Makan-makan di Banda Aceh

Beberapa hari lalu bebek menulis tentang pengalamannya makan Mie ganja Aceh. Dengan semangat ikut-ikutan, saya mau cerita dikit tentang makan-makan saya di Banda Aceh pas ke sana awal bulan ini. Sebenarnya hotel menyediakan makanan untuk panitia pelatihan yang kami adakan, tetapi rupanya orang Aceh memang suka makan, jatah berlebihan yang disediakan hotel tidak pernah tersisa untuk kami yang makannya umumnya belakangan karena harus mempersiapkan dan beberes ini-itu. Alhasil, untuk makan siang dan makan malam kami makan di sekitar hotel. Kebetulan hotel berada di kawasan cukup rame, banyak toko henpon huhuhu…. gak nyambung. Banyak tempat makan juga, tentunya, termasuk alun-alun tempat orang jualan langsung beratap langit (kalo gak salah namanya Rex), dimana banyak orang kumpul-kumpul ngopi, makan, dan ngobrol. Mie Razali yang disebut-sebut bebek hanya selangkah dua langkah dari hotel.

image001.jpgMalam pertama di sana, kami makan di tempat makan yang dulu pernah saya kunjungi juga waktu tahun lalu ke Banda Aceh. Restoran Banda namanya, menyajikan masakan seafood. Waktu itu kami ditraktir bos besar di sana. Siapapun yang berhadapan dengan bos besar selalu menjadi grogi dan gak bisa ngomong, apalagi mau makan banyak. Jadi ketika itu walaupun saya akui makanannya enak, kelezatannya tidak begitu terasa saking gugupnya.

Jadi ke situlah kami menuju, lokasinya di Jalan Panglima Polim. Restorannya kecil saja, bagian depannya kaca semua tembus pandang ke dalam, ruangannya ber-AC, di dalamnya berdesakan meja-meja bundar dan segiempat. Dapur terletak di lantai atas, jadi tidak ada bau masakan/asap tertinggal di baju, sesuatu yang paling saya tidak suka kalo makan di restoran atau food court di mall. Ketahuan orang kalo saya habis makan di luar hehehehe…

Balik ke Restoran Banda. Sesudah diberi daftar menu oleh pelayan (semua perempuan) berkaos kuning dan berjilbab, saya lihat-lihat harganya, hmmm, mahal juga. Tapi bukan saya yang bayar ini. Saya mengingat-ingat menu yang dulu rasanya enak pas makan di sini, oh ya, Ca Kangkung Bumbu Terasi, hmmm…. dari namanya aja dah ketahuan pasti enak. Saya ingat udang dan cuminya juga enak, cuma lupa dimasak apa. Jadi kita pesan yang direkomendasikan pelayannya: Ayam Tangkap, Cumi Goreng Tepung, Ca Kangkung Terasi, dan Brokoli Saus Tiram. Kami tidak pesan Kepiting Saus Aceh-nya, ribet. -ngelap basah-basah di dagu- Ayam Tangkap ini (ada yang bilang Ayam Sampah) sudah saya baca namanya sejak perjalanan dari bandara ke hotel, banyak yang jual ini, salah satunya adalah resto Aceh Rayeuk. Saya curiga ni makanan bakal lama keluar, karena kan ayamnya harus ditangkap dulu. Cumi Goreng Tepung dipilih karena cumi selalu enak dan goreng tepung adalah pilihan yang aman, habis rasanya bisa gimana lagi sih. Brokoli Saus Tiram. Mmmmm…. brokoli saya suka banget, sering saya jadikan cemilan kalo lagi gak ada kerjaan ada brokoli nganggur, dipotong-potong, terus digoreng pake tepung bumbu, makannya dicocol pake sambel bangkok Indofood, arggghhh…. *pasang tadah liur* Apalagi brokoli saus tiram. Apa sih yang gak enak kalo dikasi saus tiram?

Sesudah memesan, yang pertama datang adalah handuk basah buat mandi buat ngelap tangan. Kemudian muncul kacang goreng bumbu. Yang rupanya dimakan dengan kecap manis (yang kayaknya dicampur petis dan ulekan lombok) dan sambal (botolan, kayaknya), karena dua mangkok berisi kedua hal inilah yang disorongkan bersama piring kacang. Rasa kacang dan pedesnya cocolannya ngangenin.

ayam_tangkap.jpgSetelah lamaaaaa…. sampe hampir ketiduran (we want more peanuts!), datanglah pesanannya. Mmmm… ternyata Ayam Tangkap itu ayam yang ditangkap dipotong-potong kecil-kecil, digoreng crispy pake bumbu apa saya tidak tahu, dan disajikan bersama bawang goreng dan dedaunan (katanya namanya daun temurai) yang dipotong-potong segiempat dan kelihatannya disangrai bersama bumbu, membuat dedaunan itu menjadi kres-kres garing kayak krupuk, enuuuuaaaak banget. Sejak kapan coba saya suka makan daun, yang pilihan makannya niru-niru sapi itu kan Anna dan G. Btw, pic Ayam Tangkap saya pinjem dari blognya Bang Andika

image007.jpgCumi Goreng Tepung-nya seperti dugaan saya, sama dengan rasa cumi goreng tepung pada umumnya, luarnya renyah, dalamnya kenyal-kenyal seperti pada umumnya cumi. Ca Kangkung Bumbu Terasi jadi primadona pilihan bersama, karena gurih banget, rasa terasinya pas, dan pedesnya itu loh, gak terlalu pedes, juga gak ecek-ecek gitu pedesnya. Brokolinya adalah favorit saya. Besok-besoknya pas ke Banda lagi, Brokoli Saus Tiram selalu masuk pesanan. Enuaaaaak banget! Brokolinya bagus-bagus lagi bentuknya, jadi inget pohon baobab (yayaya, saya tahu, saya terobsesi dengan baobab). Oya, peringatan, Es Lemon Tea-nya jangan dipesan, rasa gulanya sintetis banget, huek. Laporan dari teman-teman, Jus Mangga dan Jus Terong Belanda-nya enak.

Sayang skrinsyut tidak pernah berhasil, karena kamera hape yang selalu memberikan gambar jelek kalo di ruangan yang tidak terlalu terang, dan karena tim kami ini hobi makan semua, lah kalo foto-foto dulu, saya kebagian sisanya doang ntar. Dalam hitungan detik, makanan sudah berpindah ke piring masing-masing. Pindahin dulu ke piring, makannya bisa perlahan-lahan hehehe…

Nah, perut kenyang, hati puas. Besok malamnya, mau nyoba yang lain. Tadinya mau ke Mie Razali yang nauzubillah penuhnya. Melihat terlalu penuh, selain malas nunggu, kita agak curiga juga, enak berarti ada bumbu “tertentu”. Oke, kita pilih warung sebelahnya lagi. Di sini sedia Nasi Goreng Seafood dan Nasi Goreng Kambing. Saya suka Nasgorkam, tapi saya memilih menunda makan Nasgorkam tar di depan ILP Jogja aja. Jadi saya pilih Nasgorsfood. Setelah cukup lama (sepertinya di Banda Aceh ini kalo mesen memang lama munculnya, mungkin kokinya masak sambil sms-an), datanglah pesanan. Loh, dikit banget porsinya (menurut temen-temen yang cowok). Nasi gorengnya coklat gitu, seafood dan nasi kelihatan jelas berbalur bumbu entah apa. Pokoknya gurih dan pedas. Dan enak. Tidak saya ambil fotonya karena toh hanya nasgor biasa. Tibalah saatnya bayar, lo? Sepiring 50 ribu? Serius, kak? Bos saya menggerutu dan bilang kalo makanannya dikit gitu, dan harganya toh sama, mending makan di Resto Banda aja lagi (saya iyakan dengan penuh semangat). Begitu sampe hotel, saya langsung terkapar dan tidak bangun-bangun sampe kesiangan besoknya, padahal saya harus presentasi. Semua telat bangun, termasuk bos, yang katanya dah nyetel weker sampe 2 biji (buset, bawa weker?). Kami jadi curiga, jangan-jangan…?

image004.jpgPendek kata, besok malamnya lagi (makaaaan melulu), kami makan di Resto Banda lagi. Kali ini, kami pesan: Ca Kangkung Bumbu Terasi (obviously), Brokoli Saus Tiram (ini pesanan saya), Udang Lada Hitam, dan Kerapu Cabe Hijau, juga sebuah masakan cumi tapi saya lupa cumi dimasak apa. Udang Lada Hitamnya, mmh, dibalur oleh ya iyalah lada hitam, jadi penampilannya hitam-hitam kotor gitu, wuih, enak deh. Sementara Kerapu Cabe Hijaunya ukurannya tidak terlalu besar dan kami sepakat bahwa itu bukan Kerapu Bumbu Cabe Hijau, tapi Cabe Hijau Bumbu Kerapu, saking banyaknya cabenya. Yang ini enak juga.image005.jpg

Besok siangnya, hari terakhir sebelum berangkat, masih ke sana lagi hehehe…. Benar-benar gak kreatif. Pelayan sampai hapal. Ca Kangkung Bumbu Terasi, Brokoli Saus Tiram, Ayam Bumbu Cabe Hijau (bercermin pada Kerapu Bumbu Cabe Hijau yang enak, sekali ini ayamnya lebih dominan), Udang Lada Hitam, dan Nasi Goreng. Rasanya tetap enak, salut buat kokinya yang sangat konsisten. Kali ini hampir-hampir gak abis. Selain karena memang banyak, hari terakhir itu kami semua terserang sakit perut, mungkin masuk angin kebanyakan AC atau karena memang lagi pada mau diare (aku sudah diare sejak malamnya, habis makan Roti Canai hehehehe).

image015.jpgOmong-omong Roti Canai, malam terakhir diajakin bebek dan 2 temennya suami-istri jalan-jalan cari oleh-oleh. Saya janji bawa kopi, jadi beli kopi dari Ulee Kareng dan Kopi dari Gunung Seulawah (toko, maksudnya), juga dendeng sapi dari toko tersebut. Diajak melihat-lihat suvenir, eh malahan bebek yang belanja huhuhu, dasar cowok hobi shopping *pletaks* Ada banyak oleh-oleh khas Aceh, mulai dari rencong (asli sampe hiasan), topi khas seperti yang dipakai Teuku Umar, kopiah, baju koko/tas/ransel/dompet/tempat henpon dengan sulaman Aceh, bros dan gantungan kunci berbentuk Pintu Aceh, dan macam-macam lagi. Na, habis itu diajak makan roti canai. Oya, kalo di Jogja, kalo malam kan orang suka duduk-duduk makan di warung lesehan. Nah, kalo di Banda Aceh, orang juga duduk-duduk makan dan ngobrol di warung-warung pinggir jalan, tapi di kursi-kursi plastik rendah dan meja-meja rendah, dengen penerangan sama remangnya dengan angkringan. Makanya pas pesan roti canai, saya gak begitu melihat penampilannya (sudah pake kacamata), apalagi mau taking pics. Roti canai kan biasa dimakan dengan kari kambing, nah yang ini tidak dimakan dengan kambing dalam bentuk apapun, melainkan diisi dengan macam-macam, ada yang diisi susu, serikaya, atau kacang. Saya beli yang diisi susu. Haduh, ukuran rotinya kecil banget, satu kali nganga juga habis, tapi karena saya imut, ya beberapa gigitan gitu deh😀 Oleh yang jual, roti canainya dibelah, lalu diisi susu di dalamnya. Jadi makannya rada belepotan. Bebek beli martabak telor, yang anehnya martabaknya berada di dalam, telornya di luar. Perut saya masih oke waktu itu. Sesudah kemudian makan jeruk Medan di basecamp mereka, kok perut saya rasanya minta keluar semua ya lewat atas. Saya menyabar-nyabarkan isi perut sambil nunggu waktu yang tepat untuk pulang, tapi akhirnya terpaksa pas dalam perjalanan pulang mesti beli obat diare dan muntah, karena yakin begitu sampe hotel pasti tumpah semua. Belakangan saya menduga bukan karena roti canai itu saya gangguan saluran cerna, karena semua tim pelatihan juga diare ketika balik ke Jogja, mungkin karena makan makanan pedas terus. Tapi saya? Begitu sampe Jogja, perut sudah oke lagi, dan siap untuk makan-makan ke tempat kenangan.

55 responses

  1. wisss…. kayanya enwwaaakkk nih, ehehehehe, ada serikaya lagi… nyam nyam

  2. Ke Aceh, ta pikir ikut deklarasi Partai GAM….

  3. Ha, aku dapat oleh-oleh ga ya dari Aceh?
    Terus udah membuktikan belum kalo ternyata “bumbu tambahan” itu benar?

  4. wakakak..

    nasi goreng ganja.. enak tenan kui..

    wakakakaakka

  5. …Haduh, ukuran rotinya kecil banget, satu kali nganga juga habis, tapi karena saya imut, ya beberapa gigitan gitu deh😀 …

    kikikikikk..pake jaim jg..😀

  6. ini yg kamu bilang bisa mabukkzz..????

  7. wah…. perlu dicoba tuh kalo aku mampir ke banda lagi… hue hue hue….
    mo dibungkusin lagi ga neeeh??

  8. nyoba ngepost pake N2865 lgsg dari convention room bumiminang, padang hehe. Gak ada wnet dkt sini,di hotel ada wifi,tp gak bw laptop. duh gmn cara enter ya. Ya sudahlah,gni aja. @b: ya,bawa dong,tp dirimu tentu gak kbagian hehe. @bebek: harus dcoba tuh bek.er,dbungkusin apa neh maksud’e?

  9. haduhhh..haduhhh itu makananan masuk perut semuaaaaaa ??? Nggak heran kena diareeeee…heheheh..

  10. glek… pengen ke Aceh lagi😦 kenalan ya… silakan mampir

  11. aku pernah mencicip mie aceh, wah maknyus abisss…. pedes2 gimana gitu. makan di kafe tenda, sama kopi aceh yg khas itu….

  12. kok seneng banget makan-makan, wisata kuliner. oh, aku tau…ini biar yang baca doyan makan semua. Nanti setelah makan bisa berbondong-bondong ke dokter gigi :p

  13. @manda: ahhh…. saya jadi malu🙂
    @astri: mana… alamat blogmu mana???
    @windede: yuk, ke aceh lagi yuk….🙂
    @tito: tito, aku ke jogja tar malam ini, sabtu siang pulang. kalo sempat tar aku ke tempatmu, atau ketemuan di homerian?

  14. min, makananmu dahsyat min hehehe… btw ini aku baca blogmu jam 2 pagi, laper tauk! nyari makan apa coba jam segini? huh.

  15. wahhh…. makan2 terus itu berarti ya… pantesss…. sakit perut😛

  16. @astri: sip sip.
    @fahmi: salah sopo coba?😀 online kok jam segitu. kapan makan2, mi?
    @eko: ahem! mau apa?
    @bebek: gara2 roti canai😀

  17. Banyak bgt makannya ya. Eh kalau Resto Banda itu cita rasanya pedes asin atau gimana?

  18. @momon: gak pedas tuh kecuali kangkung terasinya. bumbu chinese food gitu deh, tajam.

  19. ajak saya untuk kesana ^ ^ (ngiler nih)

    btw salam kenal ^ ^

    ijinkan saya untuk blogroll yah ^ ^

  20. mina… koq ga ada shoutboxnya??

  21. dimedan juga byk makanan aceh nih min,
    kyk mie aceh lah yang paling terkenal..

    slam kenal

  22. enak jugak nih kliatannya…

  23. Wah enak yach! jalan – jalan ampe aceh! tau mana-mana.
    Non, klo ke jakarta kontek saya aja! tanya YMku ke pepeng or zam atau mas budi!
    Ditunggu….

  24. enak….
    saallaaamm..
    salam kenal yak..

  25. @shonobi/yus: silakan😀 salam kenal juga ya
    @sherlock: iya, rel, gak bisa pake shoutbox kalo di WP gratisan.
    @bayou: kamu di medan ya yu? mau dooong bika meranti nya😀
    @berlin: mana no hape mu berlin? aku bakal ditraktir kan?😀 kayaknya kalo liat liputannya makan2 terus.
    @zulfan: salam kenal juga ya

  26. boleh gabung gak?? saya juka pakar wisata kuliner Solo-Gresik..he5x

  27. @sibermedik: boleh banget🙂 wah asik nih, ada pakar kuliner, boleh dong nemenin kalo ke solo? btw, link blogmu mana to?

  28. Hebat nih yang punya blog, perhatian ama pengunjung soalnya tiap mampir pasti disuguhi ama makanan yang enak-enak… sampe ngiler lagi:mrgreen:

    wah sama tuh… aku juga suka brokoli goreng tepung pake sambal indofood, mantap banget rasanya.
    Pengen nyobain martabak telor yang martabaknya didalem telornya diluar kayak gimana ya? Blog kebayang hehehe…

  29. @xwoman: tanya tuh sama si bebek yang sukanya makan itu heheheh…

  30. duh jadi laper ngomongin soal makan.

  31. waduhhh min…..aku bener2 ngeces lho…^_^
    smuanya yummmeeeehhhhh….^_^

  32. pagi ini koq banyak sekali yang membahas makanan sih, bikin lapar aja…:)

  33. Wah..jauh sekali jalan-jalannya. tp menu makanan pedas emang selalu menggoda kok. bikin pingin nambah lagi- nambah lagi…

  34. haduuuhhhh, telat makan-makan ™
    uenake, keliling-keliling nusantara ber-kuliner- ria🙂

  35. enak banget makan2, ganja rasane kayak apa sih mbak, klo dicampurin makanan itu, jd tergiur hehehe

  36. wew… kl di jogja, mau makan mi aceh gak sah jauh2 ke aceh.
    ada penjual yg buka cabang di jogja🙂

  37. sibermedik.wordpress.com

  38. @dokter evy: wah, sayang saya gak tau bahwa itu ganja, kalo gak akan dirasa-rasakan banget😀
    @priyayiSae: ada to? dimana?

  39. min…mina…
    sayang bgt kmrn aku juga ga nonton vincentdesta. padahal jam 8 aku udah nyampe rumah.

    btw, ini blog ga ada guestbooknya ya?😀

  40. @tika: gak ada tik, sedih deh😦

  41. Mina, kamu kerja dimana sih?
    kalau di NGO, jangan-jangan kita pernah jumpa pas acara “telkomsel cam eksibisi”? *amnesia*

  42. @abe: aku PNS be, tapi kadang suka kerjasama penelitian dan training dengan LSM. jadi: gak pernah ketemu kok. ehm, nyebut telkomsel di sini kayaknya mesti ngasi upeti neh. gimana kalo voucher simpati?😀

  43. 45# Owh, PNS toh tak kirain kerja di NGO. Eh, PNS dikantor apa Min? Mina memang orang Aceh, maksud Abe udah lama tinggal di Banda Aceh?

  44. @abe: PNS di kampus hohoho. aku gak tinggal di Aceh kok Be, cuma kebetulan ada project di NAD, jadi mesti ke sana. mina di kalimantan.

  45. jalan-jalan terus…

  46. Sekedar infogeboy : martabak telor di aceh mirip seperti telor dadar, cuman di dalem telor ada adonan terigu gitu. Murah meriah tp enak bo’… makannya pake bawang merah dan cabe rawit gituw.

  47. hoho mie aceh, terakhir makan mie aceh di alun alun kota Langsa kira kira lebih dari 1 tahun yang lalu
    tapi klo di cimahi juga pernah makan mie aceh 2 kali ma keluarga di Cakra Donya🙂

    *makan makan*

  48. hoho mie aceh, terakhir makan mie aceh di alun alun kota Langsa kira kira lebih dari 1 tahun yang lalu
    tapi klo di cimahi juga pernah makan mie aceh 2 kali ma keluarga di Cakra Donya🙂
    btw makasih dah mampir
    *makan makan*

  49. loh kok keulang 2 kali
    hhhm kalo gitu biar gak mubazir sekalian hattrick ahh

  50. jadi inget orang atjeh

  51. duh baru pulang kuliah ngeliat makanan kayak gitu…
    Hiks hiks hiks… Laper mode *on*…

  52. paling suka tuh mie aceh..syukur2 kalo di campur ganja..hehehe
    sensasi waktu makan itu loh…bikin rambut berdiri semua…uenaaakk tenan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: