Day 4: The meaning behind my Twitter name

Hmm… aslinya sih harusnya menuliskan makna Tumblr’s name, whatever that is. Karena diriku gak tahu dan gak pengen tahu juga (hehe, ditampol Ami), lebih baik menjelaskan sesuatu yang diriku jelas tahu, ya, kan?

Oya, ini sudah seminggu lewat ya sejak posting Blog Challenge terakhir. Yah, harusnya sih daily nulisnya, tapi saya tidak bisa menulis semingguan ini karena …. eh, nanti berubah content post ini. Ya, prinsipnya, seminggu tidak sempat menulis blog. Kenapa? Mau protes?

Jadi, sampai saat ini social media yang saya gunakan di internet (sesudah say bye bye pada Forum Buku Kafegaul yang tutup beberapa tahun lalu, walau baru-baru ini sudah buka lagi sih) terutama hanya 2, yaitu Plurk dan Twitter. Plurk enaknya adalah di sana hanya berinteraksi dengan teman-teman yang bener-bener kukenal (setidaknya di dunia maya), dan seneng karena berbentuk timeline yang bergeser ke kanan, dengan posisi message sesuai timelinenya. Juga enaknya komen bisa kelihatan langsung di bawah status Plurknya, jadi bisa komen berjejer-jejer sekaligus. Gak kayak Twitter, mesti ngeklik View Conversation dulu. Tapi Twitter memang memberikan kesenangan tersendiri, terutama kalau mau tahu gosip hot di Indonesia, atau paling tidak gosip hot di Twitter, asal dirimu mem-follow orang-orang yang tepat.

Username diriku di Twitter adalah lowercloud. Waktu awal diriku maen di Twitter, ada aja yang nanya maksud username ini. Sebenarnya username ini tidak dimaksudkan bermakna dalam atau filosofikal gitu. Sebenarnya pengen pake user: mave, atau mina, biar simpel. Sayangnya sudah ada yang pake, karena diriku termasuk terlambat masuk ke Twitter. Biasa, males masuk ke social media, baru masuk kalo temen-temen di sana agak banyak. Mau pakai nama asli kok kayaknya lugu. Lalu dipilihlah username ini, waktu itu idenya dapat dimana, diriku sudah lupa.

Tapi, kemudian kan banyak yang nanya, jadi diriku sendiri mulai mikir, mestinya diriku punya alasan waktu dapat ide username ini. Mulai dibahas-bahas secara mental, dicari-cari hubungannya dengan diriku, kayak apa penjelasannya biar keren (mwahahahaha…). Diriku mempunyai waktu beberapa detik saja untuk menjawab pertanyaan itu, supaya jangan terkesan dikhayal-khayal (mwahahahaha lagi…).

Jadi lowercloud itu diambil dari bahasa Inggris, yang terdiri dari dua kata: “lower” yang berarti “sebelah bawah”, dan “cloud ” yang berarti “awan”. Jadi arti “lowercloud” adalah “awan sebelah bawah”. (*beberapa pembaca blog ini mulai memutuskan untuk menghapus link ke blog ini dan melupakan episode pernah blogwaking ke sini, atau mungkin bahkan memutuskan tidak akan pernah ngeblog lagi*).

“Awan sebelah bawah” ini walau kesannya gak ada artinya, tapi punya makna filosofikal, kaka-kaka. Diriku pengen menggapai cita-cita setinggi mungkin (setinggi awan, gak setinggi langit, karena langit yang kita lihat saat ini tidak bener-bener ada, hanyalah konsep yang dibuat oleh mata), tapi tetap masih dekat dengan bumi (karena awannya sebelah bawah) yang artinya tidak ingin melupakan asal diriku berada. Diiih, diriku jadi terharu sendiri *dilempari truk pasir (ini juga oleh Ami yang punya banyak koleksi truk dan pasir buat dilempar).

Oh, you want to be scientific?

Okey, lowercloud, atau low-level cloud itu adalah yang paling sering kita lihat di langit.  Menurut situs ini, “Because of the relatively low temperatures at this level of the atmosphere” (Maksudnya diriku itu orangnya cool), “lower level clouds usually reflect lower amounts of light” (Maksudnya diriku gak bikin orang silau, karena diriku orangnya sederhana), “and therefore usually exhibit low contrast” (diriku gak suka pake baju kontras warnanya, ya sukanya warna-warna aman gitu). “The clouds at this level also appear not as well defined” (Diriku itu orangnya enigmatik). “When observed closely, it is easy to observe the turbulent motions and hence the ever-changing structure” (Kalau sudah kenal dekat, jadi tahu bahwa memang di luar kelihatan tenang, tapi di dalam banyak loh yang terjadi ihiks). “Being closer to the ground, lower level clouds appear to move or progress faster than other clouds” (Diriku kalau jalan tu nampak lebih cepat dari orang lain, padahal itu efek relativitas, sebenarnya kalianlah yang berjalan lebih lambat dariku). “The clouds generally move in the direction of the wind very similar to the direction of the wind on the ground” (Diriku berjalan/bersepeda mengikuti arah angin, kalo melawan angin, berat, terutama di Utrecht sini). “The most efficient method used to recognise lower clouds is when observed in conjunction with other clouds. ” (Cara termudah mengenali diriku adalah dengan bertanya pada teman-teman yang pernah mengenal akyuh).  “The lower clouds will obscure part or all the view of the upper level clouds if they pass in between the observer’s line of sight.” (Saking kerennya, orang-orang tu kalo melihat diriku, suka lupa sama penari latar di belakangku). “In other words, all the observer can see is the lower clouds as well as parts of the higher level clouds through breaks of the lower clouds.” (Tapi walau diriku sekeren itu, diriku tetap berusaha mingle dengan latar belakang pemandangan sekitar, tidak mau menonjol *mulai tidak mengerti arah pembicaraan sendiri*). “What is observed will vary due to the different directions and relative wind speeds associated with the different layers of clouds.” (Kekerenan diriku sangat tergantung pada arah… mmm… angin *syukurlah ini kalimat terakhir*).

Well, kurasa kalian menyesal sudah bertanya? *berharap follower Twitter tidak berkurang drastis karena ini*

3 responses

  1. Enggg… Ka, I know how you adore me, tapi kenapa namaku disebut sampe dua kali diposting ini dengan imej seakan-akan aku ini begitu anarkis ya? Dan sebagai anak Tumblr *ini apa-apan sih istilah ini*, yah… Tumblr itu seru taaaauuuuuu…
    Aku mikirnya dulu “lowercloud” itu awan rendah. Jadi kayak awan, tapi nggak tinggi gitu lho. *merasa cerdas*
    Masih gak ngerti kenapa ada bagian yang menyebut-nyebut bahwa orang jadi tidak memperhatikan penari latar. Yang muncul di pikiranku adalah…dirimu menyanyikan lagu India -_-

  2. Mi, memang postingan ini dibuat tidak untuk dimengerti, tapi untuk diterima apa adanya *apa sih :p

  3. hmmm okeyy…
    sebenarnya ini bicarain apa yaaaa.. #ulangbacadariawal😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: