Pampakin

Saya suka durian. Apalagi kalo dagingnya tebal, custard-like, dan manis, serta baunya harum (menurut aku sih). Apalagi kalo murah hehehe… Tetapi saya lebih suka lagi pampakin, saudara se-genus-nya durian, yang biasanya dianggap berkualitas nomor dua jika dibandingkan durian.

Penampilan luar pampakin mirip dengan durian dengan duri yang hitam-hitam di ujungnya, tetapi baunya tidak begitu hebat (walau kalau nyimpan di rumah, tidak bisa ditutup-tutupi), kulit luar lebih mudah dibuka, rasa tidak terlalu manis, daging buah tidak lembek, akibatnya terhadap tubuh tidak menghebohkan, dan warnanya! Warnanya oranye, erm, sebenarnya warna oranye saya tidak suka (masih bergidik melihat kaos milis 80-an ;p ), perkecualian ya untuk yang satu ini nih.

Biasanya pampakin muncul sesudah musim durian mau berakhir, tetapi tahun ini sepertinya munculnya lebih dini. Tadinya saya sangka pampakin hanya ada di Kalimantan (katak dalam tempurung), ternyata ada juga di tempat lain, bahkan di Australia. Tetapi saya yakin aslinya memang dari Kalimantan. Buah ini berada dalam famili Bombacaceae (sefamili loh dengan pohon baobab yang jadi terkenal banget gara-gara dituduh Pangeran Kecil-nya Antoine de Saint Exupery sebagai salah satu penyebab kerusakan planet kalau tidak dirawat) bergenus Durio, dengan nama species Durio kutejensis Becc. Kalau durian yang sering kita temui dijual itu kan Durio zibethinus. Untuk D. kutejensis, saya menyebutnya papakin, orang-orang Kalselteng menyebutnya pampakin, orang Kaltim menyebutnya lai, ada juga orang Indonesia lain memanggilnya durian tinggang, orang Malaysia menyebutnya ruas atau rian isu, orang Brunei menyebutnya durian pulu. Tidak tahu apakah yang disebut-sebut Astrid ini juga D. kutejensis. Kayaknya sih iya.

Pampakin, dan durian-durian lainnya, sangat disukai oleh penduduk Kalimantan, dan saya tidak hanya berbicara tentang Homo sapiens, loh. Spesies-spesies permonyetan juga suka. Lebah, burung, kelelawar, yang membantu penyerbukan, juga suka (kalau tidak ada mereka, gimana kita bisa melihat buah ini tersusun bertumpuk-tumpuk di pinggir jalan?). Dan jangan lupa cacing (atau larva?)😀 yang menurunkan kualitas buah dengan suksesnya. Kabarnya sih, kucing dan anjing juga suka.

Seperti durian juga, bentuk pampakinnya tergantung bentuk cangkang yang ditempatinya. Biasanya ada 5 cangkang, dan tiap cangkang bisa berisi sampai 1-4 buah, berwarna oranye cerah dan mengkilat *slurp* rasanya saya tidak pernah menemui pampakin yang sampai lembek seperti durian, kelihatannya buah ini memang konsistensinya ya berhenti di situ, kering, kenyal, sedikit perlu dikunyah. Memakan pampakin cenderung lebih sulit berhenti daripada durian, karena tidak ada rasa eneg karena terlalu manis atau terlalu lembek. Kita berhenti hanya kalau perut terasa penuh atau bila pampakinnya habis.

Tidak banyak informasi yang bisa saya dapat tentang pampakin, siapa saja yang tahu banyak tentang ini, silakan kontak saya ya. Sementara itu, untuk anda para durian dan pampakin (kalau ada) enthusiasts, silakan jalan-jalan ke situs-situs pemuja durian ini nih:
Cara membuka durian, dituliskan dengan lucu oleh Dr. Alfred Tan
Durian langka dari Borneo oleh Sunyam Nirav, dengan foto-foto yang cerah
Resep masakan yang mengandung durian, ada resep tempoyak, dan ada juga kue favorit saya, cucur durian! (cucur a.k.a pinyaram aja enak, apalagi pake durian?)

Note: Pics of baobab-nya Little Prince dicomot dari Nikko.

11 responses

  1. durian is da best! he he… kemaren habis beli durian jepara, per buah 10rb, mantabs!

  2. ..ya kami do bontang mengenalnya dengan nama ‘lai’, dibanding dengan durian emang lebih enakkan durian, tambah durian Palembang..wau assik, lai di bontang harganya lebih murah dari durian, dan memang lebih kecil dari durian, tapi kalau ga’ ketemu ama durian, lai boleh juga

  3. Kemarin waktu lihat liputannya di TV saya pikir durian, eh ternyata bukan.

    Kalau di kampung saya lagi musim durian murah banget, satu biji bisa seribu rupiah. Wah enak banget,…..

  4. weh.. keknya mantab!!

    informasi yg bagus..

    eh, saya malah habis kemlekeren pesta duren.. 

    Posted by zam

  5. Pampakin memang ngetop dibanding buah khas kalimantan selatan lainnya seperti binjai (seperti mangga tapi rasanya sangat asam), hambawang(famili mangga), kuini (famili mangga), rambai, buah bundar (rasa manggis kulit lunak), kapul (semacam manggis), manggis, dan ramania (gandaria).Konon buah-buah tersebut sudah mulai jarang ditemukan.

  6. haduh aku suka suka suka suka banget sama kuini!

  7. yi, wah kau ini cepat sekali belajarnya ya🙂 *nengok postinganmu di atas*

  8. Tapi jangan khawatir, beberapa daerah di banua lima akan menjadikan buah langka sebagai bagian dari Gerhan project pada tahun 2007 ini.

  9. duren kok orange..???
    itu bener atau ga tuh..???
    ee..di bikin dodol mantab kali tuh..!!!!

  10. @pepeng:
    udah ditulis itu bukan duren, pasti bacanya sekip sekip *ctuqs*

  11. Aku asal Balikpapan, Kal-Tim.Berdomisili di norway selama 20 thn.Aku rindu akan masakan Kalimantan.Kira2 bisa nggak anda mengirim beberapa resep masakan, apa saja asal dari Kalimantan?
    Terima kasih sebelumnya.

    Tusen takk!
    Sammy 

    Posted by Sammy

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: