Menonton Orang Makan

aaa

Tinggal di sini berarti koneksi internet yang cepat. Kabarnya Belanda mempunyai koneksi internet tercepat ke-6 sedunia (ke-4 di Eropa), dengan rerata kecepatan 15.6 Mbps. Apa akibatnya? Diriku lebih memilih nonton segala hal streaming daripada download dulu.

Sejak tahun 2014, diriku punya kebiasaan baru: kalau lagi makan di rumah (maksudnya di kosan) selalu disambi nonton streaming video yang berkaitan dengan makanan. Semuanya bermula dari hobi nonton streaming drama Korea yang lucu-lucu di Dramago, biasanya nonton 1 episode tiap kali makan. Salah satunya adalah K-drama Let’s Eat. Drama yang ringan dan lucu dengan aktor utama leader-nya Beast ini (the handsome and gorgeous Yoon Doo-joon) begitu penuh dengan makanan enak, dan setiap karakternya makan dengan begitu lahap dan penuh kenikmatan (Yoon Doo-joon melakukannya sambil membahas dengan antusias dan full-of-geekiness tentang makanan yang dia kunyah), sehingga kalau pas di tengah episode diriku sudah selesai makan, kepingin melipir ke dapur dan ngambil makanan lagi. Jadinya kayak fenomena tambah-nasi-tambah-lauk gitu. Episode belum habis, makanan habis, ambil makanan lagi, di tengah makan, episode habis, buka episode baru, makanan habis, ambil makanan, dst. The dinnertime may go on and on and on sampai persediaan makanan di dapur habis. Suatu hari akan kubahas semua K-drama dan film tentang makanan yang paling meninggalkan jejak di hatiku *halah

Nah, K-drama zaman sekarang kan biasanya gak panjang. Dan dia episode barunya paling 1-2 episode per minggu. Diriku makan 2 kali sehari di rumah (yang sekali lagi di kantor), jadi minimal 2 episode harus tersedia untuk kutonton per hari. Ya ada sih TV series Barat untuk ditonton, tapi tetep kan episode barunya 1 aja per minggu. Jadinya ya kehabisan bahan. Berkelana lah ke Youtube.

Enaknya video-video Youtube, dia pendek-pendek, gak sepanjang 1 episode TV series/K-drama. Enaknya atau jeleknya ya? Karena pendek-pendek, jadinya mesti buka lagi video baru dan seterusnya. Nah, awalnya sih, random aja lihatnya, apa yang ada di Homepage-nya Youtube aja. Trus suatu hari diriku ketemu Youtube-nya FungBrosComedy, dibuat oleh 2 besodara Chinese yang tinggal di Amerika, tepatnya di NYC. Isinya sebagian besar adalah tentang their culinary adventures bersama teman-temannya dari berbagai negara non-US (yang hampir semuanya juga Youtubers), kalau mereka tidak sedang drooling over sneakers atau basketball. Kalau kalian penyuka Youtube, tentu tahu bahwa kalau kita mengklik 1 video bertema tertentu, maka berikutnya Youtube akan merekomendasikan video yang bertema sama. Jatuhlah diriku ke dalam adiksi menonton orang makan.

Berikut ini my most favourite Youtube orang lagi makan atau ngomongin makanan:

  • FungBrosComedy. Seperti yang dibahas di atas, mereka adalah culinary adventurers. Tapi sebagai orang Asia, tetep paling banyak yang dikunjungi adalah tempat makanan Asia. Dan sebagai orang Asia yang dibesarkan oleh orang tua tradisional yang masak sendiri dan yang lidahnya terbiasa dengan banyak bumbu, maka sudah pasti kalo mereka suka, berarti memang enak. Bisa jadi referensi lah kalo ke US. Ya memang mereka cukup sopan sih, gak ada bilang gak enak banget atau gimana, tapi di akhir video biasanya mereka akan memberikan take-home messages dan memilih favoritnya yang mana (biasanya setiap kali pergi makan, mereka memesan begitu banyak menu untuk dicobain), jadi setidaknya kita tahu itu enak. Selain itu, mereka tidak sok kecakepan atau sok “I-am-too-good-for-this-kind-of-food” atau sok ngomong dirty gitu, kayak the other Asian Youtuber di US yang juga ngevlog tentang makanan (diriku tidak akan me-link Youtube mereka di sini, I don’t like them).
  • Simon and Martina. Si istri orang Kanada, si suami Orang Polandia, dan mereka tinggal di Korea Selatan. Well, baru-baru ini mereka pindah ke Jepang karena masalah kesehatan Martina (she has a very rare musculoskeletal disease). Mereka mengunjungi tempat-tempat makan di Korea. Juga ada tentang makanan di berbagai belahan dunia pas mereka traveling (termasuk Bali), tapi yang paling banyak tetap adalah their culinary visits di Korea. Mereka berdua ini begitu quirky dan begitu passionate tentang makanan, sehingga susah sekali untuk tidak mengganggap mereka adorable. Dan mereka ini lebih jujur, kalo gak enak, bilang gak enak. Selain tentang makanan, mereka juga me-review berbagai benda aneh yang dijual di Asia, lalu ditunjukin gimana memakainya. Salah satu yang paling gila dan awkward adalah Japanese Inflatable Wild Swan, yang mesti dipasang di… um… crotch.
    Karena sekarang mereka tinggal di Jepang, diriku excited dengan the possibilities of food and crazy things yang akan mereka review. Oya, mereka juga ngeblog di Eat Your Kimchi.
  • Korean Englishman. Josh tidak berkelana dari resto ke resto untuk makan. Tapi dia me-review, okey, slash that, dia menyumpali keluarganya (dan teman-temannya) di UK dengan makanan dan snack dari Korea, dan melihat reaksi mereka. Josh lama tinggal di Korea, dan sebentar lagi akan menikah dengan a Korean girl, Gaby (yang juga a Youtuber). Video-videonya hilarious. Atau tepatnya seluruh keluarga dan teman-temannya bener-bener hilarious, dan komen-komen mereka saat mencobai makanannya sungguh original😀 Keluarga dan teman-temannya ini sama terus: bapaknya, sodaranya (the priest, yang oh so adorable, you have to see him commenting on food. I don’t know what’s with me and young priests, really; mukanya dan gayanya kok mengingatkanku pada Ewan McGregor di Angels and Demons), 3 ponakannya yang masih kecil-kecil, dan beberapa temannya.

Ya, sekarang kalian tahu kenapa diriku bisa makan (apalagi nasi) dalam jumlah banyak. Itu gara-gara food-related K-drama dan Youtube! *defense mechanism: projection.

Okey, diriku membuka kotak saran untuk link Youtube yang food-related🙂

Picture diambil dari sini.

7 responses

  1. aku juga sukaaakkk nonton yang ada kegiatan makan2nya hehehe. so far, let’s eat season 1 jadi salah satu fave yang bisa kuulang.

    aku suka kagum sama yang bisa mamam banyak kayak di gambar itu, suka nonton beberapa channel youtube (mostly japanese girl) yang makannya luar biasa banyak dan lahap. cara makan mereka enak banget diliat, kesannya kalo makan meja juga tetep tampak enak

    1. eh iya, chan, itu sudah lihat kan yang cewek jepang langsing makan mi sebaskom (plus segambreng gorengan dan nasi)? professional competitive eater katanya.
      diriku juga senang banget lihat orang makan nampak enak banget gitu, gak ada effort banget dan gak ada kekuatiran jadi endut😀

      1. Iyah itu mbaknya yang suka kutonton. Namanya Yuka siapa gitu hehehe. Luar biasaaaaa… makan udon seember, gorengan, onigiri, plus masih makan nasi lagii… ya ampyun

      2. kalo makan di all-you-can-eat, bisa pucat pasi yang punya yah😀

      3. Aku kemarin nonton Girl Who Can See Smell itu, tokoh cowoknya kan ceritanya perutnya tak berdasar, dibawa ke sushi all-ypu-can-eat, pemiliknya kesel hahahahah

  2. ha iya itu, seperti yg komen di atas, tapi saya nontonnya di chanel wakuwaku japan, ada itu cerita cewek bertiga, kadang cowok bertiga, keliling jepang sambil mencoba-coba makanan khas masing2 perfektur. Kayaknya semua yang dicoba enak-enak, tapi porsinya bo, kadang lumayan… acara ini asli menarik, tapi saya lupa namanya je… ntar kalo inget pas nonton saya kasih komen lagi disini

    satu lagi soal makanan, saya suka acara masterchef australia, perasaan lebih kreatif dari versi US nya, dan jurinya sungguh menghargai pesertanya, juga pinter membesarkan perasaan para calon masterchef itu, coba aja tonton yg session 7. saya lg nonton yg itu sih hehe

    1. Mana linknya😀
      DIriku sudah kada tapi suka lagi nonton Masterchef. Mungkin bosan lah. Sempat suka yang Masterchef Junior, baik yang US maupun Indonesia. Tapi yang US tu menarik hanya menarik sampai 2 season waktu anak-anaknya benar-benar kemampuannya melebihi koki dewasa, hampir jenius (sangat kagum sama pemenang season 1 Alexander dan season 2 si Logan). Habis tu acaranya sangat kekanak-kanakan, tapi mungkin lebih pas sih buat anak. Cuma hilang aja daya tariknya. Kalo yang Indonesia, habis season 1, sudah gak menarik lagi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: