[Blog Action Day]: Kantong Plastik

plastik1.jpg Kalau pas berbelanja di sebuah toko, saya paling senang apabila mendapat kantong belanjaan, yang biasanya terbuat dari kertas atau plastik -paling sering sih plastik- dengan nama toko itu tertulis jelas. Banyak keuntungannya, mulai dari: Kalau ditanya orang, wah kuenya enak, beli dimana? bisa pesen gak ya? Saya tinggal membongkar tempat penyimpanan plastik, dan menyebutkan dengan fasih nama, alamat, dan sekaligus nomor telpon toko penjual kue tersebut. Sangat bermanfaat karena saya sangat pelupa. Kantong plastik juga bisa buat membawa kertas-kertas saya yang seabrek-abrek ke kantor. Keren pula, ada nama tokonya. Oh, begitu duniawi. Nenek saya suka memberikan kantong plastik bekas ke penjual sayur di pasar, katanya biar gak susah beli. Kantong plastik yang sudah agak jelek bisa punya fungsi ganda jadi tempat sampah.

Kantong plastik belanjaan biasanya terbuat dari polietilen, dan kita tahu polietilen terbuat dari minyak mentah, gas alam atau hidrokarbon lain, yang merupakan sumber daya alam yang tidak bisa diperbaharui. Bahan bakar dari fossil ini juga diperlukan untuk menyuplai energi saat produksi. Kabarnya, produksi kantong plastik menggunakan 8% produksi minyak dunia. Namun, biaya produksinya yang murah dan kemampuan dahsyatnya untuk tidak memakan tempat membuat kantong plastik menjadi populer di Indonesia.

Sebenarnya, dengan kemampuannya tidak memakan tempat, dalam model pembuangan sampah landfill, semestinya sampah kantong plastik juga tidak akan banyak memakan tempat. Tetapi tunggu dulu, apakah kantong plastik akan pernah sampai ke tempat pembuangan akhir (TPA)? Tidak, sebagian akan terapung-apung di selokan atau di sungai, di sudut-sudut jalan, bahkan nyangkut di atap rumah nenek saya (karena ada layangan seseorang yang dibuat dari kantong plastik bekas nyangkut di sana). Setiap tahun, orang Amerika membuang 100 milyar kantong plastik bekas, dan hanya 0,6 persennya yang sampai ke tahap recycling. Bagaimana dengan Indonesia? Tentu lebih banyak, karena, kalau Trish bilang, orang Indonesia itu menderita “plastic-bag mania”. Dan jangan harap akan di-recycle. Kalaupun sampai ke TPA, paling-paling kantong plastik ini akan menjadi polusi visual, dan yang akan peduli dengan nasib kantong-kantong plastik itu hanya para pemulung yang berharap menemukan barang yang bisa dijual, tikus, anjing dan kucing jalanan, serta segala mikroba di TPA.

plastic2.jpgDalam kondisi normal, kantong plastik ini butuh waktu sangat lama untuk hancur, beratus-ratus tahun loh kalo dibiarkan di TPA tanpa diapa-apakan. Bayangkan, kalau kita ke pasar tradisional saja setiap hari, dan anggap kita hanya membeli dari 3 pedagang, pedagang ikan, pedagang sayur, dan pedagang buah, yang masing-masing memberikan hanya satu kantong plastik, kita akan membuang plastik bekas sebanyak 3 buah sehari ke lingkungan. Belum ditambah dengan kantong plastik yang kita jadikan lapisan dalam tempat sampah. Belum kantong plastik yang disumbang oleh penghuni rumah lain. Setiap rumah tangga dalam sehari akan menyumbangkan kurang-lebih 5-7 kantong plastik terkontaminasi dalam sehari. Bayangkan kalau yang membuang 1 kecamatan, satu kota, satu negara. Kalikan 30 hari. Kalikan 12 bulan. Semakin lama semakin banyak, sedangkan penghancurannya di TPA bisa dibilang stagnan, membuat timbunan sampah semakin tinggi.

Itu kalau kita rajin mengumpulkan sampah dan tukang sampah rajin mengumpulkannya ke TPA. Bagaimana kalau kantong sampah itu bernasib lain seperti yang telah saya sebut di atas? Selain tidak enak dilihat, bisa membuat selokan buntu sehingga berpotensi banjir di musim hujan, jadi sarang nyamuk, membuat sungai mampet dan berbau, serta membunuh hewan air. Ada penelitian yang mengatakan bahwa kantong plastik dan sampah plastik lainnya mampu membunuh sampai 1 juta burung laut dan 100.000 ikan paus, anjing laut, dan penyu setiap tahunnya.

Kalau begitu apa yang harus dilakukan? Mari kita mencontoh negara lain yang telah mengalami kesulitan dengan sampah dari kantong plastik.

  • Di Bangladesh, kantong plastik dilarang karena pembuangan kantong plastik yang semena-mena terhadap lingkungan telah membuat buntu selokan, sampai banjir. Di Perancis, ban terhadap kantong plastik akan dilakukan mulai tahun 2010. Taiwan, Zanzibar, dan beberapa daerah di Alaska juga melarang penggunaan kantong plastik.
  • Di Irlandia, setiap kantong plastik akan dikenakan denda 15 sen, sehingga menurunkan penggunaan kantong plastik.
  • Pemerintah Afrika Selatan mewajibkan produksi kantong plastik yang lebih tebal (minimal 30 mikron) dan lebih tahan lama, yang mudah di-recycle, serta tentu lebih mahal, sehingga penggunaan kantong plastik menjadi menurun. Karena kantong plastiknya tahan lama dan tidak cepat rusak, makan kantong-kantong ini bisa digunakan berulang kali. Kalaupun dibuang, bisa di-recycle.
  • Pemerintah Australia mengkampanyekan “Say NO to plastic bags“, yang mendorong pembeli dan penjual untuk menggunakan kantong alternatif dan meningkatkan recycle kantong plastik.
  • Chain supermarket, seperti Carrefour, memberikan diskon apabila membawa kantong plastik sendiri, atau apabila pembeli meminta kantong plastik, mereka harus membeli. Yang terakhir ini diberlakukan di Makro di kota saya. Sempat jadi misuh-misuh para ibu, dibilang supermarket yang pelit. Entah mereka memang pelit atau mereka memang punya tujuan lebih mulia.
  • Pemerintah Taiwan mewajibkan restoran dan supermarket untuk menagih biaya tambahan apabila pembeli membeli kantong plastik dan barang dari plastik. Penggunaan barang dari plastik menurun dengan cepat.
  • Pemerintah kota Sydney mengadakan kampanye selama 2 bulan untuk mendorong masyarakat menukarkan 20 kantong plastik dengan 1 tas dari calico, dengan harapan mereka akan menolak apabila suatu hari diberi kantong plastik, dan menggunakan tas calico atau tas lainnya yang bisa di-recycle.
  • Produksi kantong plastik yang biodegradable, sehingga bisa di-recycle, menurunkan jumlah bahan alam non-renewable yang diperlukan untuk memproduksi kantong plastik. Kriteria biodegradable ada 3, yaitu: kantong plastik harus habis tanpa meninggalkan jejak, penghancurannya harus terjadi dalam 3-6 bulan, dan tidak boleh menyisakan residu yang toksik. Di Austria dan Swedia, McD sudah menggunakan kantong plastik yang biodegradable.
  • Penggunaan kantong belanjaan dari kertas atau kain yang bisa digunakan kembali, seperti yang sering kita lihat di film-film.

Terus, itu kan usaha orang lain untuk skala lebih besar. Bagaimana dengan diri kita sendiri? Saya tidak tahu apakah kantong plastik yang biodegradable tersedia di sini. Tetapi paling tidak kita bisa melakukan hal berikut:

  • Tidak perlu meminta kantong plastik kalau belanjaan sedikit. Tirulah Trish yang membawa backpack kalau mau belanja.
  • Simpan kantong plastik yang masih bisa dipakai, untuk dipakai ulang kalau diperlukan. Kurangi membuang kantong plastik ke lingkungan. Wah, gak kepikir nenek saya sudah melakukannya sejak dulu.
  • Apabila menggunakan kantong plastik sebagai kantong sampah, tunggu sampai penuh dulu baru menyerahkannya pada tukang sampah.
  • Ajak orang lain untuk melakukan hal serupa.

Semoga dunia kita akan menjadi dunia yang lebih bersih, sehat, dan berumur panjang.

Tulisan ini dibuat untuk Blog Action Day. Tadinya saya lupa, sampai saya membuka Thunderbird dan membaca RSS feed dari blognya anto dan zam. Yah, mudahan masih bisa dihitung posting tanggal 15 Oktober :)

Beberapa informasi saya peroleh dari Wikipedia. Pics diambil dari situs Flexible Packaging Plastic Bags dan Metroblogging Karachi.

About these ads

70 responses

  1. vertamax, yay!! :mrgreen:

  2. beberapa toko sudah mengganti kantong plastik dengan kantong yang mudah di daur ulang. tapi baru sedikit toko yang menggunakan kantong daur ulang tersebut…

    kira-kira kapan ya penggunaan kantong plastik dihapuskan? :-?

  3. kalo kita tahu segala sesuatu di Indonesia tu walau ada peraturannya, tetep aja dilanggar. jadi seumur-umur tu kantong plastik akan selalu ada, chik :D

  4. jadi seumur-umur tu kantong plastik akan selalu ada,

    lha truz gimana penanggulangannya ??

  5. “Semoga dunia kita akan menjadi dunia yang lebih bersih, sehat, dan berumur panjang.” Setuju mbak… Kalau tidak bisa melakukan langkah besar, langkah kecil pun tetap berarti :)

  6. jadi ingat betapa fungsional nya belanja di pasar pedesaan, belanjaan dibungkus oleh daun jati…

  7. agaknya proses daur ulang terhadap benda2 anorganik, termasuk plastik, sangat diperlukan agar tidak menjadi sampah dan limbah yang bisa memperburuk kondisi kesehatan lingkungan.

  8. Comment no. 3…

    Itulah ciri khas Indonesia kita tercinta. Kalo nggak gitu, bukan Indonesia namanya. Hukum tertulis ada, tapi di lapangan tetep hukum rimba.

    Ada larangan pake kantong plastik pun, selama petugasnya masih bisa dikasi “salam tempel” ya sama aja.
    :)

  9. herannya seperti yang diungkapkan di awal tulisan diatas, di indonesia kantong plastik malah jadi kebanggaan…indonesia indonesia…

  10. @niez: bagaimana? hanya akan berhasil begitu manusia Indonesia mau merubah dirinya sendiri :) semua dimulai dari diri sendiri.
    @aar: itu yang kebanyakan jadi inti utama postingan kita ya…
    @bang iman: sekarang nyarinya aja susah ya, bang.
    @bang sawali: ya, reduce, reuse, recycle :)
    @iwan: jadi tidak hanya cukup dengan regulasi, aparatnya juga perlu disadarkan ya?
    @imcw: dok, saya juga termasuk, hehehe…. -miris-

  11. mina, pernah dengar kan pusat perbelanjaan dekat ring-road Utara? nah, itu dia yang mengajarkan pembelinya untuk menghargai dan peduli alam dengan mengurangi penggunaan plastik.

    di yogya, tinggal di mana?

    thanks sudah berkunjung ke tempat saya. keep blogging, ya?

  12. @munggur, itu Macro bukan? kalo iya, ibu saya dulu pernah misuh2 (persis seperti yg ditulis Mina) gara2 disuruh beli kantong plastik sendiri. Padahal tujuannya mulia ya, tapi karena tidak dikomunikasikan dengan baik ke pembeli, dikiranya nih toko pelit banget, kantong plastik aja disuruh beli.

    To Mina: memang perlu gerakan massal untuk mengkampanyekan stop penggunaan plastik…paling tidak bisa mengurangi penggunaan plastik dan pengkampanyean penggunaan tas kertas yg lebih ramah lingkungan….

    btw, ikut pesta blogger gak?

  13. Seperti pemerintah Australia kayaknya bisa dilakukan juga tuh di Indonesia tetapi -seperti yg diketahui-kampanye aja ga cukup klo ga pake “iming-iming” denda dulu baru deh diikuti…

  14. wah, kalo saya pengen ganti kantong plastik yang dapet dari supermarket dengan kantong kertas daur ulang (liat dari pelemnya Mr. Bean dulu)

  15. wah, posting-nya bagus :D

  16. @munggur: o, di makro? sama, seperti yang saya tulis di atas, Makro memberlakukan bawa plastik sendiri atau beli plastik yang lebih durable. saya tidak tinggal di jogja :) saya di Banjarmasin.

    @fisto: gak, saya gak jadi ikut ;p

  17. Welcome to Bali.

    This Is It! Today is Blog Action Day.
    Selamatkan Bumi tercinta.
    *Saya postingkan tulisan ini dlm waktu saya sekarang (di Osaka) 15 oktober 2007, pukul 2:55 pagi*.
    I Post this “Blog Action Day”, in Osaka time. oct. 15 2007. am 2:55.
    Su…

  18. saya berusaha sesedikit mungkin pake kantong plastik
    mangkanya pasang box di motor dong… :nrgreen:

  19. wah, aku sendiri biasa ngantongin kantong plastik sendiri untuk keperluan2 tidak terduga…kebiasaan ini sudah berlangsung 15 tahun lho!! hehehe.. :D

    sementara kalo untuk belanja, aku ‘ngikut’ saja dengan counter2nya deh…hehehe… :p

  20. […] [Blog Action Day]: Kantong Plastik […]

  21. Kalau menurut aku, setelah pemakaian plastik dikurangi, sebaiknya pemerintah mengkampanyekan “membuang sampah sesuai jenisnya”. Misalnya sampah plastik tidak dicampurkan dengan sampah rumah tangga. Terus sampah kaca beda juga. Yah, seperti-seperti itulah. ^_^

  22. Yeah, ide yang sangat masuk akal. Kira-kira mungkin tidak menghapus kantong plastik di Jakarta?

  23. saya kalo belanja di swalayan, bawa kantong sendiri loh Mba… :)

  24. sampai sekarang kalau belanja dikit nggak pernah minta kantung plastik. postingan ini bener2 asyik sekali. oh ya, makasih “doa buat taneman”nya. :)

  25. @caplang: pasang box di motor?? -binun-
    @fahmi: sering muntah-muntah ya mi :D
    @abe: trus sama si tukang sampahnya di campur aja gitu di TPA :D
    @guebukanmonyet: iya bisa gak ya? -ngelirik orang jakarta-
    @siwi dan fitri: hebat, salut!

  26. my plastik bag always became trash bag, sy jg hobi ngoleksi ktg plstk, tp kalo beli sumthin’ bisa dikantongin saya nolak pake kantong plastik kok. soal recycle, misahin sampah wet n dry aja blom tertib sih yah..

  27. my plastik bag always became trash bag, sy jg hobi ngoleksi ktg plstk, tp kalo beli sumthin’ bisa dikantongin saya nolak pake kantong plastik kok. soal recycle, misahin sampah wet n dry aja blom tertib sih yah..

  28. dr semua postingan blog action day kamu punya yg plg bagus :p
    ada masalah ada penyelesaian…walaupun msh sedikit realisasinya :D
    *ps. aq ntn d dvd..kdg kl ada duit lbh ya ke 21*

  29. ga usah jauh2…
    di pasar yang berada tak jauh dari rumah saya aja..sampah2 plastiknya udah mulai menggunung..baunya..tapi mo gmn lagi..petugasnya mungkin lagi mudik..atau entahlah..
    iy tuh mending bawa tas aja…trus barang belanjaannya dimasukkin k tas aja..
    Lestari Alam Kita

  30. kampanye mbayar kantong plastik di toko2 gitu sebenernya bagus. mungkin masyarakat agak kaget aja awalnya, trus ngomel2. tapi nanti kalo mereka sudah ngerti idenya pasti maklum dan nggak keberatan mbayar kantong plastiknya. ato mungkin milih pake kantong kertas. aamiin :)

  31. masyarakat indonesia lum bener2 disiplin memisahkan sampah organic maupun non organic…..aku kl blanja milih kalo kantung nya kertas bagus aku bawa..tp kalo plastik kurang keren disimpan paling2 mentok buat kantung sampah..heueuue..

  32. emang yang namanya lingkungan tuh pengaruh banget…waktu kuliah di belanda, aku dipaksa buat bawa kantong sendiri tiap belanja karena supermarketnya nggak ngasih kantong belanjaan dengan gratis..beda banget sama disini, setiap supermarket kayanya malah ngehambur”in kantong belanja, dan kebiasaanku bawa kantong belanja sendiri jadi hilang =p

  33. wah repot juga menangani sampah plastik ini, di negeri ini banyak hal yang harus dibenahi…pertama mulai dari mentalitas dulu, selanjutnya terserah…hahaha…

  34. sayang sering menolak kantong plastik ketika beli di supermarket, padahal tu barang cuman sebiji-dua biji jang bisa kita bawa dengan tangan.. :D

  35. Dok, br bljr nh. Link me ya

  36. kantong belanja body shop pernah yang terbuat dari tepung singkong (30%)
    lucu juga loh..keren..!! cuma, mahal gak ya..? :D

  37. Pingin sih kalau belanja nggak dikasih kantong plastik tetapi pembungkus lain yang mudah didaurulang.

  38. Di beberapa toko, malah kita dipaksa untuk menerima kantong plastik itu. walaupun kita menolak. Agak susah ya. tapi memang harus dicoba.

  39. min, jadi ikut nongkrong kan…?

  40. di Toyohashi, kalo belanja akan ditanya mau pake plastik ato ga? kalo dikit biasanya aku bilang ga. kalo banyak ya terpaksanya pake. Hmm bawa backpack buat belanja..ide yang menarik

  41. hidup bLogger :D *halah*

  42. aku juga suka ngumpulin plastik bekas (barang) untuk tempat sampah.
    eniwe tulisannya serius… keren!

  43. eh satu lagi ding ada yang lupa.
    kalau tinggal di jkt, datang saja tiap jumat malam ke bunderan hotel indonesia… :)

  44. aku juga punya kantongplastik…
    buat naroh sabun,cah Hp dll…

    * lu tambah jago aja….ayam kaleee..*

  45. salam kenal, kok pusing ya, kantung plastik memang pada akhirnya bikin masalah dimana-mana….

  46. Kualitas Plastik yang jelek, juga menambah pencemaran.
    Contohnya, kalau beli bakso. Gara-gara plastiknya tipis, harus dirangkep
    sampai 4 kali. Itu untuk baksonya doang. Belon plastik buat tempat sambel, tomat, kecap, bawang goreng, dan bihunnya. Puihh…hitung dah. habis berapa tuh plastiknya doang.

  47. @manda: teteeeep aja dikait-kaitkan sama makanan :D

  48. aku ketinggalan. lupa gak posting pas 15 oktober, padahal udah niat dari kapan2 :(

    btw, kemaren kamu dateng ke pb di blitz? kok gak ketemu ya?

  49. Fukutenshi Youfan | Reply

    Topik Blog Action Day-nya menarik juga… :mrgreen:

    Aku kemaren juga udah daftar (duluan) buat ikutan Blog Action Day… Tapi malah kelewatan gakposting pas tanggalnya… :cry:

    He kok akuw OOT siy… :?

  50. smntr ini, plastik2 sisa belanjaan terbungkus memanjang dan dilipat segitiga kecil2 di laci bwh biar hemat tempat (ada cara lain ngga ya..)..kepakenya ya buat nampung sampah di kos..

  51. aku baca-baca dulu ya!

  52. Gimana kalau saya mengajukan ide, kebetulan di koran beberapa hari belakangan ada rencana membangunjembatan di Selat Sunda, saya usul membuat jembatan ponton sebgian dengan pengapung dari kantong plastik bekas?
    Gila mungkin ya? Ide kan boleh gila.

  53. postingan yang bagus… sudah dua kali ini saya membacanya, pas baca pertama kali membuat saya sadar untuk membawa kantong plastik sendiri daripada diberi oleh penjualnya walaupun kalau di pusat pembelanjaan yang di mall masih menggantungkan kantong plastik dari sana.

    tapi terkadang lucu juga kalau belanja di warung kecil, ketika mereka mau masukin ke kantong plastik ternyata saya sudah membawa sendiri, ada perasaan heran di wajah mereka. ya wajar mereka heran karena kurang tahu masalah plastik ini.

  54. ŞỖǘﭏ ൬ïε 哎 | Reply

    Kalo buat orang awam yang penting mereka jadi gampang. Jangankan masalah bahan, soal buang sampah sembarangan aja masih susah diaturnya. Langkah pemerintah penting untuk menentukan perilaku masyarakat. Itu pun kalo pemerintah peduli… Kabarnya ada bahan baru dari tapioka ato bubur lainnya yang biodegradable, tapi di negara yang hedonis hal seperti itu jauh dari bayangan.

  55. DML menyediakan dan menjual Biodegradable Bag dengan harga yang cukup terjangkau mulai dari Rp. 1500,- / pack dengan isi + 35 pcs.

    Pada umumnya plastik akan terurai didalam tanah dalam waktu + 400 – 500 tahun, sedangkan produk Biodegradable Bag yang kami sediakan akan terurai didalam tanah dalam waktu + 3 tahun. Produk ini terbuat dengan komposisi 20% tepung singkong.

    Dengan menggunakan Biodegradable Bag untuk kebutuhan sehari-hari, berarti anda turut berpartisipasi menjaga lingkungan disekitar anda khususnya di Indonesia.

  56. info DML itu kelihatannya menarik…

  57. Beli kantong plastik DML itu dimana ya? Jaalnya dimana yag? Ada yang tau ga?

  58. kantong plastik selain bikin masalah lingkungan, juga bikin masalah kesehatan..apalagi kalau dibikin buat bungkus makanan yang lagi panas…lama-lama bisa berpotensi menjadi kanker..hii…serem!!kayanya kalau beli makanan mending bawa rantang aja deh he-he-he.setuju min…

  59. […] blogwalking ternyata udah banyak yang membahas tentang limbah plastik ini. Ada akuingin hijau, mina, dan masih banyak lagi. Ternyata plastik itu baru bisa terurai sampai ratusan tahun jika dibiarkan […]

  60. hai! senang banget ada Web.ini….
    kita mulai dari rumah dan orang rumah dulu deh…bawa kantong plastik sendiri dari rumah dan pisahkan sampah
    plastik dan lainnya…nanti yang lain pasti mencontoh
    Sukses!

  61. betul bgt. say no to plastic bag

  62. kapan di indonesia bisa mulai diterapkan pake kantong kertas?
    kantong kertas harusnya bisa untuk menampung sampah sisa makanan yang setengah basah khususnya yang berasal dari rumahan….!
    tq

  63. plastik dapat tergantikan sabar..

  64. ea. . .ea kpan sich jmN ndk d kntong plztik???????????

  65. blastik yang biodegridible skarang kan baru proses penelitian……..
    edible film juga begitu……….
    kira2 pengganti kantong plastik yg sip apa y???????????
    cz kaya’e plastik itu kbutuhan primer deh…….
    dan sulit untuk digantikan………

  66. Untuk pengganti kantong plastik yang sekarang beredar, kita bisa memakai plastik yang terbuat dari bioresin, dan plastik yang dibuat dengan penambahan adiktif sehingga plastik ini akan terdegradasi dengan sendiri secara alami.

    Indomaret dan carrefour memakai produk oxium biodegradable plastik, yang masa terdegradasi secara alami sekitar 2 tahun.
    Kebetulan saya juga punya produk tersebut.

    Semoga bisa membantu bagi yang memerlukan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 30 other followers

%d bloggers like this: