To subscribe or not to subscribe. (Ngomongin Netflix)

maxresdefault (1)

Lagi rame-ramenya kabar bahwa layanan TV internet dari Netflix yang masuk Indonesia awal tahun ini, diriku jadi berpikir-pikir kepingin. Diriku penggemar serial TV dan pernah mencanangkan kepingin nonton 1 movie per minggu. Tapi karena gak punya langganan TV kabel (TV-nya sih ada, punya bapak kos yang dulu), plus ke bioskop mahal, jadi, you know lah, main donlot. Gak usah menatap diriku seperti itu, akui saja kalian semua pernah menonton sesuatu secara tidak legal, baik streaming, donlot torrent, atau nonton video bajakan. Tapi kepingin juga melakukan semua hobi ini dengan legal, tapi kalo bisa murah meriah (*banyak maunya gini). Seperti yang sudah kumulai sejak akhir tahun lalu dengan ebooks/audiobooks via Scribd (diriku menulis tentang ini di blogku yang satunya).

Okey, balik ke kepingin langganan Netflix. Ya diriku tinggal di benua lain sih, dan ketika mendengar salah satu teman di sini langganan Netflix, tidak tergugah juga kepingin. Tapi pas kehebohan Netflix di Indonesia itu muncul, trus jadi pengen *sukanya ikut-ikutan gitu.

Berkelanalah ke situsnya, maunya sih mengecek dulu apa yang ditawarkan sebelum membeli, ya, kan. Juga ingin tahu, perlu kecepatan internet seperti apa untuk menonton konten Netflix tanpa buffering. Tapi situs ini payah, tidak ada katalog film dan serial TV apa saja yang ditawarkan kalo kita berlangganan. Cuma ada paket-paketnya, jenis device buat menonton, dan FAQ pendek. Akhirnya malah mengecek situs Indonesia yang membahas masuknya Netflix ini. Jadi nampaknya diperlukan kecepatan minimal 0.5 Mbps untuk  menikmati konten Netflix, untuk menikmati kualitas video standar (SD) perlu minimal 3 Mbps, kualitas HD perlu minimal 5 Mbps, dan untuk Ultra HD perlu 25 Mbps. Pergi mengecek speed internet di rumah, menurut Speedtest cuma 12.9 Mpbs, dan menurut ISP-ku sendiri, 13.2 Mbps, dan nampaknya stabil (walau secara realitas, kadang suka mati, mungkin karena diriku pake electrical outlet LAN cable ya untuk mengakses internet di rumah ini, maklum wifi-nya payah). Jadi kayaknya dari segi kecepatan sudah bisa lah ya. Diriku toh hanya akan menonton via laptop aja, gak via mobile.

Nah, karena langganan bulan pertama gratis, dan di sini bisa langganan pake debit card/online banking aja, jadi kupikir, wah gampang nih. Mari kita coba bulan pertama aja dulu, tar kalo kontennya payah, atau kemampuan/kesempatan menonton rendah, atau koneksi internet mendadak jadi tidak stabil bulan ini, tinggal berhenti aja berlangganan. Jadi diriku register, milih Paket Standard.

Habis register, langsung browse kontennya. Haduh, payah ternyata. Negara ini memang lemot kayaknya kalo urusan film atau TV series. Apa mereka kurang suka nonton TV series ya? Kalo penonton bioskop kayaknya cukup rame. Tapi film bioskopnya suka telat gitu release date-nya, kecuali yang benar-benar blockbuster kayak Star Wars kemaren.

Jadi ya, diriku ngecek film dulu, di-sort berdasarkan tahun rilis. Film action terbaru-nya aja Guardians of the Galaxy.  Dari kategori Drama: Cinderella. Kategori War & Military: Aloha (ini bukan drama, ya?). Untuk TV series,  Downton Abbey baru 4 dari 6 season, Modern Family 5 dari 7 season, Suits 4 dari 5 season. Yang lengkap kayaknya hanya yang sudah selesai, seperti Arrested Development, atau yang Netflix original series kayak Orange is the New Black. Mau cari Game of Thrones, Devious Maids, Veep, Sherlock? Gak ada.

Segi kualitas audio dan video, memuaskan. Tadi mencoba menonton Episode 1 Season 1 Breaking Bad. Karena memilih paket Standard, videonya bisa sampai kualitas HD. Sama sekali tidak ada buffering. Subtitle sudah bisa diduga pake bahasa lokal (Dutch), tapi ada beberapa yang punya English subtitle juga. Sangat diperlukan kalau nonton British TV series atau International Movies.

Hmmm, dari pengalaman ini, kalau tujuannya menonton film dan episode terbaru dari serial TV favorit, tidak bisa didapatkan dengan berlangganan Netflix di sini, kecuali yang memang original dari Netflix. Ya sudah, dinikmati saja dulu bulan ini, tar bulan depan berhenti.

Nah, coba bayangkan kalo diriku balik ke Indonesia dan kepingin langganan Netflix. Loh, gak jera? Ya siapa tahu TV series dan Film di Indonesia lebih luas pilihannya dan lebih updated, apalagi mengingat Indonesia selalu dapat release date film lebih duluan dari Belanda. Masalahnya cuma satu: koneksi internet! Duh, hal satu ini akan menjadi number one dari my top list hal-hal yang akan membuatku kangen Belanda. Menurut situs ini, saat ini (dan kurasa dalam setahun ke depan), hanya sedikit penyedia layanan internet rumah maupun mobile yang mampu menjadi sarana menonton Netflix. Untuk rumahan: Biznet, First Media, MNC PlayMedia, IndiHome. Untuk Mobile: Smartfren yang True Unlimited. Tapi harganya berapa, sodara-sodara?

  • Biznet Home: 200 ribu/bulan untuk kecepatan 10 Mbps (di Sumatra dibedakan: 600 rb/bulan).
  • Fastnet, dedicated internet connection dari FirstMedia: 699 ribu/bulan untuk kecepatan up to 10 Mbps, plus sewa modem 60 ribu/bulan.
  • MNC, 349 ribu/bulan untuk kecepatan up to 10 Mbps.
  • IndiHome Fiber dari Telkom: 250 ribu/bulan yang up to 10 Mbps (anehnya situsnya sendiri tidak memberikan harga per paket, harus mendaftarkan nomor telpon dulu baru bisa dapat info, heran deh).
  • Smartfren 4G LTE yang true unlimited: 300 ribu/bulan, up to 49 Mbps (Ini menurut link ini, situs Smartfren sendiri tidak memberikan info).

Dari semua yang di atas, cuma 2 yang ada di Banjarmasin (kampung halaman saya): IndiHome Fiber (tentunya, secara Telkom) dan SMartfren 4G LTE. Tinggal duitnya aja lagi😀

Ada situs yang memberikan list film dan TV series untuk Netflix Indonesia. Kok kayaknya gak memuaskan. Film 2015-nya sama payahnya kayak Netflix Belanda. Untuk TV series, juga gak ada GoT, Modern Family, House of Cards, Veep, Devious Maids, dan serial favorit lainnya. Tapi lihatlah nanti ya setahun ke depan pas saya pulang. Mudahan berkat animo yang tinggi, makin banyak film dan TV series yang dilanggan.

Tapi kalo menurut situs ini, ada solusi lain, baca deh😀

Picture taken from this youtube.

 

 

8 responses

  1. Indihome Yg fiber terbatas karena jumlah core, kalau wired bisa pakai jalur speedy yg ada maks 5mbps. Player netflix jg ada yg jual..

    1. Maksudnya Indihome Fiber terbatas itu maksudnya terbatas jumlah usernya kah? Dan btw player netflix tu maksudnya player buat nonton tanpa perlu laptop? Another gadget, then?

      1. Iyes kalo fiber lebih sedikit karena terbatas jlh core dalam satu tarikan utama. Player netflix itu seperti tvbox cuma bisa play netflix, mp4, youtube. Lebih ke arah HTPC yg di mampetkan k smallbox.

  2. *pasang kopiah*
    semoga ada inisiatif dari pemerintah dan swasta agar Internet cepat, murah, tersedia di daerah segera tercapai.
    *berdoa sesunggukan*

    iya, harus murah dan terjangkau. mahasiswa kan ga modal.:))

  3. Oh iya, tentunya tau kan klo acara di Indonesia segalanya disensor, bahkan acara anak pun disensor. alasannya ada violence, terlalu vulgar, dll. padahal dengan cara seperti itu anak jadi tambah penasaran dong. cari tau hal itu malah dengan cara keliru. *gagal paham*
    klo ada Netflix, bisa dapat yang asli, uncensored dong.:D

    1. Di saat kita register, kita bisa mendaftarkan nama semua orang yang bisa mengakses account kita, plus parental control buat user tertentu.

  4. di banjar, rasanya indihome yg fiber hanya masuk jalur2 utama. misalnya di Banjarbaru sepanjang yg aku tahu hanya tersedia di sepanjang A. Yani. entahlah kenyataannya bagaimana.. tapi aku tak tertarik. pake tipi kabel yg chanelnya puluhan ja bingung. lagian kan masih ada youtube haha

    1. Waduuuh begitu yah (tentang Indihome Fiber). Mudahan kaina tambah luas pas diriku balik. Di rumah pake TV kabel Primavision, tapi channelnya suka ilang-ilang atau pindah frekuensi, mana channel yang diinginkan suka gak ada. Selain itu, TV kabel punya jadwal yang harus diikuti kalo mau nonton seri tertentu, plus gak bisa di-rewind. Tentang Youtube, di sana kan tidak bisa nonton TV series favorit🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: