Akhir-akhir ini mata suka cepat capek, saking seringnya memelototi layar komputer. Alhasil, lensa kontak harus dilepas dan kacamata tebal harus dipakai lagi. Buat ngapain? Kerjaan kah? Hohohohoho… tidak dong. Facebook-an? Hah? Apa itu? :p Blogwalking? Tidak juga, malah sekarang jarang online, kecuali untuk menerima permohonan add seseorang di Facebook (*merasa ada yang aneh dengan paragraf ini*) atau untuk mengecek email.
Yah, sekarang di rumah (dan kalau jaga rumah sakit dan pas lagi gak ada pasien), saya menggunakan laptop untuk melakukan hal yang mulia, tidak berdosa, dan murah, yaitu main game. Loh, kok bisa mulia dan tidak berdosa? Karena jadi gak menggosipkan orang :p
Tetapi, untuk main game dengan santai, kita memerlukan game yang tidak perlu mikir juga. Sudah terkenal bahwa saya paling tidak suka game dengan genre:
- Shooter games, yang bertujuan, seperti nama genrenya, menembaki orang. Ada yang first-person shooter, ada yang third-person shooter. Dulu sempat suka, lalu lama-lama bosan kalo pake PC biasa, kalo modelnya arcade di TimeZone boleh lah. Contoh model game ini adalah Doom, Counter Strike, atau kalau mau yang sederhana dan ada di kebanyakan PC dulu adalahVirtua Cop.
- Fighting games, dimana ada 2 karakter yang berkelahi berhadapan, biasanya salah satunya dikendalikan komputer, seperti Mortal Kombat atau Street Fighter. Pernah memainkan genre ini justru tidak di PC, tetapi di mesin arcade game. Saya paling bingung dengan segala macam kombinasi tekan tombol yang kayaknya asal saja. Semakin ilfil ketika melihat filmnya.
- Platform games, dimana karakternya berlari-lari dan loncat sana-loncat sini antar platform, jadi gamenya berjalan secara horisontal, contohnya seperti Super Mario Bros, Donkey Kong, Prince of Persia (waktu jaman 2D, gak tahu yang 3D sekarang bagaimana?) . Entah kenapa saya paling gak pandai maen game loncat-loncatan begini, karena selalu jatuh di jurang dan mati dalam hitungan beberapa detik saja.
- City bulding games (kita diminta merencanakan atau membangun kota lengkap dengan segala pirantinya), macam SimCity, dan Business Simulation (simulasi manajemen sebuah bisnis), macam Hospital Tycoon dan segala macam game yang ada kata “tycoon”-nya. Terlalu kompleks untuk otak saya yang sederhana
- Life simulations game, macam The Sims, Singles, dan lain-lain. Saya cepat bosan main game model begini. Harus membuat si karakter bangun, mandi, makan, olahraga, bekerja, bosan gak sih? Kayak di dunia nyata. Walau dunia nyata impian saya sih maunya lembam aja semua karakternya di kamar, main komputer hihihihi…
- Pet-raising simulation, dulu yang paling terkenal adalah Tamagotchi. Pernah memainkan Petz, awal-awalnya lucu, tapi lama-lama jadi bosan juga.
- Role-playing game seperti Final Fantasy dan segabruk game lainnya yang kelihatannya disukai semua orang. Juga Strategy game seperti Dune dan Civilization. Mengapa saya tidak suka? Karena kedua genre ini terlalu berat buat laptop saya, selain bingung aja karena harus mengendalikan banyak orang sekaligus.
- Racing games, mulai yang mobil, sepeda motor, truk, skateboard, dan macam-macam lagi. Saya gak suka karena selalu kalah, dengan kendaraan hancur karena menabrak jurang, naik ke trotoar, atau malah hanya berputar-putar di lapangan rumput, bukannya di track. Satu-satunya game yang cukup lama bertahan di PC saya adalah Road Rash, karena ada unsur kekerasannya: kita bisa nabrak-nabrak pejalan kaki dan memukul atau menendang lawan sampai jatuh dari kendaraan :p Lagi-lagi, racing games lebih asik dimainkan di mesin arcade. Nah, kalau racing di dunia komik atau film, saya justru suka.
- Board games, karena sudah bosan memainkannya di dunia nyata. masak kita masih main Monopoly, Catur, dan Scrabble? Tetapi ada 2 board game yang lebih menyenangkan dimainkan di komputer, seperti Go dan Sudoku, karena ada fasilitas simulasinya, kalau di situasi sebenarnya kan kita harus coret-dan-hapus, kelihatan banget gak kompetennya
- Card games, karena sampai sekarang tidak mengerti bagaimana sih caranya main kartu, selain main kartu “bahantu”/”cangkul”
- Sport games, dengan alasan yang obvious: I don’t like sports, kecuali jogging dan badminton.
Nah, lalu genre yang tersisa apa?
- Adventure games, terutama yang gak perlu banyak kejar-kejaran waktu, yang bisa buat leyeh-leyeh, tapi tetap adiktif, dan favorit saya dari dulu sampai sekarang masih tetap The Myst.
- Maze games, walau kadang benci kalau sudah stuck. Main game genre ini paling bagus kalau lagi mood baik. Contoh maze games yang paling jadul adalah Pac-man. Sekarang saya sedang memainkan Blobyrinth: Maze Island Quest.
- Berbagai simulator games (di luar Construction & business management simulation dan Life simulation). Walau lemot banget ngertinya, tetapi siapa sih yang tidak suka medical simulator, train simulator, flight simulator, dan berbagai simulator lainnya? Untuk flight simulator, seperti mencapai cita-cita yang tidak bakal bisa diperoleh di dunia nyata.
- Music games, terdiri dari kategori music memory (Simon Says), dan rythm games, yang ternyata ada 2 tipe, yaitu yang dance games (misalnya Dance Dance Revolution dan Pump It Up. Kyaaaaa, siapa yang gak suka game-game ini? Kami sampai punya DDR mat di rumah, walau tentu tidak ada yang bisa mengalahkan main di mesin arcade), dan yang berbasis pada musical instruments, dan untuk tipe ini, Virtual Orchestra Studio masih jadi favorit saya, apalagi my sister suka mengconvert lagu-lagu (Asia sih kalau dia) dengan software….mmm… apa yah, lupa namanya.
- Puzzle games. Tidak semua saya suka. Yang saya suka dari genre ini hanya hidden objects games, dimana pemain harus menemukan barang yang tersembunyi dalam sebuah gambar, sesuai daftar yang diberikan. Barang-barang tersebut sering tidak seimbang ukurannya dengan benda lainnya dalam gambar, dan suka tergeletak di tempat-tempat yang tidak mungkin. Semakin indah gambarnya, semakin asik mainnya. Untuk menambah keasikan, ada storyline-nya.
- Time management games, merupakan permainan gak-pake-mikir, hanya perlu kecepatan tangan, dan sedikit trik agar bisa memanfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk menyelesaikan tugas yang diberikan. Pada kondisi normal, saya tidak bakal suka game yang main cepet-cepetan seperti ini, tetapi karena topik game-nya dan visualnya rata-rata menyenangkan, rata-rata semua orang tergila-gila. Atau mungkin hanya saya aja kali sama keluarga saya :p Paling terkenal mungkin adalah Flo’s Diner Dash. Yah, kebanyakan yang menarik memang yang ada hubungannya dengan restoran dan fashion, terutama buat cewek, yah. Yang sudah saya mainkan, serta menarik dan enak dilihat visualnya adalah: Cooking Academy 2, Wedding Dash, Delicious Emily’s Tea Garden, dan Fashion Apprentice.
Fiuh, tadinya mau me-review beberapa game hidden objects dan time management yang barusan saya mainkan, tapi kok jadi nulis ginian ya? Kalau ngomongin game, memang suka lupa diri. Yah, gak papa lah, mungkin review-nya bisa untuk posting berikutnya.
Posting ini ditulis sambil menunggu download-an another time management game.
Pic diambil dari: World of Warcraft Fansite


