Berlangganan … Apa Saja

Ide tulisan ini muncul gara-gara sebuah post di salah satu grup di Goodreads dari member (orang Indonesia) yang membuat sebuah survey kecil tentang pendapat kita tentang Bookbox Subscription. Saya tadinya mengisi survey aja (salah satu hobi nih) sesudah membaca latar belakang kenapa dia membuat survey ini, tanpa komen. Eh ternyata dia membuat postingan sama di grup lain di Goodreads, dan dikomen oleh salah satu temen baik di Goodreads. Lalu ngobrollah di sana. Okey, diriku akui post ini lebih cocok dipasang di blogku yang satunya, tapi karena isinya tidak hanya tentang buku, ditulis di sini deh.

Balik ke Bookbox subscription. Jadi ini sebenarnya bukan ide baru. Di US, blog-blog untuk book-podcasts dan klub buku biasanya menawarkan subscription untuk Bookbox ini. Apa sih Bookbox? Jadi tiap suatu periode (misalnya 3 bulan, atau pas momen tertentu, misalnya Natal, Valentine, dsb), mereka mengirimkan satu paket ke subscribers. Karena namanya Bookbox, isinya tentunya buku, biasanya cuma 1, tapi ada juga yang beberapa buku tergantung tipe subscriptions. Bukunya biasanya buku yang bener-bener baru terbit (masih anget istilahnya), dan biasanya edisi hardcover. Yap edisi yang tidak pernah kubeli, karena mahalnya bisa 2-3 kali lipat harga mass paperback, tapi rata-rata di luar negeri buku pertama terbit dalam edisi hardcover. (Ingat Harry Potter books? Sejak buku 5, diriku beli edisi hardcover asli saking gak sabarnya bacanya karena kuatir spoiler bertebaran di internet dari para early readers yang bacanya cuma semalaman). Selain buku, isinya juga book-related things, seperti bookmark, lampu baca, kartu pos dengan doodle tokoh di literatur, totebag, pensil warna (dikaitkan dengan coloring book), syal bertema buku, kaos kaki, macam-macam deh, beda-beda tiap edisi kiriman.

Nah yang asiknya apa. Isinya surprise! Kita tidak tahu akan dikirimi buku apa atau book-related things apa. Ya diriku lihat sebagian besar dari kalian mengerutkan kening. Ada yang gak suka surprise. Ada yang gak suka bukunya dipilihin orang lain, selera kan gak sama, gitu pikir kalian. Nah, makanya tiap edisi ada temanya. Misalnya edisi Januari temanya distopia, edisi April temanya misteri, edisi Juli temanya science-fiction, edisi Oktober temanya romance, dan seterusnya. Tar book-related thingsnya mengikuti tema yang sama. Walaupun istilahnya subscription, ada service dimana kita bisa memilih mau ngambil paket periode ini atau tidak, tergantung genre kesukaan kita. Selain itu, kalau kita kenal selera pengirim bookbox ini, kita bisa percaya pada pilihan dia. Misalnya diriku sering dengerin podcast tentang buku di sebuah blog, dan lama-lama tahu tipe buku kesukaan mereka. Maka diriku cukup pede untuk subscribe bookbox-nya mereka, misalnya. Contoh yang terkenal seperti OwlCrate untuk genre Young Adult books. Contoh di Indonesia ada yang namanya PetiBuku, yang dikurasi oleh salah satu dari friends of Kubu-gil, Natnat. Dia bekerjasama dengan temen-temen yang bikin craft, ilustrator, dan retailer yang bikin book-related things. Secara diriku tahu seleranya Natnat (dia ini eks editornya Matahati loh, penerbit Indonesia yang menerbitkan terjemahan genre fantasi yang sedihnya sudah gak ada), kalau balik ke Indonesia, diriku ingin subscribe ah, just for the sake of research🙂 Kalau kalian ingin tahu selera Natnat, silakan baca-baca blog bukunya yang super singkat dan to-the-point, tidak seperti blognya yours truly😀

Ternyata sejarahnya box subscription ini dimulai tahun 2010, oleh sebuah perusahaan bernama Birchbox. Bisnis mereka sepenuhnya adalah mengirimkan subscription box berisi beauty & personal care samples dalam ukuran kecil-kecil. Tujuan sebenarnya adalah kalau subscriber suka, mereka akan beli ukuran standar. Isinya surprise juga. Bisnis ini berkembang begitu mengagumkan, sehingga pada tahun 2014 mereka sudah punya 800.000 subscribers. Tidak setiap benda dalam box kita akan suka, tapi kenyataan bahwa ini semua sampel kecil-kecil, dan biasanya ada aja salah satu yang kita sukai, maka subscriber umumnya setia. Padahal para pendirinya punya zero knowledge tentang beauty industry (ya walau kenyataan bahwa mereka adalah lulusan Harvard Business School sangat membantu ya). Yang mereka lakukan adalah dengan pede-nya mengirim email ke perusahan-perusahaan besar pemproduksi beauty products favorit mereka dan meminta audiensi selama 10 menit saja. Mungkin saat itu bertepatan dengan era dimana online presence dari beauty products ini tidak membawa pemasukan sebesar iklan mereka di media lain.

Screen-Shot-2016-02-16-at-4.46.07-PM1

Ini paketnya Birchbox bulan Maret 2016. Pic dari sini.

Sejak itu, meledaklah model subscriptions seperti ini. Menurut Wikipedia, ada 2 tipe subscription ini, yaitu Discovery Commerce, ditujukan untuk orang yang suka mencoba sesuatu yang baru; dan Convenience Commerce, ditujukan untuk orang yang punya kesukaan pada produk tertentu dan ingin memperolehnya secara teratur. Bisnisnya Birchbox di atas misalnya adalah tipe yang pertama, dan Petibuku-nya Natnat, misalnya, adalah tipe yang kedua.

Bisa dibilang segala hal bisa dijual dalam bentuk subscriptions, semua punya pasarnya, selama masih cukup kecil dan ringan untuk dikirim-kirim via paket. Sangat menguntungkan buat personal atau perusahaan yang memproduksi barang berkualitas tapi kurang mendapatkan paparan pada sasaran yang tepat. Selain itu harga subscriptionnya juga bervariasi, tergantung kemampuan dan kemauan subscriber untuk mengeluarkan uang. Di era serba online sekarang dan kuatnya virtual communities dengan kesukaan yang serupa, model bisnis yang menjual subscriptions ini sangat menjanjikan. Jadi semua untung: penyedia/produsen barang dalam box, pebisnis yang memfasilitasi box subscription, dan subscriber.

Jadi subscription apa saja yang ada di luar sana? Selain buku dan beauty products, juga ada Makanan. Ya makanan. Mulai makanan gak sehat, makanan yang sehat, sampai makanan eksotik, sampai bahkan ada subscription khusus untuk noodles (OMG!) dan khusus untuk popcorn. Diriku kepingin MunchPak atau ExoticNoods ini, terutama karena isinya gak sehat hahahah. Coba ada subscription box untuk makanan ini di Indonesia. Bayangkan gampangnya mengisi boxnya secara Indonesia dari ujung timur sampai barat jumlah makanan jajanannya yang tahan lama mungkin ada ribuan. Kemudian ada subscription berisi healthy recipes plus bahannya sekalian dikirimin sudah diukur sesuai resep. Lalu Minuman. Mulai dari wine, bir, sampai minuman sehat. Kemudian ada subscription untuk Teh. Dan Kopi. Diriku tidak tahu ada seberapa banyak jenis teh dan kopi di dunia ini sehingga bisa dibikin subscription. Dan diriku cenderung loyalist ya pada teh. Jadi diriku suka beberapa jenis teh, dan semua teh yang ada di dunia ini akan dibandingkan ke that reference grup of tea yang kusuka, lalu dikasi rating.

Buat survivalist, ada subscription untuk outdoor gear untuk wilderness and urban survival, personal protection, serta storm preparedness, cocok buat yang terus-menerus kuatir bakal ada apocalypse atau dunia mendadak penuh zombie. Ada machete (!) dan senjata awesome lainnya, fuel cube, termos, teropong, lentera, dan macam-macam lagi, plus tips/instructions/challenges untuk meningkatkan knowledge dan skill untuk survival.

For all the nerds out there, ada LootCrate subscriptions berisi action figure, mug, t-shirt, comic/manga, comic/manga-related accessories, cards, plush, snapback, video games, dan sebagainya. Buat penyuka lilin, juga ada. Diriku sungguh tidak mengerti kesukaan orang pada lilin ini. Di Belanda, ada satu bagian toko isinya lilin doang. Buatku lilin selalu kuasosiasikan dengan kebakaran. *gemeteran.

about-value-784c720aeaa4ec8ef8aefbc1101a69fc

Isi box dari LootCrate

Buat penyuka craft, juga ada subscriptionnya, baik untuk adults maupun anak-anak. Mereka mengirimkan material dan instruksi untuk DIY accessories, DIY household things, DIY beauty, sampai craft seperti menyulam, merajut, paper craft, dan lain-lain. Ada subscription untuk educational activity for kids, yang disesuaikan dengan umur anak.

Untuk pencinta health and fitness, ada subscription untuk vitamin dan suplemen (a nice alternative dibanding MLM), energy product, nutrition bar, sport accessories. Kemudian tentunya subscription to fashion goods: kotak berisi baju yang dikirim tiap season (Kalo ada di Indonesia, Nisa dan Rina suka nih kayaknya). Buat yang rada artsy, bisa berlangganan print of artworks. Yang suka segala sesuatu berwarna hitam, gothic gitu, juga adaaaa, dengan nama yang subscription yang sesuai: BlackBox.

Dan untuk kalian pencinta anjing dan kucing, now your pets can have a subscription, too! Isinya berbagai toys dan treats untuk anjing. Misalnya BarkBox untuk anjing dan MeowBox untuk kucing. Isinya bisa disesuaikan dengan kuesioner yang mereka kirimkan pada awal subscription. Dan apa yang paling disukai kucing? Kotaknya!

Oke, yang di atas itu sih biasa ya. Sekarang kita masuk ke subscription yang agak ehem dan a little weird. Coba ini: subscriptions ditujukan untuk, er, menstrual period (buat first-timers dan yang sudah reguler). Siapa yang perlu berlangganan pembalut? Pergi aja ke warung sebelah. Underwears for women (gak kebayang diriku underwear dipilihin orang lain). Kemudian subscription terkait dengan sex, seperti things to spice up your sexual life sampai yang agak naughty, lalu kondom, dan sex toys. Subscription untuk dirty photos, voyeur style, dalam bentuk Polaroid yang diambil oleh fotografer. Ada subscription untuk, um, a patch of rerumputan buat anjing poop. Subscription yang mengirimi, er, lumut setiap bulan. Pen Pop Press Subscription yang mengirimi majalah vintage yang dipilih secara random (ini sudah gak ada kayaknya).

Ada subscription yang kuratornya selebritis, kayak Quarterly yang isi box-nya dipilihin sama Pharrell Williams. Melihat pilihannya entahlah diriku gak tertarik sih. Misalnya yang bulan lalu itu gelang, rainbow maker (entah apa itu), dan cubebot.

Begitu banyaknya jenis subscription ini sampai ada blog yang didedikasikan khusus untuk me-review berbagai subscription service ini. Dia membahas value setiap item di dalamnya dibanding harganya, dan diakhiri dengan Verdict apakah layak untuk subscribe. Juga sampai ada startup yang servicenya membantu mendirikan dan menyediakan host untuk subscription business. Dan saking populernya, di Youtube bertebaran video orang lagi unboxing berbagai kotak dari subscription ini😀

Dengan sudah boomingnya model bisnis ini di luar sejak 2010, diriku heran kita baru saja memulai. Bisnis ini mungkin bisnis yang tidak bisa bertahan lama kalau sang kurator bukan pakar di benda yang dia jual dan tidak pandai memprediksi selera pasar atau tidak begitu mengikuti inovasi baru terkait barang yang dia jual, plus tidak pandai bisnis dan marketing (terutama melalui social media karena ini bisnis oline: diriku membayangkan di masa depan para bloggers dikirimi 1 box gratis buat direview). Apalagi orang Indonesia tipenya warm-warm chicken poo gitu, ada yang baru, semua kepingin, awalnya harga gak masalah. Tapi ke-loyal-an orang kemudian ditentukan oleh 2 hal: kualitas yang sesuai dengan harga yang dibayar. By the way, siapa yang paling untung dari bisnis ini? Pembuat made-to-order boxes😀

Looking forward for more interesting subscriptions in Indonesia!

 

2 responses

  1. hmmm jd tertarik hehe

    1. Oom, kalo suka kopi, di Indonesia ada nih: https://www.gordi.id/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: