A Dedication to My Crews

Hari ini mau memasang posting yang gak penting buat anda-anda para pembaca (silakan di-skip), tapi penting bagi saya.

Rasanya gak lengkap membicarakan hidup saya *halah* tanpa membicarakan para kru di Farmakologi yang cakep-cakep, cantik-cantik, pinter-pinter, galak-galak (ini era asisten lama), dan anehnya semuanya selalu lapar, seperti bosnya.

anna.jpgKru saya yang terbaik tentu saja Anna, yang paling disiplin di antara kita semua di farmakologi. Tanpa dirinya, saya hanyalah makhluk tidak terorganisir yang kebetulan menclok jadi atasannya. Dia analis laboratorium sekaligus sekretaris sejati, mulai dari menjadwalkan kuliah, praktikum, pretest; mengepalai penyediaan bahan dan alat praktikum di farmakologi; mengonsepkan surat-surat dan mengetikkan berbagai ocehan saya yang kebanyakan gak nyambung dan tidak berhubungan dengan farmakologi; mengarsip segala hal yang saya terima, saya coret-coret, yang sengaja saya bikin hilang, sampai mengarsip SK-SK saya, sehingga kalo mau naik pangkat, tinggal tanya dia aja kalo SK asli hilang; mengingatkan saya di malam hari dan pagi-pagi tentang jadwal saya besoknya; macam-macam deh. Can’t live without her. Dia bahkan mau diembat Adi untuk jadi sekretarisnya, maaf ya Di, you can just dream on.

tasmiyah.jpgYang kedua, Ida, analis Farmasi dan makhluk terputih di Farmakologi. Dia mengurusi segala hal berbau kefarmasian, mulai dari penyediaan obat dan bahan obat, mengatur jadwal, mengetik bahan belajar dan diktat untuk Mata Kuliah Farmasi dan Koass Farmasi. Khusus untuk Farmasi, dia yang getol nilpun dan sms mengingatkan kapan saya bimbingan, soal apa saja yang harus saya buat, mengatur agar tidak pernah ada soal yang sama minimal dalam 3 siklus Koass berturut-turut. Dia baru saja melahirkan anaknya yang pertama. Foto diambil pada acara Tasmiyahan putranya. Depan ki-ka: Maya, Juhai, Ida, Riyan, dan Anhar. Belakang ki-ka: Dina Anday, Ajie, Subhan, dan Anna.

juhai.jpgYang ketiga, Juhai, pengurus rumah tangga Farmakologi, bidang keuangan, administrasi praktikum (dia ngurusin 3 jenis mata kuliah sekaligus, plus Koass), dan konsumsi hehehe… Salut untuk mbak yang satu ini, karena dia memegang begitu banyak jenis dana, apa gak bingung ya? Urusan makanan, walaupun badannya imut, gak kalah banyak, cuma memang butuh waktu lama kalo makan. Tiap pagi selalu masak mie goreng, yang selalu gak dimakan, biasanya akhirnya dimakan oleh Jo, sang musuh bebuyutan. Walaupun honorer, dia kayaknya punya harta (bling-bling denger harta) lebih banyak dari kami. Tiap abis gajian (berapa sih ya gaji honorer) selalu langsung belanja emas, so conventional🙂 Cincinnya yang cantik-cantik banyak banget. Bikin iri saja😀 padahal saya gak suka emas.

ibai.jpgYang keempat, Baihaqi, our OB. Anak Bandung. Ya ampyun, ni anak pemalu banget. Bersihan lagi. Sudah cukup lama di Farmakologi, saya heran diri saya belum mampu juga bikin dia jadi rame. Perasaan siapa pun yang menclok di Farma lebih dari sebulan akan jadi cerewet seperti penghuni tetapnya. Dia paling suka pake jaket kaos seperti Ariel Peter Pan. Kelihatannya jarang pulang, dan kalo hari libur kok suka ke ngantor ya? Mungkin terobsesi bersih-bersih.

ajie.jpgSekarang, asisten-asisten mahasiswa saya. Yang pertama, Ajie. Si gendut ini baik hati dan romantis banget. Tahun lalu dia bos asisten Farma. Ke mana-mana pake Vespa, mungkin ngerasa dirinya itu Leo yang di Badai Pasti Berlalu😀 Paling seneng kalo dia pulang kampung ke Pontianak, karena baliknya bawa selemari makanan, semua ditumpahkan di Farma. Ibunya pasti menyesal kalau tahu tu oleh-oleh bukannya dimakan anaknya, malah diembat diri saya.

makan.jpgCholid, wah ini salah satu pencapaian besar Farma. Dari pendiam banget, dia berhasil diubah menjadi cerewet, sarkastis, dan banyak ketawa. Er, ini malah buat dia jadi gak baik ya hehehe… One of the wisest, dan kelihatannya cukup populer di kalangan organisasi mahasiswa Islami. Tu foto di samping yang lagi makan di Al-Zahra: kiri: Pak Agung, Anna, Dina Anday, Riyan. Kanan: Pak Pagan, Ajie, Cholid, Anhar.

Subhan, pernah juga sempat jadi bos asisten Farma. Sekarang dia sudah married (diam-diam) dengan cewek Lampung (bener gak nih, bhan) dan sekarang kalau muncul di Farma gak bisa ngilangin tu senyum😀 jadi bertanya-tanya deh…

makanjuga.jpgAnhar dan Riyan. Gak nyangka dua orang ini bisa marah-marah juga, kirain cuma Ajie yang bisa ngomel. Kemaren mereka barusan ngomelin mahasiswa yang rambutnya kepanjangan, bikin gerah liatnya. Anehnya, kok semua asisten saya rambutnya pendek banget (saya sampai ikut-ikutan potong pendek).

Dina Anday, Maya Ju, dan Yunisa. Kecuali Dina Anday, yang dua lagi agak pendiam. Apa saya menakutkan ya? Perasaan selalu haha-hihi gak jelas, apa itu yang buat orang takut ya? ;p

Itu yang sekarang. Yang dulu-dulu? Semua berkesan.

Indra, sang pemikir. Paling gak mukanya yang gitu hehehe. Sekarang sudah koass.

Faisal, yang dari jarak ratusan meter saja sudah ketahuan dari suaranya yang nyaring dan celaan-celaannya yang tidak berperasaan🙂 Sangat suka bacaan ilmiah, dan kemudian hobi menyampaikannya dengan lugas pada orang sekitarnya, aku aja sampai heran. Sekarang dia sudah koass. Pasti berguna kecerewetannya itu dalam menganamnesis pasien.

Kelik dan Rina, terus terang saya masih sekolah pas mereka jadi asisten, baru ketemu lagi sekarang pas dia sudah Koass. Kelik is one of the smartest.

Gusti Hariyadi, salah satu asisten yang ditakuti karena hobi menghinanya juga🙂 Sekarang sudah jadi dokter, dengan ambisi ingin jadi neurolog. Smart one, he beats me pada tes di ACLS tahun lalu.

Ucok atau (uh sok-keren) Guata, another smart person dengan a great sense of humor. Kenal pertama pas dia tes TOEFL, ternyata kemudian dia cukup menarik perhatian saya di Farma karena dia memenuhi kertas-kertas tugas rumahnya dengan skema-skema dan bagan-bagan rekaan sendiri, sementara teman-temannya membuat tulisan-tulisan panjang. Saya selalu memberi nilai 100+ untuk tugasnya hehehe… Sudah mau jadi dokter dia sekarang, still one of my favourites. Ambisinya ingin jadi dokter bedah yang baik.

Efri, tinggi kurus cungkring, hitam, keriting. Hobinya makan dan misuh-misuh. Sebelum mengasisteni, harus makan dulu, kalo perlu dua porsi😀 Aneh tu badan tetep aja cungkring. Sama persis dengan partner in crime-nya yang juga jadi asisten Farma: Rima. Rima ni suaranya kayak TOA, tinggi melengking. Cowoknya dulu selalu berpenampilan metal, dengan rambut panjang riap-riapan yang jauh lebih panjang daripada rambut Rima sendiri. Kalo dilihat dari belakang, gak tahu yang mana Rima, yang mana cowoknya. Dia sudah married sekarang, tapi saya rasa mata jelalatannya masih ada😀

Hairin, tidak ada sebutan lain yang bisa saya persembahkan buat dia, makhluk ini bener-bener super girl, membesarkan sendirian puteri kembarnya sejak bayi sampai sekarang sambil tetap koass. We’re inspired by you, Rin. Syukurlah bentar lagi ni anak akan menjadi dokter. Sejak saya kenal dulu pas dia baru masuk, tidak pernah dia kehilangan rasa percaya dirinya, walau orang mau mengatakan apa pun padanya.

Ocha, itu suara aduh… nyaring amat. Baru terpikir apa jangan-jangan kami dulu milih asisten dari suara kerasnya ya? Cewek cantik ini sekarang juga sudah koass.

Juga jangan dilupakan: Abrar, asisten teman seangkatanku. Tinggi, besar, lebih mirip atlit daripada mahasiswa. Hobinya pake baju flanel kotak-kotak yang lagi mode jaman itu. Juga suka mandi di kantor. Keren, man. Entah di mana dia sekarang.

Fffuh, ternyata banyak juga. Itu belum kesebut semua, lo. Buat semua yang sudah bantu saya, jangan jera ya. Kita makan-makan lagi yuuukk…..

9 responses

  1. Baihaqi!

    Kamu koq, terdampar di situ seh. Siapa yang telah menculik kamu.

  2. ibai lebih suka berada di sini😀 kan bosnya cantik😀

  3. Aku protes…. kenapa setelah aku pegi… acara makan-makannya makin sering…. TIDAK SUDI….. hiks….

  4. wah kenapa ya, jangan liat bosnya. itu loh asisten kok lapar melulu, heran. *reaksi konversi*

  5. Kru-nya banyak juga nih…

  6. sebenernya yg plg napsoe makan2 siapa ya..yg ngajak yg mbayar khan..

  7. heh? ob yang ganteng tuh namanya itu ya? gebetan gw tuh.. pantes ganteng jajaka bdg ternyata. orang banjar mana ada cakep kaya gt. gyahahhahahaha *sarkastik mode*

  8. orang jogja ada tidak ya…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: