Kebakaran

istana-pagaruyung-istano-saat-kebakaran.jpgTengah malam kemaren, aku dikejutkan oleh teriakan “Kebakaran!” dan tiang listrik dipukul dengan pukulan cepat. Aku yang masih bangun dan mengetik di ruang tengah, segera meneriaki orang rumah agar bangun, lalu keluar dan menyeberang jalan  -jalan depan rumahku kecil sekali, hanya muat mobil berselisih jalan pas-pasan-  mendatangi sumber suara. Ada anak laki-laki, mungkin si Cendol, bolak-balik ke rumah seberang membawa ember berisi air dari sungai. Mana kebakarannya? Gak ada api, gak ada asap. Ternyata sudah mati. Sebuah mobil pemadam kebakaran di ujung jalan juga telah tiba, dan sudah menurunkan gulungan selang airnya. Tiga mobil lagi datang, dan para pemadam kebakaran sukarela (always be the objects of my admiration) itu celingukan, ada yang belum berpakaian lengkap, ada yang cuma pake kaos dalam, ada yang pake seragam lengkap. Yang aku heran, mereka gak pulang-pulang, dan bercakap-cakap lama di depan rumah. Aku lihat my cousin Kiki sudah nangkring di seberang, ah besok aku bisa tanya dia ada apa. Jam 1 aku lihat mobil polisi datang. Loh, ada apa ini? Kata tetangga sebelah yang ikut mendengarkan kasak-kusuk, ternyata kebakaran itu dibuat oleh seseorang, yang tidak diketahui siapa. Kenapa kok diduga kebakarannya disengaja? Karena ditemukan sebuah botol Aqua besar berisi bensin di TKP.

Cerita baru lengkap sesudah nenekku keesokan harinya bergosip ke rumah seberang yang menjadi lokasi kebakaran. Aku gak bisa ikutan, karena pagi-pagi sudah harus berangkat ke kantor (berangkatnya telat lagi, karena telat bangun). Rumah seberang adalah rumah jaman baheula yang terbuat dari kayu ulin, sampai ke dinding-dindingnya. Kayu ulin, yang kalau kena panas dan hujan dia malah tambah kuat (“tahan bapanas, bahujan tahan” – dari lagu Rumah Banjar). Warna lantainya hitam dan sangat nyaman diinjak, selalu membuat saya iri sejak saya kecil. Tengah malam, si Cendol, anak lelaki rumah seberang, terbangun karena merasa mendengar ada orang masuk pekarangan rumahnya. Pagar yang mengelilingi rumah-rumah lama di kampung kami memang bukanlah seperti pagar di tempat orang, karena modelnya adalah picket fences, tingginya hanya sepinggang, dan biasanya selalu terbuka. Dia membangunkan ayahnya ketika mendengar suara bergemeretak di samping rumah. Ketika mereka membuka jendela, asap tebal dan hitam masuk. Ternyata ada api menyala di bawah jendela mereka. Karena semua terbuat dari ulin, kecuali kaca jendela, api butuh waktu lama untuk menghancurkan dinding, sehingga ketika mereka bangun, api belum masuk rumah. Sesudah teriakan “Kebakaran!” dan pukulan tiang listrik serta siraman air dari bak kamar mandi dan sungai sebelah, barulah api reda.

Polisi yang menyelidiki TKP membawa barang bukti botol Aqua, yang entah mau diapakan. Kalau di film serial kriminal, botol ini akan mengungkapkan sidik jari si tukang bakar, bahkan mereka akan menemukan di mana beli Aqua-nya, dan mungkin juga di mana beli bensinnya. Sayangnya di sini tidak bakal ada gunanya. Polisi menanyai orang rumah seberang apakah mereka mempunyai musuh, yang dijawab dengan heran oleh pemilik rumah bahwa mereka merasa tidak pernah bermasalah dengan siapa pun. Setahu saya, orang seberang adalah orang yang ramah dan baik hati.

Belakangan polisi bercerita bahwa sudah 3 kali ini ada percobaan pembakaran di sekitar situ, dan alhamdulillah tidak berhasil, karena selalu ada yang lewat dan melihat api. Apakah ketiga percobaan itu dilakukan oleh orang yang sama? Kalau orang yang sama, entah apa motivasi si tukang bakar? Kalau melihat korbannya yang kelihatannya random, mungkin dia punya kelainan pyromania.

Tanpa melihat apakah disengaja ataupun tidak, sekitar rumah saya dalam tahun ini sudah mengalami kebakaran sebanyak 4 kali. Semuanya terjadi di malam hari. Yang pertama terjadi jam 3 pagi, kami sekeluarga tidur begitu nyenyak sehingga baru bangun sesudah mesin genset pemadam kebakaran menyala di halaman rumah untuk menyedot air sungai. Bangun dan keluar, langsung terbeliak, api begitu besar di seberang rumah agak ke kiri. Ini katanya karena si penjaga rumah kosong itu memasak air, terus lupa, dan ditinggal jalan-jalan.

Apa yang dirasakan orang saat melihat kebakaran begitu dekat dengan tempat tinggalnya? Reaksi pertama yang jelas lemas dan gemetaran. Reaksi kedua: aduh! barang apa yang mesti diselamatkan?

Di sinilah kelihatan betapa terikatnya manusia dengan dunia. Saya dan adik saya memasukkan laptop masing-masing ke tasnya lengkap dengan berkas-berkas kerjaan kantor. Satu tas berisi kumpulan ijazah, SK penting, buku tabungan, dan surat-surat penting. Dua buah tas bagasi yang diisi oleh my mom dengan baju rumah, baju kantor (seolah-olah terus mau ke kantor seperti biasa besoknya kalau kehilangan rumah), underwear, dan lain-lain. Ponsel masing-masing dilempar masuk ke bagasi, lalu bagasi ditutup. Semua itu diseret pergi ke rumah sepupu saya di jalan sebelah.

Belakangan, sesudah api berhenti, kami takjub dengan barang yang kami bawa. Pertama, kami tidak sanggup membawanya balik ke rumah jalan kaki seperti pas kebakaran masih berlangsung. Apa sih yang tidak bisa dilakukan manusia dalam keadaan tekanan yang berat. Kedua, ternyata kami tidak bisa berpisah dengan laptop dan ponsel. Ketiga, ternyata kami tidak begitu butuh banyak baju hehehe. Keempat, ternyata aku MAMPU berpisah dengan buku-buku yang kucintai. Yang lucu tu salah satu tetangga. Hanya dua tas yang diungsikan, kata istrinya tas berisi surat penting, eh ternyata sesudah semua keadaan tenang, isi tas itu hanyalah kertas-kertas tidak penting dari meja suaminya.

Yah, semoga tidak akan terulang lagi.

Update: pas saya posting ini, ada kebakaran lagi, tapi jauh kayaknya.

Pics diambil dari situs Pemerintah Tanah Datar, sebuah kebakaran tragis pada Istana Pagaruyung

17 responses

  1. pyromania? whaaa… keren😀

  2. eh btw jaman masih kecil dulu aku pernah punya cita2 jadi petugas pemadam kebakaran juga.

  3. @mimi: pyromania mungkin keren, tapi bikin sengsara orang😦 yang benar-benar keren itu tentu saja para pemadam kebakaran itu! sukarelawan lo mereka.

  4. wah, mengerikan ya?!
    belum berhasil ditangkap ya?

    mungkin Mina mesti nyamar jadi tiang listrik biar bisa nangkap pelakunya!!
    *cekikikan sambil kabur…*

  5. siap2 satu tas multifungsi..lat atletik.. (ada untungnya jg panggilan malam2 pas kemah pramuka itu..)

    semoga si pyro ketangkep..

  6. @fahmi: bukan hanya gak berhasil ditangkap, ternyata yang ku-update di atas itu kemungkinan juga dilakukan orang yang sama, katanya. the pyro-man beraksi kembali.
    @dani: wah, bisa dijadiin alasan untuk belanja tas dan fitness lagi nih

  7. waduh waduh gag kebayang paniknya kalo ada kebakaran disekitar kita . salut buat para pemadam nya yah

  8. gyahahahaha… jadi inget kebakaran deket rumah saya dulu,,,,
    laptop, ponsel, surat2 penting, langsung masuk ke mobil, acak kadut didalem mobil tanpa tas ato apalah yang bisa bikin rapihan dikit…. secara saya cuma tinggal berdua saat itu dan nyokap sdg ada masalah dibagian kaki… parah dah! maksudnya biar bisa gerak cepat, & lgs kaboorrr… ehe… eh…. stl kebakaran mereda ternyata yang dikira surat2 penting sebagian besar malah cuma kertas ulangan saya & surat cinta nyokap jaman dulu… ahahaha ngakak ndiri saya klo inget itu semua… *maluuuuuuuuwh :-” *

  9. Moga-moga gak terjadi lagi. Biar aman buku-bukunya dari kebakaran disono, silakan di post ke saya😀

  10. @yudi: dirimukan dah punya banyak buku :p

  11. Kebakaran di mana Bu? Kok saya ga tau ya??

    Tapi di Banjarmasin, petugas pemadamnya memang mantab poll, mereka kadang ga di bayar, tapi siap 24 jam. Sukarelawan, cuma kadang kalau udah di jalan, ngebutnya ga ketulungan, he..

  12. gimana kamu tau, dil, wong, dirimu sudah mati huehehehe….. masih ngikutin perkembangan dunia rupanya ya?

  13. ya ya ya… tiap kali tetangga saya habis nyapu halaman, dia jadi pyromania… bisa disingkat jadi P-Man gak yah?

  14. -ngakak-ngakak guling-gulingan mukul-mukul lantai baca komennya andex-
    kamu lucuuuu!

  15. Emangnya Istana Pagaruyung tu dari Banjarmasin???

  16. ikut berduka cita ya
    semoga ga terulang

  17. bawak bersabar je lah ye…. ape yg terjadi ade hikmahnya……

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: