Rantai Makanan di Sekitar Rumah

Gara-gara ngomongin rantai di postingan sebelumnya, jadi inget komentarku bahwa my mom (tepatnya mungkin seisi rumah) menyebabkan gangguan ekologi dengan mem-bypass satu atau dua link di rantai makanan.

Seisi rumah itu orangnya gak tegaan. (Mungkin ini salah satu penyebab diriku susah bilang TIDAK. Pemirsa: Very good, mina, you blame your family for your inability to control your weakness). Dan ini berkontribusi pada perubahan rantai makanan di sekitar rumah.

Di sebelah rumah ada kolam (sebenarnya sih sungai yang buntu, dulunya dia mengalir, tapi dengan pembangunan berbagai hal dan pembuatan jalan, sungainya berubah jadi kolam). Tentunya banyak ikan, haruan terutama. Kolam dan ikan di dalamnya ini menarik seisi kampung untuk mendatangi dan memancing (atau langsung aja ditangkap pake tangan saking pemalasnya ikan-ikan ini).

Tapi, jangan salah. Jangan harap mereka bisa kalo nenek lagi ada di rumah (sebenarnya ini rumah nenek). Kasian, katanya, kalo ditangkap. Tar kalo induknya ditangkap, anak-anaknya gimana? Tidak heran ikannya jadi gemuk-gemuk dan pemalas.

Nah, dulu waktu masih kecil, cucunya ini kepingin juga memancing. Tapi si nenek kan gak mau ikannya dipancing, jadi katanya, umpannya sayur aja. Diikatkanlah buncis di ujung tali (talinya tanpa kait, tali doang). Lalu kita dipersilakan memancing sampe bosan. Gara-gara ini, ikannya hobi banget makan sayur. Berapa kali kita tarik, ikannya ikut sambil masih menggigit buncis. Trus kalian pasti berkilah, makanan ikan juga ada yang sumbernya nabati kok, seperti eceng gondok, kangkung, daun talas (*membayangkan ikan makan urap). Tapi haruan ini bukannya karnivora, ya?

Getting-Children-Unplugged-and-Outdoors-at-Camp

Bukan ini sih cucunya

Ya, prinsipnya, ikan haruan di kolam sebelah rumah adalah omnivora sebenarnya, karena terbukti kemudian dia memakan segalanya selain sayur: sisa lontong, krupuk udang, bolu, daging ikan (*sadis memang, tapi dianya sih ga tau), daging ayam (*padahal kayaknya ikan-ikan itu temenan sama ayam tetangga), dan lain-lain. Yang paling epik, ikan belut yang juga tinggal di kolam, dia makan tulang juga.

Sebagai rumah yang ada di Banjarmasin, maka nyamuk adalah hewan yang niscaya ada. Artinya, cecak sebagai pemangsa nyamuk juga niscaya ada. Tapi sekarang hampir semua rumah pake obat nyamuk. Lalu cicak makan apa? Nah, si mom tu yah, kalo lihat cicak bengong di dinding, suka kasihan. Lalu dikasi remah kue. Ini tidak hanya dilakukannya di rumah, juga di kantor. Temen kerjanya bilang, ada cicak yang suka nongol di tepi meja mom, gara-gara mom rajin naruh remah kue di tepi meja buat cicak. Mungkin kalau nanti suatu hari penggunaan obat nyamuk sudah tidak efektif melawan nyamuk, akan kelihatan betapa populasi nyamuk akan meningkat tidak hanya karena resistensi terhadap insektisida, tapi juga karena cicak sudah jadi omnivora yang lebih suka makan kue. My sister setidaknya sedikit lebih baik, dia menangkap nyamuk, lalu nyamuknya dijejer dekat tempat lewat cicak.

Yah, untungnya hobi orang rumah ngasi makan yang aneh-aneh ke hewan tidak mencakup hewan menyebalkan macam tikus, atau kecoak, atau semut. Kalau kucing, sudahlah ya. Kucing kan omnivora. Kalau cicak dan ikan aja dikasi makanan yang bukan kodratnya, bayangkan kucing di rumah makan apa. Salah satu kucingku dulu hobinya makan kripik jamur. Itu stoplesnya sampe dijaga sama dia. Kalo ada yang buka stoples, maka dia juga harus dapat. Ada yang hobi makan stik keju. Kalo kita mau ngambil snack, seperti apapun berusaha tidak bunyi saat membuka plastiknya, dia akan berlari-lari datang walau dari halaman depan rumah (kita pulang ke rumah aja dia gak sehepi itu). Mana licik lagi, begitu plastik terbuka, dia akan mengulurkan tangan sejauh mungkin ke dalam plastik, karena dia tahu apa yang sudah dia sentuh pasti akan dikasih ke dia.

Untunglah tidak ada di atara kami yang bekerja di kebun binatang……

Pic diambil dari situs ini.

6 responses

  1. dan terbiasa untuk ngomong dengan para hewan-hewan itu gak? #likeme😀

    1. iya nih, kadang juga berkhayal mereka ngomong panjang lebar ke kita

  2. kupikir, ketika kucing di rumah doyan kerupuk aja, aku udah merasa keluarga kami menyalahi kodrat… ternyata…. ada yang jauh lebih parah😀

    1. kita memperlakukan kucing-kucing kita kayak anggota keluarga aja sudah ya, teh pen😀

  3. mamamu hibat, sampai manbari makan cacak. auk bahari malah dibari umpan kapur di lidi sampai cacaknya teler. kurang gawian banar

    1. ka-kasiannya cacaknya……

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: