dies Natalis FK-Unlam. Sekalinya jadi juri, malah disuruh jadi juri <strong>Cheers for Him</strong>. Harusnya si <a href="http://bakhriansyah.blogspot.com" target="_blank">B</a>, tapi dia milih jadi juri Dangdut hihihi&#8230;. Terperangah melihat lomba ini sesudah bertahun-tahun tidak melihat anak-anak cowok yang sudah putus urat malu ini nge-dance. Omong-omong, <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cheerleaders" target="_blank">awalnya cheerleaders itu memang cowok ternyata</a>.  Lagi-lagi, angkatan 2006 yang menang, bagaimana lagi, koreografinya asik, gerakan kompak, dan 2 yang terdepan: Gondes dan Tarigan, menjiwai banget astagaaaa&#8230;. Sebuah penghargaan juga diberikan untuk Kedokteran Angkatan 2008, yang begitu sibuk dengan himpitan kuliah, tutorial, skills lab, praktikum, study skills, tugas mandiri, tapi masih sempat latihan untuk ikut acara ini dan berhasil memperoleh juara II.</p>
<p><img class="alignright size-thumbnail wp-image-236" title="20" src="http://mave.files.wordpress.com/2009/01/20.jpg?w=128" alt="20" hspace="9" vspace="9" width="128" height="96" />Desember 2008, kami ke Jogja lagi. Sebenarnya sudah berbulan-bulan merencanakannya, tapi mundur-mundur terus gara-gara ada visitasi untuk project-ku dan project-nya <a href="http://noegadee.wordpress.com/" target="_blank">Adi</a>. Akhirnya kami berangkat sendiri-sendiri ke Jogja, kecuali diirku, yang bareng <a href="http://astieblue.wordpress.com/" target="_blank">Rina</a>. Asyik banget, karena segalanya serba tanpa rencana di sana, termasuk arung jeram.</p>
<p>Tahun 2008 ditutup dengan keberangkatan one of my close friends: Razi, untuk sekolah lagi. Sudah 2 nih yang pergi, Yuda dan Razi. Aku pengen sekolah lagi!</p>
<p>Untuk melihat foto-foto dengan resolusi <span style="text-decoration:line-through;">sedikit</span> lebih tinggi, silakan ke <a href="http://jmave.multiply.com/photos/album/25/Kaleidoskop_2008" target="_blank">blog saya yang satunya.</a></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mave.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mave.wordpress.com/224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mave.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mave.wordpress.com/224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mave.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mave.wordpress.com/224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mave.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mave.wordpress.com/224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mave.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mave.wordpress.com/224/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mave.wordpress.com&blog=48986&post=224&subd=mave&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mave.wordpress.com/2009/01/03/kaleidoskop-2008-versi-mina/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>44</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">mave</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mave.files.wordpress.com/2009/01/03.jpg?w=128" medium="image">
			<media:title type="html">03</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mave.files.wordpress.com/2009/01/01.jpg?w=128" medium="image">
			<media:title type="html">01</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mave.files.wordpress.com/2009/01/02.jpg?w=128" medium="image">
			<media:title type="html">02</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mave.files.wordpress.com/2009/01/04.jpg?w=128" medium="image">
			<media:title type="html">04</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mave.files.wordpress.com/2009/01/08.jpg?w=128" medium="image">
			<media:title type="html">08</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mave.files.wordpress.com/2009/01/09.jpg?w=128" medium="image">
			<media:title type="html">09</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mave.files.wordpress.com/2009/01/10.jpg?w=128" medium="image">
			<media:title type="html">10</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mave.files.wordpress.com/2009/01/11.jpg?w=128" medium="image">
			<media:title type="html">11</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mave.files.wordpress.com/2009/01/12.jpg?w=72" medium="image">
			<media:title type="html">12</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mave.files.wordpress.com/2009/01/13.jpg?w=72" medium="image">
			<media:title type="html">13</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mave.files.wordpress.com/2009/01/19.jpg?w=128" medium="image">
			<media:title type="html">19</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mave.files.wordpress.com/2009/01/20.jpg?w=128" medium="image">
			<media:title type="html">20</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>[Blog Action Day 2008]: Kemiskinan dan Tuberkulosis</title>
		<link>http://mave.wordpress.com/2008/10/15/blog-action-day-2008-kemiskinan-dan-tuberkulosis/</link>
		<comments>http://mave.wordpress.com/2008/10/15/blog-action-day-2008-kemiskinan-dan-tuberkulosis/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Oct 2008 15:58:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mina</dc:creator>
				<category><![CDATA[Health]]></category>
		<category><![CDATA[blog action day]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mave.wordpress.com/?p=204</guid>
		<description><![CDATA[Siapa sih yang mau miskin? Tidak ada, pastinya.
Anehnya, kalau ditanya: Siapa yang merasa miskin? Di jaman sekarang ini, mungkin banyak yang bersedia angkat tangan, karena mengaku miskin akan diganjar Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari pemerintah, dapat beasiswa pendidikan buat anak, dan gratis berobat di rumah sakit pemerintah. Ada juga yang ngaku-ngaku miskin bandwidth, jadi bisa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mave.wordpress.com&blog=48986&post=204&subd=mave&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://www.pekka.or.id/photo/video_i.html"><img class="alignright size-medium wp-image-206" title="strugling-with-shadows-weaving-a-future" src="http://mave.files.wordpress.com/2008/10/strugling-with-shadows-weaving-a-future.jpg?w=300&#038;h=213" border="0" alt="" hspace="9" vspace="9" width="300" height="213" /></a>Siapa sih yang mau miskin? Tidak ada, pastinya.<br />
Anehnya, kalau ditanya: Siapa yang merasa miskin? Di jaman sekarang ini, mungkin banyak yang bersedia angkat tangan, karena mengaku miskin akan diganjar Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari pemerintah, dapat beasiswa pendidikan buat anak, dan gratis berobat di rumah sakit pemerintah. Ada juga yang ngaku-ngaku miskin bandwidth, jadi bisa nebeng online dari rumahku hahahaha&#8230;. Selain itu, ada saja yang sudah kaya, namun karena selalu iri pada rumput tetangga, juga selalu berkeluh-kesah miskin.</p>
<p>Jadi jangan terlalu percaya kalo orang mengaku-aku miskin. Pemerintah menetapkan bahwa yang disebut <strong>miskin</strong> adalah ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan yang diukur dari sisi pengeluaran, dan <strong>penduduk miskin</strong> adalah penduduk yang mempunyai rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan. Apaan tuh Garis Kemiskinan (GK)? Aku tahunya Bawah Garis Merah aja, di Kartu Sehat bayi, hihihi&#8230;. Jadi, konon, GK itu terdiri dari Garis Kemiskinan Makanan (nilai pengeluaran kebutuhan minimum untuk makanan setara 2100 kalori/kapita/hari, yang diwakili oleh 52 komoditi bahan makanan) dan Garis Kemiskinan Bukan Makanan (nilai pengeluaran kebutuhan minimum untuk perumahan, sandang, pendidikan, dan kesehatan, yang diwakili oleh 47-51 komoditi). Disebut &#8220;tidak miskin&#8221; kalau pengeluarannya &gt; 1,5 GK.</p>
<p>Sekarang mari kita melihat angka-angkanya.<br />
Menurut <a href="http://www.bps.go.id/releases/files/eng-kemiskinan-01jul08.pdf?" target="_blank">BPS</a> melalui berita resminya, pada Maret 2008 jumlah penduduk miskin di Indonesia masih 15,42%, yang sebagian besar (63,47%) berada di pedesaan. Padahal target pemerintah, jumlah penduduk miskin hanya tinggal 12-14% pada tahun 2009. Data ini agak berbeda dengan perhitungan Bank Dunia, yang menyatakan bahwa separo populasi di Indonesia berada di bawah garis kemiskinan. Pada tahun 2008 Bank Dunia menetapkan kemiskinan adalah apabila pengeluaran di bawah $1,25 sehari. Sementara itu, Kalimantan Selatan termasuk propinsi dengan tingkat kemiskinan yang ketiga rendah di Indonesia (6,48% pada tahun 2008) sesudah Jakarta dan Bali.</p>
<p><a href="http://jakartabutuhrevolusibudaya.com/"><img class="alignleft size-medium wp-image-205" title="ha2100" src="http://mave.files.wordpress.com/2008/10/ha2100.jpg?w=300&#038;h=200" border="0" alt="" hspace="9" vspace="9" width="300" height="200" /></a>Berdasarkan kriteria Bank Dunia tersebut, 1,4 milyar orang di dunia menderita kemiskinan.  Menurut <a href="http://www.globalissues.org/article/4/poverty-around-the-world" target="_blank">UNICEF</a>, pada tahun 2005, 1 dari 2 anak di dunia berada dalam kemiskinan. Di negara yang sedang berkembang,  setiap 1 dari 3 anak tidak mempunyai tempat berteduh yang memadai, setiap 1 dari 5 anak tidak mempunyai akses pada air bersih, dan setiap 1 dari 7 anak tidak mempunyai akses pada pelayanan kesehatan. <a href="http://www.globalissues.org/article/715/today-over-26500-children-died-around-the-world" target="_blank">Akibatnya</a>, sebanyak 26.500-30.000 anak meninggal setiap hari karena kemiskinan.</p>
<p>Kemiskinan ini membawa orang kepada lingkaran setan. Karena miskin, maka nutrisinya kurang, sehingga perkembangan fisik dan mentalnya kurang baik, mudah lelah, dan rentan terhadap penyakit. Akibat miskin, akses pada pelayanan kesehatan berkualitas menjadi rendah, sehingga kesehatannya semakin terpuruk, tidak bisa mempertahankan pekerjaan, dan akhirnya menjadi pengangguran, dan mungkin berakhir pada keterpaksaan melakukan pencurian demi sedikit uang. Karena miskin, akses pada pendidikan sangat terbatas, padahal pendidikan adalah cara terbaik untuk melangkah keluar dari jerat kemiskinan suatu keluarga. Akibat miskin, tidak bisa memperoleh perumahan yang layak, sehingga rentan terhadap bahaya penyakit, kejahatan, sampai pungli. Begitulah, yang miskin semakin miskin. Habis itu, para penipu senang sekali menipu mereka yang sudah miskin dan kurang informasi ini. Menurut <a href="http://siteresources.worldbank.org/INTINDONESIA/Resources/Publication/280016-1152870963030/2753486-1165385030085/MSWPenglish_fullcover.pdf" target="_blank">data Bank Dunia</a> pada tahun 2006, malnutrisi terjadi pada 1 dari tiap 4 anak balita di Indonesia. Di antara anak usia 16-18 tahun pada 1/5 populasi termiskin di Indonesia, hanya 55% yang lulus SMP. Akses pada air bersih hanya 43% di pedesaan, dan 78% di perkotaan.</p>
<p><a href="http://www.results.org/website/article.asp?id=238" target="_blank">WHO menyebut</a> tuberkulosis, malaria, HIV/AIDS, campak, pneumonia, dan diare sebagai penyakit akibat kemiskinan, karena seringnya penyakit ini diderita oleh orang miskin, dan mengakibatkan kemiskinan mereka menjadi semakin parah, akibat biaya yang harus dikeluarkan untuk berobat dan kehilangan hari kerja pada saat sakit. <a href="http://tbcindonesia.or.id/pdf/Lembar_Fakta_TB.pdf" target="_blank">Saat ini</a> Indonesia menjadi negara penyumbang jumlah penderita tuberkulosis nomor tiga terbanyak di dunia sesudah India dan Cina. Kalau urusan begini, Indonesia pasti peringkat atas ya. Tuberkulosis menjadi penyebab kematian nomor 1 di antara penyakit menular lainnya dan nomor 3 dalam daftar 10 penyebab kematian utama di Indonesia. Ditemukan 500.000 kasus baru setiap tahun dan sekitar 300 pasien tuberkulosis meninggal setiap hari. Sebagian besar penderita TBC adalah penduduk pada golongan usia produktif (15-55 tahun). <a href="http://tbcindonesia.or.id/pdf/BPN_2007.pdf" target="_blank">Tuberkulosis </a>mengakibatkan 3-4 bulan waktu produktif hilang dan menyebabkan kehilangan 20-30% pendapatan setiap tahun, membuat keluarga miskin semakin terpuruk. Selain itu, stigma sosial yang ditimbulkannya juga menyulitkan bekas penderita tuberkulosis untuk kembali pada pekerjaannya.</p>
<p>Mengapa angka tuberkulosis dan kematian akibat penyakit ini masih terus tinggi, padahal Indonesia sudah mencanangkan strategi <em>Directly Observed Treatment Shortcourse</em> (DOTS) dari WHO, <em>case detection rate</em>-nya melebihi target WHO pada tahun 2006, dan biaya pengobatan sudah digratiskan melalui paket obat Kombipak di Puskesmas?</p>
<p>Ternyata beberapa  dari sekian banyak penyebabnya lagi-lagi ada kaitannya dengan kemiskinan:</p>
<ul>
<li>Pasien tidak berobat secara teratur karena keterbatasan aksesnya ke pusat pelayanan kesehatan. Tidak jarang keluarga miskin harus memilih antara menggunakan uang untuk transportasi ke tempat berobat atau menggunakannya untuk makan sehari-hari. Terapi tuberkulosis yang seharusnya harus teratur dan sampai selesai (6-8 bulan) menjadi terputus, sehingga infeksi akan berkembang kembali. Selain itu, terapi tuberkulosis yang tidak sesuai dosis dan tidak komplit akan memunculkan strain kuman tuberkulosis yang resisten terhadap obat tuberkulosis sendiri, sehingga perlu obat lini kedua yang cenderung lebih mahal, dan belum digratiskan. Sayangnya sampai saat ini data nasional tentang pasien yang resisten ini masih belum ada, tapi WHO <a href="http://tbcindonesia.or.id/pdf/Lembar_Fakta_TB.pdf" target="_blank">memperkirakan</a> angka nasional sekitar 2%.</li>
<li>Pasien berhenti berobat karena merasa obatnya membuat dirinya bertambah sakit. Obat-obat tuberkulosis Kombipak terdiri dari 4 jenis obat yang kadang menimbulkan efek samping mengganggu seperti mual, tidak nafsu makan, sakit sendi, kencing berwarna kemerahan, kesemutan, gangguan penglihatan, dan lain-lain. Informasi yang kurang dan tingkat pendidikan yang rendah menyebabkan pasien menghentikan obat.</li>
<li>Masalah higiene, pencahayaan, dan ventilasi rumah. Kuman tuberkulosis terkenal mampu bertahan hidup selama 20 tahun asalkan berada pada tempat yang gelap, lembab, dan jarang dibersihkan. Rumah yang tidak memenuhi syarat kesehatan, atau seperti yang disebut-sebut dalam kriteria rumah orang yang berhak mendapat BLT, akan meningkatkan penularan kuman ke anggota keluarga lain, sehingga satu keluarga tidak sembuh-sembuh dari tuberkulosis.</li>
<li>Masalah overcrowding. Tingginya jumlah anggota keluarga di sebuah rumah akan meningkatkan kontak dengan pasien. Kurangnya informasi dari tenaga kesehatan dan kurangnya pemahaman (sebagian karena tingkat pendidikan yang rendah) oleh pasien bahwa tuberkulosis aktif dengan adanya kuman pada dahak (BTA sputum positif) sangat menular, membuat terjadinya penularan cepat pada anggota keluarga yang lain. Seorang pengidap tuberkulosis dengan BTA positif bisa menularkan penyakit itu pada 10 sampai 15 orang dalam setahun. Pengobatan lebih dari 1 anggota keluarga  membuat mereka enggan berobat, walaupun obatnya gratis. Akibatnya terjadi fenomena ping-pong, anggota-anggota keluarga itu saling menginfeksi, apalagi apabila si pasien tidak mengkonsumsi obat secara teratur.</li>
<li>Kurangnya nutrisi. Seorang penderita tuberkulosis harus mendapat kalori yang tinggi, karena diit yang cukup dapat meningkatkan status gizi penderita dan meningkatkan kekebalan yang membantu mempercepat penyembuhan penyakit.  Kalau di ruang paru waktu saya koass dulu, saya lihat mereka mendapat jatah makanan Tinggi Kalori Tinggi Protein (TKTP) dengan ekstra telur dan susu. Bagaimana ketika pulang ke rumah, mereka yang untuk makan sehari-hari saja tidak 4 sehat 5 sempurna, disuruh memberikan makanan ekstra untuk si sakit?</li>
</ul>
<p>Sebenarnya pemerintah sudah membuat <a href="http://www.menkokesra.go.id/pdf/deputi6/snpk/snpk_gabungan.pdf" target="_blank">kebijakan </a>perbaikan bidang kesehatan yang pro kemiskinan, namun hasilnya memang belum signifikan:</p>
<ul>
<li> Pemerataan tempat pelayanan kesehatan sampai saat ini masih belum mencapai pelosok, sebagian besar karena infrastruktur jalan ke sana belum memadai. Tenaga kesehatannya, terutama dokter, jarang mau berada di tempat yang tidak ada fasilitas listrik, air bersih, dan sinyal telpon seluler. Kalaupun ada yang mau, sudah bisa dipastikan setiap ada undangan seminar di kota atau setiap akhir minggu dia akan dengan senang hati meninggalkan tempat bertugasnya (sering melihat ambulans Puskesmas parkir di mall?). Begitu masa tugasnya habis, dan karena umumnya para dokter daerah terpencil ini dapat prioritas untuk mengambil spesialis, tenaga kesehatannya akan segera berganti dengan yang baru, yang memerlukan waktu untuk memahami masalah kesehatan di wilayah tugasnya. Apalagi sejak tahun 2007 lalu dokter tidak lagi diwajibkan PTT untuk mendapatkan Surat Izin Praktek, makin jaranglah ada dokter di daerah pedesaan miskin, padahal untuk yang tetap mau PTT di daerah sangat terpencil boleh hanya sampai 6 bulan sampai 1 tahun saja, dengan tambahan insentif 5 juta sebulan di luar gaji, bayangkan. Bakal kaya raya karena toh tidak bisa dibelanjakan duitnya hahaha&#8230;. Oya, di tempat terpencil distribusi obatnya juga menyedihkan.</li>
<li> Kebijakan Kartu Sehat (KS) yang sayangnya banyak tidak mencapai sasaran yang tepat dan dana yang disediakan masih kurang memadai. Selain itu, memang banyak keluarga miskin beneran yang mengetahui adanya kebijakan ini, karena mereka biasanya miskin akses pada informasi, dan agak ngeri datang ke rumah sakit, takut disuruh bayar mahal, sehingga utilitas KS ini menjadi rendah. Selain itu, para pemegang KS biasanya diperlakukan dengan berbeda oleh tenaga kesehatan, karena dianggap berobat gratisan, padahal Pemerintah keluar duit banyak untuk mensubsidi rumah sakit untuk menangani pasien KS ini. Pelayanan di apotik juga dibedakan. Ah, orang Indonesia masih suka terpengaruh stigma sosial dan melihat orang dari penampilan luar.</li>
<li> Pemberdayaan masyarakat belum maksimal, dalam rangka meningkatkan masyarakat sendiri untuk melakukan promosi kesehatan, ya, sesuai dengan kalimat &#8220;lebih baik mencegah daripada mengobati&#8221;. Kabarnya banyak Posyandu tutup karena krisis kader. Dulu waktu saya masih praktek di sebuah klinik bersama yang dikelola oleh organisasi profesi, kita punya 10 kader yang dedikasinya boleh diacungi jempol. Sepenuhnya sukarela membantu di klinik, baik dalam promosi kesehatan sampai membantu beberes, sama sekali gak digaji, padahal mereka bukan orang kaya. Para kader ini sebenarnya bisa dilatih dan dimobilisasi untuk penyuluhan kesehatan pada penderita tuberkulosis berkaitan dengan pencegahan penularan, terapi obat, dan nutrisi.</li>
<li> Meningkatkan peran swasta dalam menyediakan layanan kesehatan untuk masyarakat miskin. Agak susah mengharapkan ini, karena rumah sakit swasta kan profit-oriented. Ada lo, rumah sakit swasta yang menolak pasien miskin.</li>
</ul>
<p>Agaknya untuk mengatasi masalah eradikasi tuberkulosis ini, diperlukan komitmen lebih besar dari pemerintah dan semua pemberi layanan publik, terutama untuk masyarakat miskin. Sumber masalah utama, yaitu kemiskinan, yang disebabkan oleh multifaktor, juga harus dieliminasi sampai ke akar-akarnya. Kedengarannya mustahil, tapi usaha ke arah sana pun layak dihargai. Seperti tahun lalu, saya menyarankan untuk memulai dari diri sendiri. Coba lirik ke <a href="http://site.blogactionday.org/poverty/fight-poverty/" target="_blank">sini</a>, anda akan menemukan 88 cara agar orang awam seperti kita bisa melawan kemiskinan.</p>
<p><a href="http://blogactionday.org"><img src="http://blogactionday.org/img/b4826174541bca87b42b5e37b6ca2ee7758a2f9b.jpg" border="0" alt="" hspace="9" align="right" /></a>Post ini dibuat untuk gerakan blogger global <a href="http://blogactionday.org/home">Blog Action Day 2008</a>, dan menyambut <em>International Day for the Eradication of Poverty</em> 17 Oktober 2008.</p>
<p>Pics diambil dari blog <a href="http://jakartabutuhrevolusibudaya.com/" target="_blank">Jakarta Butuh Revolusi Budaya</a> dan <a href="http://www.pekka.or.id/photo/video_i.html" target="_blank">situs Pekka</a>.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mave.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mave.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mave.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mave.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mave.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mave.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mave.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mave.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mave.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mave.wordpress.com/204/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mave.wordpress.com&blog=48986&post=204&subd=mave&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mave.wordpress.com/2008/10/15/blog-action-day-2008-kemiskinan-dan-tuberkulosis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>22</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">mave</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mave.files.wordpress.com/2008/10/strugling-with-shadows-weaving-a-future.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">strugling-with-shadows-weaving-a-future</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mave.files.wordpress.com/2008/10/ha2100.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">ha2100</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://blogactionday.org/img/b4826174541bca87b42b5e37b6ca2ee7758a2f9b.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Daddy-Long-Legs (Kidari ajeossi)</title>
		<link>http://mave.wordpress.com/2008/08/17/daddy-long-legs-kidari-ajeossi/</link>
		<comments>http://mave.wordpress.com/2008/08/17/daddy-long-legs-kidari-ajeossi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 17 Aug 2008 12:49:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mina</dc:creator>
				<category><![CDATA[Movie]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mave.wordpress.com/?p=197</guid>
		<description><![CDATA[HATI-HATI: spoiler.
Daddy-long-legs. Mengingatkan kita pada sebuah novel oleh Jean Webster berjudul sama. Aku sendiri tidak pernah membaca novelnya, namun pernah membaca adaptasinya berupa komik atau cerpen, aku lupa. Cerita aslinya sederhana: Seorang anak perempuan yatim-piatu yang tinggal di panti asuhan beruntung memperoleh seseeorang tak dikenal yang mau membiayai sekolahnya sampai perguruan tinggi, sehingga dia menjadi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mave.wordpress.com&blog=48986&post=197&subd=mave&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://mave.files.wordpress.com/2008/08/daddy-long-legs.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-198" src="http://mave.files.wordpress.com/2008/08/daddy-long-legs.jpg?w=210&#038;h=300" border="0" alt="" hspace="9" width="210" height="300" /></a><span style="color:#ff0000;"><strong>HATI-HATI: spoiler.</strong></span></p>
<p><strong>Daddy-long-legs</strong>. Mengingatkan kita pada sebuah novel oleh <em>Jean Webster </em>berjudul sama. Aku sendiri tidak pernah membaca novelnya, namun pernah membaca adaptasinya berupa komik atau cerpen, aku lupa. Cerita aslinya sederhana: Seorang anak perempuan yatim-piatu yang tinggal di panti asuhan beruntung memperoleh seseeorang tak dikenal yang mau membiayai sekolahnya sampai perguruan tinggi, sehingga dia menjadi penulis. Penolongnya ini tidak mau memberitahu identitas, namun anak itu diizinkan menulis surat padanya setiap bulan, dialamatkan kepada Mr John Smith, dan tidak akan pernah dibalas. Julukan Daddy-long-legs muncul karena anak itu pernah melihat sekilas penolongnya dari belakang, dan dia tahu penolongnya itu tinggi dan mempunyai tungkai yang panjang. Sesudah anak itu berhasil dalam karirnya, akhirnya dia menemukan penolongnya.</p>
<p>Nah, Daddy-long-legs (<a href="http://www.imdb.com/title/tt0453125/" target="_blank">Kidari ajeossi</a>) yang ini adalah sebuah film drama Korea yang dirilis tahun 2005, dan tidak begitu terkenal. Pemain utamanya adalah <a href="http://wiki.d-addicts.com/Yeon_Jung_Hoon" target="_blank">Yeon Jeong-hun</a> dan <a href="http://www.hancinema.net/korean_Ha_Ji-won.php" target="_blank">Ha Ji-won</a> (kita mengenalnya sebagai Lee Soojung dalam miniseri TV <a href="http://www.imdb.com/title/tt0482854/" target="_blank">Memories of Bali</a>). Ide dasarnya sama. Ha Ji-won, yang dalam film ini berperan sebagai <strong>Young-mi</strong>, adalah anak yatim-piatu. Seseorang yang tidak dikenal telah mengiriminya alat-alat sekolah dan membayarkan segala keperluannya sampai dia berhasil lulus kuliah. Usahanya untuk menemukan orang itu tidak pernah berhasil, dan akhirnya Young-mi menyadari bahwa cara berterima kasih yang paling baik adalah dengan berusaha keras agar berhasil mencapai yang terbaik.</p>
<p>Sesudah lulus, Young-mi bekerja di sebuah stasiun lokal, dan sesudah beberapa lama, pindah ke sebuah radio nasional dan menjadi penulis program utama di sana. Kemudahan terus menyertainya, dia diizinkan tinggal gratis di sebuah rumah yang bagus di dekat stasiun radio. Penghuni rumah tersebut sedang berobat, sehingga rumah itu kosong. Di dinding kamar kerjanya banyak terdapat memo tentang kehidupan si pemilik rumah. Di dinding juga terdapat pahatan kayu wajah pemilik rumah dari samping, seorang wanita cantik berkepang.</p>
<p>Suatu hari, ketika sedang menggunakan komputer di rumah itu, sebuah email masuk. Ternyata email itu ditulis beberapa waktu yang lalu oleh si pemilik rumah yang diset untuk terkirim kepada dirinya sendiri di masa datang. Iseng-iseng membacanya, ternyata itu adalah semacam autobiografi bersambung sang pemilik rumah, yang menderita penyakit yang menggerogoti memorinya, dan suatu hari juga akan mengambil nyawanya. Email-email tersebut bercerita tentang cinta tak terbalas si penulis kepada seseorang di masa sekolahnya, yang terus diikutinya sampai mereka berdua bekerja di stasiun radio yang sama. Sampai email terakhir, dan sampai si pemilik rumah itu harus berobat, dirinya bahkan tidak pernah dikenal oleh orang yang dicintainya. Walaupun demikian, si penulis tidak ingin suatu hari dirinya melupakan orang yang dicintainya, sehingga dia menulis banyak memo dan menulis banyak email untuk dirinya sendiri, untuk mengingatkannya apabila semua sudah dia lupakan. Semua detil cerita ini digambarkan dalam adegan-adegan yang mendetil pula, seperti film dalam film, dimainkan oleh <a href="http://wiki.d-addicts.com/Park_Eun_Hye" target="_blank">Park Eun-hye</a> (yang menjadi Lee Yeon-seng, sahabat Dae Jang-geum, dalam serial drama <a href="http://www.imbc.com/broad/tv/drama/daejanggum/index.html" target="_blank">A Jewel in the Palace</a>) sebagai perempuan pemilik rumah, dan <a href="http://wiki.d-addicts.com/Hyun_Bin" target="_blank">Hyun-bin</a> sebagai laki-laki yang dicintainya.</p>
<p>Young-mi merasa tersentuh dan menganggap cerita ini layak disiarkan di radio tempatnya bekerja, sekaligus berharap,  orang yang dicintai si pemilik rumah mendengar cerita itu dan suatu hari akan mau menjumpai si pemilik rumah. Young-mi juga yakin bahwa orang yang dicintai si penulis itu bekerja di stasiun radio tempat Young-mi bekerja saat ini.</p>
<p>Sementara itu, Young-mi menyukai seorang pemuda penjaga perpustakaan, <strong>Kim Jun-ho</strong> (Yeon Jeong Hun), pemuda yang sangat sopan dan baik hati. Sesudah beberapa lama berpacaran, Young-mi menemukan sebuah jam pasir, mengingatkannya pada jam pasir yang dimiliki orang yang dicintai si pemilik rumah. Young-mi menduga, akhirnya dia menemukan laki-laki yang disebut dalam email. Merasa tidak enak hati, Young-mi memutuskan hubungan dengan Jun-ho tanpa penjelasan.</p>
<p>Belakangan Young-mi mengetahui bahwa keberhasilannya masuk stasiun radio nasional dan kemudahannya memperoleh tempat tinggal sebenarnya diatur oleh seseorang, yaitu sang produser, yang diduganya adalah sang Daddy-long-legs. Ternyata, Daddy-long-legs adalah saudara laki-laki sang produser yang sudah kehilangan memori masa lalunya dan sekarang bekerja di perpustakaan, Jun-ho. Cerita dalam email itu adalah cerita kehidupan Jun-ho, dan orang yang dicintai Jun-ho dan tidak pernah menyadari keberadaan diri Jun-ho adalah Young-mi sendiri. Keindahan film ini terletak di sini, adegan-adegan yang tadinya dimainkan oleh Park Eun-hye dan Hyun-bin diputar ulang persis sama, namun dengan aktor yang berbeda dan jenis kelamin berbeda. Yang tadinya dimainkan oleh Park Eun-hye, sekarang dimainkan oleh Jun-ho, dan yang tadinya dimainkan oleh Hyun-bin sekarang dimainkan oleh Young-mi. Membuat kita terhenyak atas kebodohan kita selama ini. Pemilik rumah yang didiami Young-mi adalah Jun-ho sendiri.</p>
<p>Tentu saja, sekarang Young-mi harus berkejaran dengan waktu, usia Jun-ho sudah tidak panjang. Apakah yang dilakukan Young-mi? Apakah Jun-ho mengenalinya sebagai anak perempuan yang dicintainya dulu? Sebuah drama yang sangat menyentuh dan sanggup membuatmu menitikkan air mata.</p>
<p>Mengapa kisah-kisah cinta Korea tidak cengeng, tetapi mampu membuat penontonnya jadi cengeng dan terkenang-kenang sampai lama? Latar belakang tokoh-tokohnya jarang diceritakan dengan jelas. Dasar ceritanya biasanya sederhana. Tokoh-tokohnya tidak terlalu cantik atau tampan, bagian awal dan tengah film  terasa panjang dan membosankan, akting pemain-pemainnya terasa sangat standar dan datar. Namun kejutan pada sepertiga akhir benar-benar membuat film ini layak ditonton.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/mave.wordpress.com/197/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/mave.wordpress.com/197/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mave.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mave.wordpress.com/197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mave.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mave.wordpress.com/197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mave.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mave.wordpress.com/197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mave.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mave.wordpress.com/197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mave.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mave.wordpress.com/197/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mave.wordpress.com&blog=48986&post=197&subd=mave&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mave.wordpress.com/2008/08/17/daddy-long-legs-kidari-ajeossi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>33</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">mave</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mave.files.wordpress.com/2008/08/daddy-long-legs.jpg?w=210" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>My Pet Peeves While Travelling By Plane</title>
		<link>http://mave.wordpress.com/2008/07/15/my-pet-peeves-while-travelling-by-plane/</link>
		<comments>http://mave.wordpress.com/2008/07/15/my-pet-peeves-while-travelling-by-plane/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Jul 2008 01:57:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mina</dc:creator>
				<category><![CDATA[Culture]]></category>
		<category><![CDATA[Travelling]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mave.wordpress.com/?p=193</guid>
		<description><![CDATA[Tidak kenal budaya antri. Terutama antri di loket check-in. Juga antri pas boarding. Antri pas turun pesawat. Sayang sekarang sudah tidak sepanas dulu hihihi. Dulu kalo disalip pas antri di bank, saya tarik kerah bajunya (Mana ada cowok akan memukul cewek? Yang penting buat keributan biar dia malu). Entah bagaimana ya kalau naik AirAsia yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mave.wordpress.com&blog=48986&post=193&subd=mave&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://mave.files.wordpress.com/2008/07/plane1.gif"><img class="alignleft size-medium wp-image-194" src="http://mave.files.wordpress.com/2008/07/plane1.gif?w=198&#038;h=158" border="0" alt="" hspace="9" vspace="9" width="198" height="158" /></a>Tidak kenal budaya antri. Terutama antri di loket check-in. Juga antri pas boarding. Antri pas turun pesawat. Sayang sekarang sudah tidak sepanas dulu hihihi. Dulu kalo disalip pas antri di bank, saya tarik kerah bajunya (Mana ada cowok akan memukul cewek? Yang penting buat keributan biar dia malu). Entah bagaimana ya kalau naik AirAsia yang katanya tanpa nomor tempat duduk (apakah ini benar atau hanya gosip?). Jangan-jangan kayak naik busway ya.</p>
<p>Penjaga loket check-in super jutek. Saya tahu saya telat. Tapi tidak perlu diomelin karena mestinya dia tahu betapa saya sudah mengomeli diri sendiri sepanjang perjalanan ke bandara.</p>
<p>Teman seperjalanan yang suka santai. Datang pas jam check-in hampir lewat. Padahal dia yang bawa semua tiket.</p>
<p>Airlines yang suka melakukan overbooking. Teman saya pernah mengalaminya. Sebagai orang yang sabar dan jadi pengantri terakhir karena terus-menerus disalip orang, akhirnya dia tiba di check-in counter pada saat pesawat sudah penuh, padahal dia sudah pegang tiket yang sudah confirmed. ternyata kata teman saya yang punya keluarga yang bekerja di airline, memang selalu dilakukan overbooking, karena katanya tidak pernah 100% datang. Hmm&#8230; aneh.</p>
<p>Semua juga gak suka hal ini: pesawat delay. Enak sih kalo pas di bandara yang nyaman. Kalau pas di bandara yang kecil dan tidak ada tempat atau sarana menghibur diri (toko buku, misalnya), sediiiih deh.</p>
<p>Orang sok pejabat yang merasa bahwa peraturan itu dibuat hanya untuk rakyat jelata. Mereka merokok di bawah tanda Tidak Boleh Merokok. Yang kalau saya tegur hanya menatap saya dengan tatapan meremehkan.</p>
<p>Kru pesawat memberikan sapaan ramah &#8220;Selamat Pagi&#8221; atau &#8220;Terima kasih&#8221;, sementara para penumpang yang naik atau turun sama sekali tidak menyahut. Bahkan tersenyum atau menganggukkan kepala pun tidak.</p>
<p>Orang yang berkeras bahwa kursi yang didudukinya memang sudah sesuai dengan nomor kursi di boarding passnya. Dan menuduh bahwa kitalah yang salah. Waktu diminta melihat boarding passnya, menuduh kita menganggapnya bodoh gak bisa membaca (membuatku jadi ikut berpikir apakah dia memang tidak bisa membaca angka). Sesudah dibantu pramugari, masih saja menggerutu sambil pindah. Oh, ya, ini juga sering terjadi di bioskop. Mungkin di seri Pet Peeves berikutnya.</p>
<p>Membawa tas besar-besar, lalu menjejalkannya ke dalam tempat bagasi tanpa mempedulikan apakah barang orang lain jadi penyet.</p>
<p>Menaikkan kedua kaki ke atas kursi.</p>
<p>Menumpangkan kaki, dan mengarahkan telapak kaki (yang tidak semuanya patut ditampilkan) ke arah kita.</p>
<p>Anak-anak kecil borju yang jelas merasa berada di dunia yang levelnya lebih tinggi dari penumpang lainnya. Terus mengoceh dengan suara keras tentang: &#8220;Pah, kok bisa sih kita tidak duduk di kelas Bisnis?&#8221; &#8220;Makanannya gak enak gini?&#8221; &#8220;Tar kita nginapnya di Hyatt kan, pah?&#8221; &#8220;Kapan kita ke Singapur lagi, Pah?&#8221;</p>
<p>Businessman sok eksekutif yang rupanya tidak dapat kursi di kelas Bisnis dan terpaksa harus duduk di kelas Ekonomi (tapi memesan dua kursi sekaligus, yang satu untuk tasnya yang rupanya sangat mahal dan berharga, sampe harus dipasangi seatbelt) sambil terus menerus mendesah-desah dan menatap arloji berkali-kali.</p>
<p>Mengajak ngobrol hal-hal pribadi seperti: &#8220;Rumahnya di mana?&#8221; Yang ketika dijawab secara general, masih diikuti dengan pertanyaan: &#8220;Tepatnya di jalan apa?&#8221;</p>
<p>Smelly, entah itu BB, bau minyak angin, bau balsem, bau parfum yang menyengat, bau baju yang tidak diganti berhari-hari, dan segala bau lainnya yang mengganggu.</p>
<p>Cowok-cowok yang pedekate di pesawat. Padahal jelas bertampang sudah punya keluarga. Seorang perempuan ramah duduk di sebelah seorang bapak-bapak. Perempuan itu dengan ramah mengajak mengobrol. Bapak-bapak itu rupanya menganggap ini sinyal tertarik. Setelah pesawat berjalan setengah jam, si Bapak-bapak tiba-tiba merogoh-rogoh kantong dan berdiri, melihat kursi, lalu bertanya pada si perempuan: &#8220;Lihat hape saya gak?&#8221; Perempuan: &#8220;Saya lihat tadi pas saya duduk, bapak lagi megang hape, terus gak tahu disimpan di mana.&#8221; Bapak-bapak: &#8220;Missed call-in hape saya dong, aduh, di mana ya jatuhnya?&#8221;<br />
Sunyi beberapa detik.<br />
Perempuan: &#8220;Kan gak boleh menelpon di pesawat.&#8221;<br />
Bapak-bapak: &#8220;Oh iya ya.&#8221; Sambil merogoh-rogoh lagi. Dan akhirnya menemukan hapenya di kantong jaketnya.<br />
Dasar. Mestinya trik ini dilakukan pas sudah turun. Huh!<br />
Oya, perempuan ramah itu bukan saya.</p>
<p>Pramugari kasar. Ini, seperti biasa, terjadi di beberapa airlines tertentu yang kita semua sudah tahu. Tas bagasi dilemparkan, sergahan kasar, melempar Aqua ke pangkuan (emang di kereta?). Bahkan di airlines sekelas Garuda pun, pernah seorang teman (untung saya tidak pernah mengalami) bercerita bahwa dia disodori gelas dengan tangan menutup mulut gelas (tidak dengan default: memegang gelas di badan gelas atau menyerahkan gelas dengan beralas baki). Ketika teman saya menegur dengan sopan, si pramugari menjawab kasar: &#8220;Terserah saya, dong.&#8221; Saya tahu mereka tentu lelah, tetapi pramugari, sama halnya dengan dokter dan perawat di UGD, adalah pintu depan badan usaha tempat mereka bekerja, Gak peduli capek, ngantuk, harus selalu ramah walau klien menyebalkan dan sok.</p>
<p>Pernah memperhatikan bagaimana kondisi pesawat ketika penumpang sudah turun? Saya suka turun paling akhir (kecuali kalo sampai di bandara Banjarmasin dan kebetulan memasukkan bagasi lebih dari satu), dan melihat bahwa kita memang jorok. Koran-koran, gelas, tissue, bekas makan, bungkus kripik, berhamburan di lantai. Kenapa tidak diletakkan dengan rapi di kursi atau di kantong belakang kursi? Ini juga terjadi di Garuda.</p>
<p>Satu pesawat dengan rombongan kru artis. Bagasi mereka begitu banyak dan rupanya sudah bayar pada petugas bagasi agar diprioritaskan (pastinya), sehingga menunggu bagasi di bagian Kedatangan bisa lebih dari sejam.</p>
<p>Satu pesawat dengan rombongan Umrah yang baru pulang dari Tanah Suci Mekkah. Senang melihat mereka begitu bahagia habis datang dari Tanah Suci. Tapi tidak lagi begitu kita mengambil bagasi. Mereka kan membawa Air Zam-zam yang dimasukkan ke bagasi. Yang dibungkus dengan plastik tahan bocor bertuliskan SafeWrap. Yang tidak seperti namanya ternyata sama sekali tidak tahan bocor. Setiap kali saya mengingatkan diri untuk mengepak semua bagasi saya dengan plastik (tersedia di Bandara Soekarno-Hatta), terutama kalau bawa paket buku, tapi setiap kali lupa sesudah sampai bandara. Ya, bagasi saya dan kotak buku saya basah kuyup <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Setiap orang yang memasukkan barang ke dalam bagasi mestinya tahu bahwa cairan itu tidak boleh dimasukkan sebagai bagasi ataupun diletakkan di kotak bagasi di atas kepala. Ada saja yang tidak peduli. Bagasi saya pernah berlumuran cairan lengket yang ternyata adalah madu.</p>
<p>Pas mencari troli, habis dipegang semua oleh portir. Ini terutama terjadi di bandara Banjarmasin. Atau habis dipegang keluarga penjemput orang datang Umrah, karena mereka kan biasanya bawa barang segambreng. Oya, katanya khasnya kalo ada orang Banjar naik pesawat tuh, pasti bawaannya banyaaaaak banget, banyak dus-dus, tas tambahan, belum yang dijunjung naik pesawat. Hehehe&#8230; itu mungkin karena traveller tertinggi dari Banjarmasin adalah pedagang. Dan kalo di Bandara Jakarta menjinjing-jinjing Dunkin&#8217; Donuts dan Rotiboy segambreng, hampir bisa dipastikan tujuannya ke Banjarmasin, karena di Banjarmasin gak ada yang jual donat dan Rotiboy. Oya, denger-denger di Padang juga gak ada.</p>
<p>Fiiuh&#8230;. ain&#8217;t I feel bitchy today. Now back to work.</p>
<p>Pics taken from <a href="http://www.traveldoctor.co.uk/flights.htm">The Travel Doctor</a>.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/mave.wordpress.com/193/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/mave.wordpress.com/193/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mave.wordpress.com/193/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mave.wordpress.com/193/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mave.wordpress.com/193/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mave.wordpress.com/193/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mave.wordpress.com/193/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mave.wordpress.com/193/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mave.wordpress.com/193/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mave.wordpress.com/193/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mave.wordpress.com/193/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mave.wordpress.com/193/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mave.wordpress.com&blog=48986&post=193&subd=mave&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mave.wordpress.com/2008/07/15/my-pet-peeves-while-travelling-by-plane/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>26</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">mave</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mave.files.wordpress.com/2008/07/plane1.gif?w=198" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Minat Baca Warga Kalsel Rendah (?)</title>
		<link>http://mave.wordpress.com/2008/06/27/minat-baca-warga-kalsel-rendah/</link>
		<comments>http://mave.wordpress.com/2008/06/27/minat-baca-warga-kalsel-rendah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Jun 2008 02:50:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mina</dc:creator>
				<category><![CDATA[Culture]]></category>
		<category><![CDATA[book]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mave.wordpress.com/?p=190</guid>
		<description><![CDATA[Judul di atas adalah salah satu headline di halaman Radar Banua di harian Radar Banjarmasin kemaren (26 Juni 2008). Sering menjadi pendapat umum bahwa minat baca orang Banjar, atau warga Kalsel, atau bahkan orang Indonesia rendah, entah dari mana mereka menyimpulkan hal itu. Saya selalu tergelitik (baca: tersinggung) kalau ada pernyataan seperti ini. Kenapa? Minat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mave.wordpress.com&blog=48986&post=190&subd=mave&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://mave.files.wordpress.com/2008/06/library.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-191" src="http://mave.files.wordpress.com/2008/06/library.jpg?w=243&#038;h=300" border="0" alt="" hspace="9" vspace="9" width="243" height="300" /></a>Judul di atas adalah salah satu headline di halaman Radar Banua di harian <strong>Radar Banjarmasin</strong> kemaren (26 Juni 2008). Sering menjadi pendapat umum bahwa minat baca orang Banjar, atau warga Kalsel, atau bahkan orang Indonesia rendah, entah dari mana mereka menyimpulkan hal itu. Saya selalu tergelitik (baca: tersinggung) kalau ada pernyataan seperti ini. Kenapa? Minat baca rendah identik dengan pengetahuan yang kurang luas dan tidak mutakhir. Bermuara pada kebodohan. Siapa yang mau dibilang begitu?</p>
<p>Saya teruskan membaca paragraf-paragraf di bawah headline tersebut. Maklum, dengan ledakan informasi baru setiap hari, saya terbiasa hanya membaca berita koran yang headline-nya menarik.</p>
<p style="padding-left:30px;"><em>Dibandingkan dengan masyarakat Pulau Jawa, maka minat baca warga Kalsel terhitung masih rendah. Pendapat di atas diutarakan Kabid Pelestarian dan Pelayanan Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (Bapustarda) Kalsel, Drs. Ridwan Map.</em></p>
<p>Oh, mungkin beliau menilainya pasti dari angka kunjungan perpustakaan dan jumlah transaksi harian di perpustakaan daerah akhir-akhir ini. Oh ya, betul, di paragraf di bawahnya dikatakan kunjungan hanya 70-80/hari. Hmmm&#8230; sebelum membahas itu, saya ingin mengenang tentang perpustakaan-perpustakaan dan taman bacaan di kota Banjarmasin pada dekade-dekade lalu.</p>
<p>Duluuu sekali, waktu saya masih SD sampai SMA (mungkin juga pas saya kuliah), semua Perpustakaan di kota Banjarmasin adalah tempat kunjung favorit saya.</p>
<p>Dimulai dari <strong>Perpustakaan Balai Wartawan</strong> yang dulunya berada tepat di lokasi halaman Hotel Batung Batulis sekarang (yang ada Rumah Makan Wong Solo). Saya dulu pulang sekolah selalu singgah dulu di kantor my mom di Departemen Agama Kodya Banjarmasin yang dulunya masih menghadap ke Jalan S. Parman (sekarang sudah menghadap ke Jalan Pulau Laut). Setiap habis makan siang, saya, my mom, dan teman my mom akan meneruskan melangkah ke Perpustakaan Balai Wartawan yang menurut saya dulu arsitekturnya bagus sekali. Sepanjang sisi luarnya yang melingkar terdapat teras. Pintunya menghadap agak serong ke arah jembatan dekat Mesjid Sabilal Muhtadin sekarang, namun sepanjang dindingnya berupa jendela kaca, sehingga perpustakaan itu terang-benderang. Buku favorit saya waktu itu adalah <strong>Dongeng Hans Christian Andersen</strong> yang terdiri dari beberapa jilid buku tipis, dengan ilustrasi yang sangat indah (membuat saya sampai sekarang senang dengan buku yang mempunyai ilustrasi bagus), dan <strong>Si Penidur,</strong> entah siapa pengarangnya, saya sudah lupa. Pada waktu itu saja, bukunya sudah berlubang-lubang hasil kreativitas hewan pelubang buku hihihi&#8230;. Perpustakaan ini beserta Balai Wartawannya kemudian dihancurkan, dan perpustakaannya pindah ke Pasar Baru. Sekarang Perpustakaan itu sudah tidak ada lagi di sana, entah pindah ke mana.</p>
<p>Pada waktu saya SMP dan SMA, perpustakaan favorit saya tentu saja perpustakaan sekolah dan Perpustakaan Daerah di Jalan Pierre Tendean (Pacinan kalo kita dulu menyebutnya).  Counter peminjaman di Perpustakaan sekolah di SMPN 2 Seroja Banjarmasin dulu dikepalai oleh seorang ibu-ibu gemuk yang baik hati dan selalu menyimpankan buku baru untuk para fans beliau. Karya Agatha Christie, Trio Detektif, Tintin, Lima Sekawan, Pasukan Mau Tahu, Malory Towers, Noni, Astrid, sampai buku wayang dan banyak lagi saya peroleh dari sana. Saya sampai bersedia tidak jajan asal dapet minjam buku baru. Saingan waktu meminjam buku ini banyak sekali, sampai sekarang mereka semua masih jadi sahabat saya.</p>
<p>Jaman saya SMA, Perpustakaan SMAN 2 Banjarmasin juga mempunyai angka kunjungan yang sangat tinggi. Tersedia mulai dari segala ensiklopedi menarik yang serius-serius sampai terbitan Disney, majalah-majalah berbahasa asing (yang walau tidak mengerti artinya, tapi gambarnya bagus-bagus), sampai, tentu saja fiksi, baik berupa sastra Indonesia sampai fiksi terjemahan. Sastra Indonesia dulu cukup disukai, karena dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, sering diberi tugas menulis tokoh dan plot cerita, sehingga waktu saya SMA dulu, kita semua fasih sekali kalau suka mendadak ditunjuk menjelaskan sebuah karya terkenal dari penulis sastra Indonesia. Tidak tahu sekarang apa masih begitu. (Gara-gara ini, saya sampai tertarik dengan ilmu bahasa dan sastra, bahkan sampai sekarang.) Selain itu, jaman saya di sana, oleh Depdiknas (mungkin) diberlakukan Perpustakaan Bergulir, jadi setiap beberapa minggu, ada koleksi buku yang berpindah-pindah dari 1 perpustakaan sekolah ke perpustakaan sekolah lain. Buku-buku ini rata-rata buku baru, sehingga selalu ada koleksi baru untuk dibaca. Saya kenal serial Musashi, Senopati Pamungkas dan buku-buku Pearl S. Buck melalui perpustakaan bergulir ini. Saking nyamannya perpustakaan sekolah, dulu kalau ada waktu kosong, murid-murid duduk-duduk di perpustakaan. Kalau tidak membaca, kita menonton siaran TPI yang dulu masih menyiarkan acara-acara pendidikan.</p>
<p><strong>Perpustakaan Daerah</strong> di Jalan Pierre Tendean berada di sebuah bangunan gelap gulita. Waktu itu buku-bukunya belum banyak, mungkin karena sebagian disiapkan untuk Perpustakaan Daerah yang lebih besar di Pal 6 yang waktu itu baru dibangun. Tetapi koleksinya cukup menarik bagi saya, sayangnya buku-bukunya begitu banyak yang rusak dan robek-robek.</p>
<p>Ketika Perpustakaan Daerah di Pal 6 akhirnya dibuka, saya lebih suka ke sana, dan akhirnya yang di Jalan Pierre Tendean ditutup. Bangunan Perpustakaan Daerah yang di Pal 6 bagus sekali, berbentuk rumah Banjar, dengan jendela-jendela tinggi. Sekitar bangunan itu tidak ada apa-apa, kecuali tanah kosong dan persawahan penduduk, sehingga kalau membaca dekat jendela, enak sekali, karena terasa angin segar sepoi-sepoi bertiup masuk, selain ruangan yang terang-benderang karena banyak cahaya masuk. Lantai terbawah untuk referensi, sedang lantai 2 untuk buku-buku yang bisa dipinjam. Favorit saya di perpustakaan ini adalah <strong>Reader&#8217;s Digest Condensed Books</strong>, kumpulan buku-buku populer dari pengarang terkenal yang dalam bentuk abridged (saya membaca <strong>To Kill A Mockingbird</strong>-nya <em>Harper Lee</em> dan <strong>Agony &amp; Ecstas</strong>y-nya <em>Irving Stone</em> dari salah satu buku RD ini). Saat itu ruang bacanya sangat nyaman.</p>
<p>Bagaimana sekarang? Saya tidak tahu bagaimana perpustakaan sekolah jaman sekarang. Tetapi kalau melihat angka kunjungan perpustakaan kampus tempat saya bekerja, angka kunjungan dan transaksi cukup memprihatinkan. Mengapa memprihatinkan? Mahasiswa mengatakan koleksinya sangat tidak up-to-date. Kalaupun ada buku-buku baru, hanya tersedia 1 biji, sehingga menjadi buku referensi yang tidak boleh dibawa pulang. Sesudah itu, kilah mereka, dalam bahasa Inggris pula (!). [Entah ini menunjukkan bahwa kita perlu menyiapkan anak didik kita sejak SD untuk mau dan mampu membaca teks berbahasa Inggris, atau ini menunjukkan bahwa perlu ditingkatkan penerjemahan buku-buku ilmiah mutakhir yang berkualitas]. Belum bukunya sudah dicari, katanya, tidak sesuai katalog. Ini berlaku untuk perpustakaan di fakultas, maupun di universitas.</p>
<p>Bagaimana dengan Perpustakaan Daerah yang selalu saya bangga-banggakan kalau bercerita pada teman-teman dari luar daerah itu? Sepupu saya, yang tahun lalu mencari bahan untuk menyelesaikan skripsinya dengan membolak-balik buku-buku koleksi Perpustakaan Daerah Pal 6 mengatakan kepada saya: &#8220;Hih, kotor, kak! Masak ada t*i tikus di mana-mana, di kursi, di buku, di lantai&#8221; Oh Tuhan. Sudah koleksinya menyedihkan, kotor pula. Apa mereka tidak mempunyai petugas kebersihan? Apa itu berarti para staf jarang melongok ke rak buku dan ruang baca? Lalu apa dong yang mereka lakukan? Tidak heran angka kunjungan rendah, bukan? Dalam mimpi saya tentang negara utopis, toko buku dan perpustakaan ditangani oleh orang-orang terbaik dengan gaji di level atas. Mereka adalah orang-orang terpilih yang luas pengetahuannya dan pandai berkomunikasi, serta mencintai buku.</p>
<p>Balik lagi ke minat baca yang rendah yang dikaitkan dengan angka kunjungan perpustakaan yang rendah. Saya menganggap minat baca di sini adalah minat baca secara umum terhadap semua bahan bacaan. Bagaimana kita menilai minat baca? Tidak dari kunjungan atau transaksi peminjaman di perpustakaan, selama perpustakaannya masih belum mampu memuaskan keinginan konsumen pembaca. Angka itu hanya memenuhi sebagian kecil pembaca buku. Minat baca juga bisa dilihat dari:</p>
<ul>
<li>Angka penjualan buku di toko-toko buku. Yang mempunyai uang akan langsung ke toko buku untuk membeli buku terbaru, tidak akan menunggu perpustakaan menyediakannya</li>
<li>Jumlah transaksi peminjaman buku di taman bacaan dan rental buku. Taman bacaan dan rental buku ini terkenal sangat sensitif pada buku yang populer, yah, tentu saja, sebagian besar berupa fiksi dan komik.</li>
<li>Jumlah pelanggan koran dan majalah di agen-agen.</li>
<li>Transaksi belanja buku online yang dilakukan dengan kartu kredit dan debit yang pemiliknya beralamat di Banjarmasin/Kalsel. Toko buku di Banjarmasin, apalagi Kalsel, isa dihitung dengan jari. Apalagi harga buku yang dijual di sini jauuuh lebih mahal dibanding harga buku yang sama yang dijual di toko buku di Jawa. Toko buku online memberikan opsi yang lebih menarik dengan diskon-diskonnya yang besar-besaran.</li>
<li>Jumlah peminjam buku dari koleksi buku saya (-lirik mereka-) hihihi. Tidak, kok, koleksi saya sedikit sekali, cuma kebetulan saja akhir-akhir ini dapat buntelan gratis.</li>
</ul>
<p>Saya sangat yakin kalau angka-angka tersebut bisa ditelusuri, terbukti bahwa  orang Kalsel itu suka membaca.</p>
<p>Terlepas dari apakah betul atau tidak minat baca orang Kalsel itu rendah, kalau konteksnya adalah perpustakaan, bagaimana agar kunjungan perpustakaan bisa tinggi? Mulai dari yang gampang-gampang dulu saja deh.</p>
<ul>
<li>Jaga kebersihan dan kenyamanan perpustakaan. Tidak perlu ruangan keren ber-AC (konon, suhu tertentu akan merusak buku, silakan baca di <a href="http://www.nedcc.org/resources/leaflets/2The_Environment/01BasicGuidelines.php" target="_blank">sini</a> dan di <a href="http://www.religioustolerance.org/mildew.htm" target="_blank">sini</a> tentang pengaruh suhu, kelembaban dan cahaya terhadap buku) dengan rak-rak modern dan kursi-kursi sofa yang nyaman ala cafe buku. Cukup bersih dan tidak berdebu. Kalau kotor dan masuk perpustakaan saja kita jadi gatal-gatal dan bersin-bersin, bagaimana bisa suka ke sana?</li>
<li>Pemeliharaan buku. Buku yang rompal-rompal, kuning-coklat-merah bekas makanan, atau keriting karena basah sangat tidak menarik. Perlu ada penjadwalan pemeliharaan buku, misalnya setiap 2 bulan sekali, untuk menemukan buku-buku yang rusak, agar bisa diperbaiki atau dijilid ulang.</li>
<li>Katalogisasi yang up-to-date. Walaupun masih berbentuk lemari katalog, belum digital, selama selalu dimutakhirkan dan buku-bukunya diletakkan sesuai dengan yang tertulis di kartu katalog, tentu akan jauh lebih memudahkan daripada katalog digital tetapi peletakan yang asal-asalan. Keluhan sulit menemukan buku di rak juga membuat pengunjung malas balik lagi.</li>
<li>Alokasi dana untuk pembelian bahan pustaka baru.  Kenapa kok bisa mampu membangun gedung keren untuk perpustakaan, tetapi tidak mengalokasikan dana untuk pemutakhiran koleksi? Selalu lebih cepat reaksi kalau ada permintaan AC, kursi dan meja tambahan untuk ruang baca dibanding apabila minta koleksi buku baru. Pendanaan tidak harus selalu melalui dana pemerintah. Perpustakaan bisa mengadakan kegiatan-kegiatan terkait buku yang bisa mendatangkan dana. Perpustakaan juga bisa bekerjasama dengan LSM-LSM, donatur-donatur, dan komunitas-komunitas baca yang mempunyai misi meningkatkan minat baca buku.</li>
<li>Penyediaan koleksi dalam bentuk elektronik. Sekarang pengunjung perpustakaan adalah generasi yang selalu silau dengan segala hal berbau elektronik. Selain memang lebih mudah dalam melakukan pencarian bahan spesifik, koleksi elektronik tidak memakan tempat dan kadang-kadang lebih menarik karena sebagian berbentuk interaktif, serta memadukan audio dan visual yang menarik.</li>
<li>Terakhir, tapi yang paling penting, membuat masyarakat merasa membutuhkan bacaan. Di zaman serba sibuk dengan jam belajar/kerja yang semakin panjang, dan daya tarik hiburan televisi yang tidak membutuhkan otak untuk berpikir, membuat waktu dan kemauan untuk melakukan kegiatan membaca buku for fun semakin kecil. Agaknya kebutuhan membaca ini harus ditanamkan sejak kecil. Saya saja, yang mempunyai keluarga besar penggila buku, masih sulit untuk duduk membaca lebih dari 1 jam, entah karena tidak ada waktu, mengantuk (OK, mungkin ini faktor U), sampai godaan <a href="http://plurk.com/redeemByURL?from_uid=949335&amp;check=1103816270&amp;s=1" target="_blank">Plurk</a>, hihihi&#8230;&#8230; Acara review buku di radio atau televisi bisa meningkatkan minat baca penonton televisi. Sayang, di Indonesia belum ada ya?</li>
</ul>
<p>Balik ke koran.</p>
<p style="padding-left:30px;"><em>&#8220;Untuk meningkatkan minat baca masyarakat Kalsel, maka Pemerintah melalui Bapustarda pada tahun 2008 ini membuat dua program. Yaitu mengadakan penambahan tenaga kearsipan dan pustakawan masing-masing sebanyak 30 orang. &#8230; Selain ditambahnya tenaga profisional </em>[sic] <em>bidang perpustakaan, maka pemerintah Kalsel dalam waktu dekat akan menggelar perpustakaan sampai ke desa-desa.&#8221; </em></p>
<p>Agak kurang pas, bukan? Bukan tenaga pustakawannya yang kurang, bukan jumlah perpustakaannya yang kurang. -keluh-</p>
<p>Foto perpustakaan Isaac Newton Institute for Mathematical Sciences di atas diambil dari <a href="http://www.newton.ac.uk/lib/" target="_blank">situsnya</a>.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/mave.wordpress.com/190/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/mave.wordpress.com/190/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mave.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mave.wordpress.com/190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mave.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mave.wordpress.com/190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mave.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mave.wordpress.com/190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mave.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mave.wordpress.com/190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mave.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mave.wordpress.com/190/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mave.wordpress.com&blog=48986&post=190&subd=mave&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mave.wordpress.com/2008/06/27/minat-baca-warga-kalsel-rendah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>29</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">mave</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mave.files.wordpress.com/2008/06/library.jpg?w=243" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Ada yang Mau Buku Gratis?</title>
		<link>http://mave.wordpress.com/2008/06/11/ada-yang-mau-buku-gratis/</link>
		<comments>http://mave.wordpress.com/2008/06/11/ada-yang-mau-buku-gratis/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Jun 2008 22:03:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mina</dc:creator>
				<category><![CDATA[book]]></category>
		<category><![CDATA[community]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mave.wordpress.com/?p=188</guid>
		<description><![CDATA[
Kami, Persekutuan KUtuBUkuGILa (Ku-bu-gil) membagi-bagi buku nih. Tapi untuk dapet mesti usaha dong hihihi&#8230;
Ini dia pertanyaannya (silakan jalan-jalan di MP-nya Ku-bu-gil untuk mencari jawabannya) :
1. Tanggal berapa ultah Ku-bu-gil?
2. Apa judul buku yang menjadi proyek baca bareng pertama Ku-bu-gil.
3. Sebutkan 3 saja nama dan alamat blog buku anggota Ku-bu-gil.
Ada sedikit kententuan bagi para peserta, yakni:
- [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mave.wordpress.com&blog=48986&post=188&subd=mave&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;"><img style="border:0;vertical-align:middle;margin:9px;" src="http://i31.photobucket.com/albums/c354/jmave/WhosWho2.jpg" alt="" width="476" height="337" /></p>
<p>Kami, Persekutuan <a href="http://kubugil.multiply.com" target="_blank">KUtuBUkuGILa</a> (Ku-bu-gil) membagi-bagi buku nih. Tapi untuk dapet mesti usaha dong hihihi&#8230;</p>
<p>Ini dia pertanyaannya (silakan jalan-jalan di <a href="http://kubugil.multiply.com" target="_blank">MP-nya Ku-bu-gil</a> untuk mencari jawabannya) :<br />
1. Tanggal berapa ultah Ku-bu-gil?<br />
2. Apa judul buku yang menjadi proyek baca bareng pertama Ku-bu-gil.<br />
3. Sebutkan 3 saja nama dan alamat blog buku anggota Ku-bu-gil.</p>
<p>Ada sedikit kententuan bagi para peserta, yakni:<br />
- Kuis ini terbuka hanya bagi siapa saja, asal memiliki blog di Multiply.<br />
- Jawaban dikirimkan ke email Kubugil (kutubukugila@gmail.com) dengan menyertakan alamat blog Multiply masing-masing.<br />
- Jawaban paling lambat sudah kami terima tgl. 16 Juni 2008<br />
- Kami akan memilih 12 orang pemenang yang menjawab dengan benar kuis ini.<br />
- Masing-masing pemenang mendapatkan satu biji buku sebagai hadiah.<br />
- Pemenang kuis akan diumumkan pada 18 Juni 2008 di blog ini.<br />
- Penetapan para pemenang mutlak menjadi hak kami sepenuhnya dan tidak boleh diprotes.<br />
- Hadiah akan dikirimkan kepada masing-masing pemenang.<br />
- Bagi pemenang yang berdomisili di luar Indonesia atau luar angkasa, hadiah akan kami kirimkan ke alamatnya di Indonesia (berkenaan dengan ongkos kirim dong).</p>
<p>Berikut adalah buku-buku hadiah itu:<br />
1. Vienna Blood<br />
2. Lost in Love<br />
3. Golden Compass<br />
4. Rumah Pelangi<br />
5. Sherlock Holmes: Misteri Kematian Bintang Sirkus<br />
6. Drunken Monster<br />
7. Anatomi Kengerian<br />
8. One for The Money<br />
9. Imperia<br />
10. A Thousand Splendid Suns<br />
11. Winter and Night<br />
12. IBumi</p>
<p>Dan ada bonus 1 voucher makan di <a href="http://kareembdg.multiply.com/" target="_blank">Kareem Kebab</a>-nya Maria di Dipati Ukur 21 Bandung seharga Rp 50.000 untuk 1 orang pemenang. Silakan dilihat-lihat foto-foto menunya <a href="http://imgar.multiply.com/photos/album/213/kareem_warung_DU_21" target="_blank">di sini</a> dan <a href="http://imgar.multiply.com/photos/album/223/poto_makanan_lagi_di_Kareem" target="_blank">di sini</a> nih&#8230;.</p>
<p>Silakaaaan&#8230;..</p>
<p>Ku-bu-Gils are: <a href="http://antie.multiply.com/" target="_blank">Antie</a>, <a href="http://mon-secret-jardin.blogspot.com/" target="_blank">Kobo</a>, <a href="http://bukuygkubaca.blogspot.com/" target="_blank">Tanzil</a>, <a href="http://perca.blogdrive.com/" target="_blank">Endah</a>, <a href="http://qyu.blogspot.com/" target="_blank">Q</a>, <a href="http://lemari-buku-ku.blogspot.com/" target="_blank">Ferina</a>, <a href="http://mmlubis.multiply.com/" target="_blank">Maria</a>,  <a href="http://jodypojoh.blogdrive.com/" target="_blank">Jody</a>, <a href="http://akubuku.blogspot.com/" target="_blank">Gus Muh</a>, <a href="http://1d4w4jd1.multiply.com/" target="_blank">Ida</a>, <a href="http://linasitorus.multiply.com/" target="_blank">Lina</a>, <a href="http://yulibean.wordpress.com/" target="_blank">Yuli</a>, dan Mina.</p>
<p><span style="color:#ff0000;">Updated:</span></p>
<p>Pemenang kuis ini adalah:</p>
<ol>
<li>Abdul Fatah &#8211; Anatomi Kengerian</li>
<li>Arie Poer &#8211; Sherlock Holmes + voucher makan di kareem</li>
<li>Asriani Purnama &#8211; Imperia</li>
<li>Atik Arini &#8211; One for The Money</li>
<li>Barokah Ruziati &#8211; Drunken Monster</li>
<li>Ladyellow &#8211; Vienna Blood</li>
<li>Ratih Kusumawati &#8211; Rumah Pelangi</li>
<li>Susi &#8211; A Thousand Splendid Suns</li>
<li>Vera D. Damiri &#8211; Winter and Night</li>
<li>Lysa Sagala &#8211; Lost in Love</li>
<li>Tita Ernita &#8211; Ibumi</li>
<li>Leila Niwanda &#8211; Golden Compass</li>
</ol>
<p>Congratulations <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/mave.wordpress.com/188/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/mave.wordpress.com/188/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mave.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mave.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mave.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mave.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mave.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mave.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mave.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mave.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mave.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mave.wordpress.com/188/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mave.wordpress.com&blog=48986&post=188&subd=mave&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mave.wordpress.com/2008/06/11/ada-yang-mau-buku-gratis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>25</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">mave</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://i31.photobucket.com/albums/c354/jmave/WhosWho2.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>The Chronicles of Narnia: Prince Caspian</title>
		<link>http://mave.wordpress.com/2008/05/20/the-chronicles-of-narnia-prince-caspian/</link>
		<comments>http://mave.wordpress.com/2008/05/20/the-chronicles-of-narnia-prince-caspian/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 May 2008 14:06:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mina</dc:creator>
				<category><![CDATA[Movie]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mave.wordpress.com/?p=185</guid>
		<description><![CDATA[Walt Disney Pictures &#38; Walden Media
Sutradara: Andrew Adamson
Tagline: Everything you know is about to change forever.
Satu lagi film yang didasarkan pada sebuah buku, dan kali ini bukunya adalah salah satu dari serial klasik The Chronicles of Narnia oleh CS Lewis, yang terdiri dari 7 buku. Salah satu judul dari seri ini, The Lion, The Witch [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mave.wordpress.com&blog=48986&post=185&subd=mave&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>Walt Disney Pictures &amp; Walden Media<br />
Sutradara: Andrew Adamson<br />
Tagline: <em>Everything you know is about to change forever</em>.</strong></p>
<p><a href="http://mave.files.wordpress.com/2008/05/caspian.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-186" src="http://mave.files.wordpress.com/2008/05/caspian.jpg?w=300&#038;h=165" alt="" hspace="9" width="300" height="165" align="left" /></a>Satu lagi film yang didasarkan pada sebuah buku, dan kali ini bukunya adalah salah satu dari serial klasik <strong>The Chronicles of Narnia</strong> oleh <em>CS Lewis</em>, yang terdiri dari 7 buku. Salah satu judul dari seri ini, <a href="http://www.imdb.com/title/tt0363771/" target="_blank"><strong>The Lion, The Witch and the Wardrobe</strong></a> sudah difilmkan dan dirilis pada tahun 2005, dan cukup berhasil meraup keuntungan serta memenangkan Oscar untuk Best Make-Up. Aku sendiri menganggap film pertama tersebut so-and-so, dan walaupun pemainnya cakep-cakep, tetap saja aku beri bintang 3 (dari 5).</p>
<p>FIlm Prince Caspian ini masih dimainkan oleh 4 pemain utamanya dulu, yaitu <strong>William Moseley</strong> sebagai <strong>Peter</strong>, <strong>Anna Popplewell</strong> sebagai <strong>Susan</strong>, <strong>Skandar Keynes</strong> sebagai <strong>Edmund</strong>, dan <strong>Georgie Henley</strong> sebagai<strong> Lucy</strong>. Tentu saja mereka kelihatan sudah lebih dewasa dan semakin keren. Lucy yang dulu masih imut sekarang sudah lebih besar dan cantik. Susan pipinya semakin endut dan bibirnya semakin seksi, dan Edmund, ya ampun cakep bener, pengen mengijon deh. <a href="http://www.imdb.com/name/nm1342727/" target="_blank">Skandar Keynes</a> adalah keturunan Lebanon, dan menurut isu, anak ini menyatakan dirinya adalah ateis, ya ampun. My cousin bilang, wajah Edmund kok mirip dengan salah satu tokoh keren <strong>Adam Banks</strong> (dimainkan oleh <strong>Vincent Larusso</strong>) di trilogi klasik <a href="http://www.imdb.com/title/tt0104868/" target="_blank">Mighty Ducks</a>. [Dia mah setiap orang cakep berwajah ke-Inggris-Inggrisan langsung teringat si Larusso ini.] Kenapa ya orang-orang Inggris ini cakep-cakep?</p>
<p>Ah sudahlah, balik ke film ini. Prince Caspian adalah buku ke-4 (secara kronologis) dari serial ini, entah kenapa yang ini yang dipilih, tapi diduga karena inilah urutan logis sesudah The Lion, The Witch and the Wardrobe, sekaligus menyempati agar pemainnya tidak terlalu tua. Film fantasi ini berdurasi 2 jam 35 menit.</p>
<p>Cerita dimulai dengan <strong>Prince Caspian</strong> (<strong>Ben Barnes</strong>) yang terpaksa melarikan diri dari istana Telmarine karena pamannya, <strong>Lord Miraz</strong> (<strong>Sergio Castellitto</strong>), bermaksud membunuhnya untuk menyerahkan tahta yang seharusnya menjadi milik Caspian kepada anak laki-lakinya yang baru lahir. Pelariannya membawa Caspian bertemu dengan makhluk-makhluk dari dunia Narnia yang dianggap sudah punah, karena sudah ratusan tahun ditinggalkan oleh keempat Raja dan Ratunya dan terpinggirkan oleh tekanan orang-orang Telmarine. Terjepit di antara makhluk-makhluk Narnia dan para prajurit yang mengejarnya, Caspian mengeluarkan sebuah terompet (<em>horn</em>) yang diberikan gurunya, <strong>Doctor Cornelius</strong>, dengan pesan bahwa benda itu hanya boleh digunakan kalau berada dalam keadaan darurat. Terompet itu ditiup, dan layar berganti ke dunia nyata.</p>
<p><a href="http://mave.files.wordpress.com/2008/05/skandar-keynes.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-187" src="http://mave.files.wordpress.com/2008/05/skandar-keynes.jpg?w=200&#038;h=300" alt="" hspace="9" width="200" height="300" align="left" /></a>Anak-anak keluarga Pevensie sedang duduk di kursi stasiun di London, dan nampak keren. Aku sudah bilang belum bahwa Edmund, yang pemainnya di dunia nyata hebat taekwondo ini, jadi jauuuh lebih cakep daripada film Narnia yang pertama? Bagi kalian yang familiar dengan cerita Narnia, atau sudah menonton film pertamanya, tentu mengetahui bahwa terompet yang ditiup Caspian adalah terompet milik Susan yang digunakan untuk memberitahukan bahwa Narnia dalam bahaya dan memohon bantuan. Tiupan terompet ini mampu menarik keempat bersaudara Pevensie yang dulunya adalah Raja-raja dan Ratu-ratu Narnia, untuk kembali ke Narnia. Dulunya? Yayaya, rupanya dunia Narnia bergerak dalam hitungan jauh lebih cepat daripada dunia kita. One lifetime di Narnia mungkin hanya beberapa detik di dunia kita.</p>
<p>Cerita selanjutnya kemudian dipenuhi dengan berbagai perang memperebutkan tahta untuk Caspian, yang memiliki seluruh Narnia di pihaknya. Sebagai cerita anak, tentu sudah bisa diduga bagaimana endingnya, dengan <strong>Aslan</strong> yang selalu datang terakhir sebagai sang penyelamat, dan cairan &#8220;anti-death&#8221; dari Lucy. Tetapi film ini jelas dibikin untuk orang dewasa. Adegan-adegannya kelam dan perangnya penuh dengan adegan-adegan kekerasan dan kematian (walau dengan jumlah darah yang segelas pun gak sampai). Pokoknya, bagi orang dewasa, OK, maksudku bagi aku, adegan perangnya cukup memuaskan, jauuuh lebih banyak daripada film pertamanya, lengkap dengan taktik perang yang keren dari pihak Narnia. Selain itu banyak adegan dan kalimat lucu, seperti komentar-komentar sarkastis dari <strong>Trumpkin</strong>, dwarf yang menemani perjalanan Pevensies di Narnia; serta tokoh-tokoh komikal seperti tikus <strong>Reepicheep</strong> yang berpenampilan seperti <strong>Puss in Boots</strong> dalam <strong>Shrek 2</strong>, cuma lebih haus darah. Bahkan monster hag pendukung the White Witch pun terlihat lucu, dengan gaya berjalan seperti Aming :p Kayaknya yang cekakakan terus cuma kami deh. Aslan, lagi-lagi, terlihat kurang besar dan gahar untuk karakternya yang mestinya sebagai The Noble One. Apalagi adegannya dengan Lucy di bagian dekat-dekat ending yang hampir-hampir seperti anjing dan tuannya, cuddling each other. Edmund digambarkan jauh lebih dewasa dalam film ini, kontras dengan Peter yang masih berkutat dengan kesombongan dan kesadaran diri bahwa dia adalah the High King.</p>
<p>Lokasi pengambilan gambar juga sangat indah, apalagi pada scene ketika keempat Pevensie kembali dari dunia nyata ke Narnia. Sebuah pulau indah yang dipenuhi pohon dan reruntuhan istana Cair Paravel, dikelilingi laut yang sangat biru. Kabarnya film ini di-shoot di berbagai lokasi di berbagai negara, dan tentu saja Selandia Baru termasuk di antaranya. Istana-istananya juga believable sekali, maklum ini yang bikin Disney yang paling pengalaman bikin istana. Aslan&#8217;s How, istana bawah tanah Narnia dibangun di Praha. Adegan perang di jembatan diambil di Slovenia, sedangkan adegan perang besarnya diambil di Ceko.</p>
<p>Menonton film ini serasa menonton film Lord of the Rings dalam skala imut. Mungkin dirasakan secara tidak sengaja karena tampilan alamnya yang kurang-lebih sama, adanya dwarf yang berlidah tajam (Trumpkin), pangeran yang ingin merebut tahtanya kembali, serta adegan perang yang mengerahkan berbagai makhluk dari dunia fantasi, termasuk burung purba (dalam film ini gryphon) dan pohon (ingat Treebeard?) .</p>
<p>Cerita di film ini agak berbeda dengan di bukunya. Perangnya tidak diceritakan mendetail seperti di film, White Witch sebenarnya tidak pernah muncul dalam seri ini, dan tentu tidak ada adegan romantis antara Susan dan Caspian. BBC pernah memproduksi Prince Caspian pada tahun 1999 dalam satu seri Chronicles of Narnia (hanya 4 yang difilmkan). dengan pemain utama Richard Dempsey sebagai Peter, Sophie Cook sebagai Susan, Jonathan Scott sebagai Edmund, dan Sophie Wilcox sebagai Lucy. Rasanya aku punya deh, karena CD film ini dijual murah di Gramedia dan Hero, tapi belum ditonton hihihi&#8230;</p>
<p>Tahun 2010, seri lain juga akan diangkat ke layar lebar, yaitu <strong>The Voyage of the Dawn Treader</strong>. Apakah keempat pemainnya masih sama? Mudah-mudahan. Kalau mengikutinya bukunya, Prince Caspian akan muncul lagi dalam film ini.</p>
<p>Jadi, apakah film ini layak tonton? Layak sekali. Wajib. Layak koleksi juga.</p>
<p>Beberapa info diperoleh dari <a href="http://en.wikipedia.org/" target="_blank">Wikipedia</a>. Pics diambil dari <a href="http://movies.nytimes.com/2008/05/16/movies/16narn.html" target="_blank">The New York Times</a> dan <a href="http://www.imdb.com/media/rm1327404544/nm1342727" target="_blank">imdb</a>.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/mave.wordpress.com/185/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/mave.wordpress.com/185/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mave.wordpress.com/185/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mave.wordpress.com/185/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mave.wordpress.com/185/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mave.wordpress.com/185/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mave.wordpress.com/185/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mave.wordpress.com/185/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mave.wordpress.com/185/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mave.wordpress.com/185/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mave.wordpress.com/185/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mave.wordpress.com/185/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mave.wordpress.com&blog=48986&post=185&subd=mave&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mave.wordpress.com/2008/05/20/the-chronicles-of-narnia-prince-caspian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>56</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">mave</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mave.files.wordpress.com/2008/05/caspian.jpg?w=300" medium="image" />

		<media:content url="http://mave.files.wordpress.com/2008/05/skandar-keynes.jpg?w=200" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>