Category Archives: community

Kaleidoskop 2008 versi Mina

Tahun 2008 sudah berlalu, ckckckck…. Lagi-lagi tidak terasa. Apa resolusiku tahun lalu? *ngubek-ngubek postingan sendiri* Ah ini dia.

Hmmm…  ternyata cuma nomor 6 yang kulakukan dengan agak serius. Kalau gitu tidak usah bikin resolusi baru, cukup meneruskan resolusi lama :p

Kali ini aku ingin menulis tentang apa yang terjadi sepanjang tahun ini aja deh.   Tahun ini aku lebih banyak menghabiskan waktu dengan teman-teman (dibanding tahun sebelumnya). Bukaaan, bukan mengurangi intensitas online, justru nambah hehehehe… Teman offline dan online sekarang batasnya jadi kabur. Di online ketemunya yang itu, di offline ketemunya itu lagi. Tahun ini juga mulai jelas siapa di antara sohib-sohibku yang gila jalan-jalan. Aku juga banyak bertemu orang baru dan orang “baru” (yang sudah lama kenal online, tapi baru bertemu sekarang). Pokoknya tema 2008 adalah bersosialisasi :p

03Dari awal tahun 2008 sampai Juli 2008, aku masih jadi mahasiswa Magister di FKUI , jadi masih bolak-balik sebulan sekali ke Jakarta. Sesuatu yang tadinya kupikir asyik banget, tapi ternyata bikin tepar dan kurus (memangnya bisa lebih kurus lagi?). Untungnya teman-teman seangkatan semua lucu, semua cepat lapar, dan seperti semua mahasiswa berusia tua di dunia:  semua ngantuk kalau dengar kuliah, jadi semua sibuk dengan laptop sok mencatat, padahal browsing dan download. Oke, Rizki mungkin tidak. Selama bulan-bulan terakhir, kami tinggal di Apartemen, dan sialnya dosen pembimbingnya juga. Gak heran kalau konsultasi dan bimbingan sering sampai jam 2 pagi. Kami jadi semakin tepar dan gak fokus kalo sudah siang. Aku kok merasa dosen pembimbingnya sebenarnya insomniak tulen, yang butuh teman ngobrol di malam hari. Sementara kami semua manusia siang yang butuh tidur kalo malam.

Tahun ini aku memegang project pendanaan hibah untuk FK, sehingga agak cepat marah. Dan kurus juga hihihi. Asisten-asistenku juga jadi cepat marah. Panduan yang berganti-ganti dan aturan yang tidak baku membuat sebal. Segala paperworks-nya jauh lebih menyebalkan daripada pelaksanaan kegiatannya yang mesti ngutang ke FK dulu, karena model pendanaan dari departemen selalu begini: buat proposal, lakukan, buat laporan, baru deh keluar uangnya. Lah memangnya kita punya duit? Makanya ikut hibah, kalo sudah kaya sih gak usah ikut-ikut cari dana.

01Salah satu akibat project ini adalah: Anna harus magang Farmakologi ke UGM. Dia senang, kami senang, karena jadi ada alasan jalan-jalan ke Jogja. Maaf, bukan dengan uang project ya, semua dengan uang sendiri. Gimana mau pakai uang project, pelaksanaan project aja pake ngutang dulu ke FK. Anyway, ini pertama kali kami bepergian dalam formasi lumayan lengkap. Bahri, Rina, Anna, aku. Nida kali ini gak ikut, dan Adi gak tahu kenapa gak ikut waktu itu. Foto-foto ke mana-mana, terutama ke depan Gedung Pascasarjana dong.

02Mei 2008. Kopdar akbar pertama Kubugil ‘n friends. Gerombolan bawah tanah ini akhirnya go public. Dulu kenal hanya dari nama dan fotonya doang, akhirnya bertemu dengan sebagian besar dari mereka. Sebelumnya cuma pernah ketemu saya Yuli di Jogja, dan Miss Antie, Maria dan Imgar di Bandung. Senang banget dan terharu juga dengan partisipasi teman-teman friends of kubugil. Juga tercengang dengan partisipasi para penerbit, tapi tentunya ini berkat orang-orang hebat di dunia review buku seperti Tanzil dan Perca, serta para editor di penerbit yang juga anggota Kubugil.

04Juni 2008, maunya kopdar dengan anak-anak  Goodreads Indonesia. Akhirnya yang muncul cuma Silvana dan Roos. Aku ngajak juga Vina dan Cippy. Jadilah itu  kopdar gabungan  forum Kafegaul, Webgaul, EMO, Kubugil, dan Goodreads Indonesia.

08Juni 2008 adalah bulan jalan-jalan. Buat gerombolan Bahri, Rina, Anna, Nida, dan Adi, tentunya. Kebetulan aku masih di Jakarta habis kuliah. Jadilah kami ke Bandung dan Jakarta selama beberapa hari. Sesi foto-foto anehnya banyak banget, dan tidak layak sama sekali ditampilkan di sini, bisa menurunkan harkat dan martabat orang-orang tertentu hihihi… Di Bandung kita ke hampir semua tempat makan yang disebut di buku Jalan-jalan di Bandung yang kubeli, dan mendatangi hampir semua FO dan tempat wisata yang bisa dicapai. Dan diriku tidak belanja sama sekali, hebat kan? Kecuali makanan.  G ikut gabung sehari dua, tapi dia sedang sakit, sehingga yang dasarnya sudah pendiam, ya tambah pendiam.

09Jakarta diisi dengan ke Dufan pastinya. Gak kehitung lagi aku ke Dufan berapa kali tahun ini. Sampai bosan, kecuali untuk Tornado-nya. Mau seratus kali sehari juga hayuk. Oya, kami nginap di Mess Pemda Kalsel yang di Genjing, dan omong-omong, walau murah, sangat tidak disarankan *masih seram dengan muncratan air kalo lagi membuka shower* Mana aku lagi PMS 😀 Aku heran ya, para anggota DPR katanya suka nginap di sini, kenapa seh mereka, gak ada dapat duit akomodasi ya? Saran juga buat Pemda Kalse, Mess Pemda kok menyedihkan seperti itu. Aku tidak pernah lagi menginap di sana, kecuali sangat sangat sangat terpaksa.

10Juli 2008. Ke Bandung lagi, kali ini dengan Perca. Acaranya ber-itu-nya Maria ini dihadiri dengan heboh oleh hampir semua Kubugil kecuali Pengasap dan Rahib, dan hampir semua Friends of Kubugil tumplek blek di Bandung. Acara pernikahan yang keren, diadakan malam, dengan konsep acara yang terstruktur.

11Sesudah pulang ke Banjarmasin, diajakin Mansup ke acara pendirian Komunitas Blogger Kayuh Baimbai. Bertemu dengan banyak gajah-gajah blogger Kalsel yang terkenal, seperti Pakacil, Arsyad Indradi, Harie, dan banyak lagi. Agak berat acaranya, sehingga aku pulang duluan. Habis ada acara mau menetapkan AD-ART segala, ya ampun, santai aja kenapa? Untungnya akhirnya tidak seribet itu. Dalam waktu dekat akan ada acara Aruh Blogger, kalian blogger Kalsel sudah pada tahu belum?

12Agustus 2008. Akhirnya lulus juga fiiuuuuh… No more jalan-jalan sebulan sekali ke Jakarta. Begitu rupanya acara wisuda Pascasarjana. Semuanya serba simbolis (kayak di UGM juga). Yang duduk di depan para lulusan cumlaude, jadi tentunya kami gak kesorot tivi. Acara wisudanya ini agak kisruh, terutama waktu ngambil buku Wisudanya.  Kalo gak ada Hendri yang mau berdesak-desak berebutan buku Wisuda, aku mending gak usah bawa pulang buku itu.  Habis gitu, dengan cerdasnya, semua pirantiku: jubah wisuda, topi wisuda, buku wisuda, bahkan my high heels, ketinggalan di mobil yang kami sewa, yang baru aku sadari besoknya. Minta uruskan temanku yang kenal sama pemilik mobil sewaan, sampai sekarang belum diurusin karena dia sibuk keliling Indonesia. Huh.

13Oktober 2008. Ke Banda Aceh lagi, kali ini lebih ribet, karena harus me-manage acara pelatihan Manajemen Obat dan Obat Rasional buat dokter Puskesmas di sana. Biasanya bukan aku yang urusin, aku tinggal datang saja. Awalnya rada ribet, untungnya Mbak Dewi dari UGM dan Enrico dari GITEC sangat membantu. Sedihnya warung makan Banda yang dulu sudah tutup, bangkrut katanya. Mahal gitu kok bangkrut ya. Jadinya aku makan ayam sampah di tempat lain, sampai 3 kali, dan gak ada yang enak, walau menurut orang asli sana, enak.

19Nopember 2008 adalah bulan perayaan Dies Natalis FK-Unlam. Sekalinya jadi juri, malah disuruh jadi juri Cheers for Him. Harusnya si B, tapi dia milih jadi juri Dangdut hihihi…. Terperangah melihat lomba ini sesudah bertahun-tahun tidak melihat anak-anak cowok yang sudah putus urat malu ini nge-dance. Omong-omong, awalnya cheerleaders itu memang cowok ternyata.  Lagi-lagi, angkatan 2006 yang menang, bagaimana lagi, koreografinya asik, gerakan kompak, dan 2 yang terdepan: Gondes dan Tarigan, menjiwai banget astagaaaa…. Sebuah penghargaan juga diberikan untuk Kedokteran Angkatan 2008, yang begitu sibuk dengan himpitan kuliah, tutorial, skills lab, praktikum, study skills, tugas mandiri, tapi masih sempat latihan untuk ikut acara ini dan berhasil memperoleh juara II.

20Desember 2008, kami ke Jogja lagi. Sebenarnya sudah berbulan-bulan merencanakannya, tapi mundur-mundur terus gara-gara ada visitasi untuk project-ku dan project-nya Adi. Akhirnya kami berangkat sendiri-sendiri ke Jogja, kecuali diirku, yang bareng Rina. Asyik banget, karena segalanya serba tanpa rencana di sana, termasuk arung jeram.

Tahun 2008 ditutup dengan keberangkatan one of my close friends: Razi, untuk sekolah lagi. Sudah 2 nih yang pergi, Yuda dan Razi. Aku pengen sekolah lagi!

Untuk melihat foto-foto dengan resolusi sedikit lebih tinggi, silakan ke blog saya yang satunya.

Advertisements

Ada yang Mau Buku Gratis?

Kami, Persekutuan KUtuBUkuGILa (Ku-bu-gil) membagi-bagi buku nih. Tapi untuk dapet mesti usaha dong hihihi…

Ini dia pertanyaannya (silakan jalan-jalan di MP-nya Ku-bu-gil untuk mencari jawabannya) :
1. Tanggal berapa ultah Ku-bu-gil?
2. Apa judul buku yang menjadi proyek baca bareng pertama Ku-bu-gil.
3. Sebutkan 3 saja nama dan alamat blog buku anggota Ku-bu-gil.

Ada sedikit kententuan bagi para peserta, yakni:
– Kuis ini terbuka hanya bagi siapa saja, asal memiliki blog di Multiply.
– Jawaban dikirimkan ke email Kubugil (kutubukugila@gmail.com) dengan menyertakan alamat blog Multiply masing-masing.
– Jawaban paling lambat sudah kami terima tgl. 16 Juni 2008
– Kami akan memilih 12 orang pemenang yang menjawab dengan benar kuis ini.
– Masing-masing pemenang mendapatkan satu biji buku sebagai hadiah.
– Pemenang kuis akan diumumkan pada 18 Juni 2008 di blog ini.
– Penetapan para pemenang mutlak menjadi hak kami sepenuhnya dan tidak boleh diprotes.
– Hadiah akan dikirimkan kepada masing-masing pemenang.
– Bagi pemenang yang berdomisili di luar Indonesia atau luar angkasa, hadiah akan kami kirimkan ke alamatnya di Indonesia (berkenaan dengan ongkos kirim dong).

Berikut adalah buku-buku hadiah itu:
1. Vienna Blood
2. Lost in Love
3. Golden Compass
4. Rumah Pelangi
5. Sherlock Holmes: Misteri Kematian Bintang Sirkus
6. Drunken Monster
7. Anatomi Kengerian
8. One for The Money
9. Imperia
10. A Thousand Splendid Suns
11. Winter and Night
12. IBumi

Dan ada bonus 1 voucher makan di Kareem Kebab-nya Maria di Dipati Ukur 21 Bandung seharga Rp 50.000 untuk 1 orang pemenang. Silakan dilihat-lihat foto-foto menunya di sini dan di sini nih….

Silakaaaan…..

Ku-bu-Gils are: Antie, Kobo, Tanzil, Endah, Q, Ferina, Maria, Jody, Gus Muh, Ida, Lina, Yuli, dan Mina.

Updated:

Pemenang kuis ini adalah:

  1. Abdul Fatah – Anatomi Kengerian
  2. Arie Poer – Sherlock Holmes + voucher makan di kareem
  3. Asriani Purnama – Imperia
  4. Atik Arini – One for The Money
  5. Barokah Ruziati – Drunken Monster
  6. Ladyellow – Vienna Blood
  7. Ratih Kusumawati – Rumah Pelangi
  8. Susi – A Thousand Splendid Suns
  9. Vera D. Damiri – Winter and Night
  10. Lysa Sagala – Lost in Love
  11. Tita Ernita – Ibumi
  12. Leila Niwanda – Golden Compass

Congratulations 🙂

Festival Mei – Diskusi “Menjadi Kutu Buku itu Keren”

Ini adalah cross-posting dari blog bukuku dan blogku di MP. Ya…. pemirsanya kan beda-beda hihihi…

Datanglah! Banjirilah! Sssst, gosipnya akan ada penulis, penerjemah, editor, dan perwakilan penerbit yang akan datang ke acara ini. Yang berminat untuk berfoto narsis dengan mereka, mewawancarai mereka, memalak mereka, menculik mereka, mencuri pengalaman mereka, atau yang ingin cari kerja jadi penerjemah (hihihi… -ditimpuk penerbit-), silakan datang! Bagi yang ingin bertemu dengan para blogger buku idola, siapa tahu mereka hadir di acara ini. Ya, saya hadir -menjawab pertanyaan para fans- Boleh bawa buku tanda tangan dan spidol, serta kamera DSLR untuk dihadiahkan kepada saya berfoto dengan saya.

Berikut ini undangannya:

*******************************************************************

Kepada
PARA SAHABAT PECINTA DAN PERESENSI BUKU

Salam buku!

Weblog atau blog adalah sebuah tren termutakhir dari sebuah abad yang berlari yang dijinjing internet. Istilah ini mulai diperkenalkan sejak 1997 yang merujuk pada kumpulan website pribadi yang diperbarui terus-menerus, berisi link ke website lain dan disertai komentar. Di dalamnya para pembuat blog atau blogger menampilkan foto dan tulisan mengenai berbagai topik. Blog adalah juga website. Jika website hanya sekumpulan arsip dan data, maka blog adalah fenomena termutakhir dari web.

Blog buku merupakan bagian dari generasi blog yang ingin merayakan sebuah buana yang bisa dilihat secara bebas dan personal. Mereka adalah generasi peresensi baru buku dengan menggunakan medium yang lebih egaliter. Jika generasi peresensi lama masih memperebutkan halaman-halaman koran nasional dan daerah dengan mempertimbangkan selera redaktur buku, maka generasi baru ini membaca buku dan menuliskannya kembali dengan semangat sangat personal tanpa jerih tulisannya ditampik.

Terkait dengan itu, maka Persekutuan Kutu Buku Gila (Ku-Bu-Gil—<http://kubugil.multiply.com) bekerja sama dengan Indonesia Buku dan penyelenggara “Festival Mei Veteran” menggelar perhelatan Temu Blogger Buku se-Indonesia dengan tajuk: “Menjadi Kutubuku Itu Keren”. Acara tersebut digelar pada:

Hari/Tanggal: Sabtu, 17 Mei 2008
Pukul 11 – 14 WIB
Tempat: Mata Hari Domus Bataviasche Nouvelles Café
Jl Veteran I / 30-33 Jakarta Pusat, telp 021-3840127,
e-mail: indonesiabuku@gmail.com
(sebelah barat Masjid Istiqlal atau utara Monas atau bersebelahan dengan Markas Besar AD)

Pembicara:
1. Taufik Rahzen (budayawan dan kolektor buku)
2. Hetih Rusli (editor Gramedia Pustaka Utama)
3. H Tanzil (moderator milis resensibuku dan pasarbuku) dan 12 Anggota Persekutuan KUBU-GIL para penyanyah buku dan kawan-kawan jauhnya.

Moderator: Endah Sulwesi

Kami mengundang Anda sekalian hadir dalam perhelatan itu. Acara ini terbuka untuk publik yang mencintai buku sepenuh-penuh hikmat dan para blogger buku. Dan tentu saja GRATIS. Demikian undangan ini, terimakasih atas perhatiannya.

Salam buku!

Jakarta, 10 Mei 2008

PANITIA PELAKSANA
Hernadi Tanzil (http://bukuygkubaca.blogspot.com), Endah Sulwesi (http://perca.blogdrive.com), M Baihaqi (http://qyu.blogspot.com), Muhidin M Dahlan (http://akubuku.blogspot.com), Ferina Permatasari (http://lemari-buku-ku.blogspot.com), Indah Nurchaidah, Berliani M Nugrahani, Maria Masniari Lubis, Jody Pojoh (http://jodypojoh.blogdrive.com), Dumaria Pohan (http://mon-secret-jardin.blogspot.com), Herlina Sitorus, Yulianto (http://yulibean.wordpress.com), Alfi Yasmina (http://bookquickies.wordpress.com)

* 50 peserta yang datang pertama akan mendapatkan buntelan gratis dari beberapa penerbit pendukung acara.

** Akan diadakan pemutaran film tentang buku nonstop: (1) Finding Forrester (2000); (2) You’ve Got Mail (1998); (3) Quills (2000); (4) Freedom Writers (2007); (5) Il Postino, The Postman (1994); (6) Notting Hill (1999); (7) The Disapperance of Garcia Lorca (1997);

*** No Kontak panitia dari beberapa kota: Ria/Veteran Jakarta (081328690269); Gus Muh/Jogja (08886854721); Perca/Jakarta (081586189316); Antie/Bandung (08156075171); Jody/Menado (081356045047); Kobo/Medan (08126044109)

ACARA INI DIDUKUNG OLEH:
1. Koran Kebudayaan Bataviasche Nouvelles (Jakarta)
2. Mata Hari Café (Jakarta)
3. Indonesia Buku (Jakarta)
4. Gramedia Pustaka Utama (Jakarta)
5. Serambi (Jakarta)
6. Bentang Pustaka (Yogyakarta)
7. Hikmah (Jakarta)
8. Mizan (Bandung)
9. Klub Sastra Bentang
10. Majalah EVE (Jakarta)
11. Lentera Hati (Jakarta)

Hujan Merchandise

b5ers2.jpgAkhir minggu lalu saya ke Jogja. Jogja memang bisa dibilang surga buku (baru murah dan bekas), surga internet (koneksi yang cepat dan murah, banyak wifi gratis), surga makanan (cocok dengan selera saya yang hobi manis dan harganya murah), surga mp3/ACD/VCD/DVD bajakan, surga software bajakan, surga komunitas. Untuk yang terakhir ini, saya rasa karena suasana Jogja yang bersahabat dan penuh kebersamaan, maka para penghuninya suka berkumpul, sekedar ngobrol atau memang punya aktivitas yang jelas. Komunitas paling dekat dengan saya tentu saja B5ers: saya, my best friend Woe Lan, Yeyen, Rina dan Rani, Icha, Yasmin, Mbak Izzah, Puspa, Dian, Ella, dan Mbak Medy. Siapa sih B5ers? Ya, mereka adalah eks penghuni tetap (gak pindah-pindah mulai awal kuliah sampai wisuda, kecuali Puspa) Karangwuni B5 periode saya di sana (2002-2005), salah satu kos paling ribut kalo lagi siaran main bola, dan komunitas paling berdosa menghujat acara AFI mulai awal penyiarannya dan acara Sang Lelaki yang super duper garing itu (kapan-kapan akan saya tulis mengenai ini, walau tu acara sudah moksa). Sudah tahu dua acara itu garing, tapi tiap malam acara-acara itu diputar, dengan setia semua duduk di depan tipi sambil mengunyah dinner atau makan kuaci bunga matahari. Dua acara ini telah berjasa mengeratkan B5ers -halah-

homerian.jpgNgomong-ngomong komunitas, tahu dong komunitas Forum Buku Kafegaul? Gak tahu? Oh, betapa tidak gaulnya kalian 😀 Kebetulan janjian hari Sabtu atau Minggu itu untuk bertemu anak KaGers lain di toko buku bekas milik sang detektif buku Homer dan sang nyonya, Esti. Toko bukunya bernama Homerian, lokasinya tepat di seberang Brimob Baciro, Jalan Kompol B Suprapto (Melati Kulon) no 38 A, Yogyakarta. Kalau kalian tahu si Homer, maka kalian mestinya tahu bahwa koleksi bukunya tidak biasa. Makhluk ini sangat suka buku dan movies, maka koleksinya di Homerian juga terdiri dari buku dan DVD. Sebagian besar bukunya adalah buku impor. Ada yang disewakan, ada yang dijual, ada yang cuma dipajang buat pamer koleksi, huh! -Masih mangkel karena dirinya punya buku “501 Must-Read Books” yang sangat eksklusif- Ah, tentang buku sebaiknya jangan terlalu banyak saya bahas di sini. Cerita tentang jalan-jalan dan belanja buku di Homerian akan saya tulis lebih detil di blog saya yang gak pernah di-update satu lagi. Singkatnya, karena saya pelanggan setia Homerian, dan karena pada dasarnya suami-istri pencinta buku ini emang baik hati dan tidak sombong rajin menabung, saya dikasi merchandise 2 buah pin dan beberapa pembatas buku Homerian. Pembatas bukunya belum sampe ke tangan saya karena diselipkan dalam buku-buku yang baru akan saya terima paketnya minggu ini.

cahandong.jpgKomunitas lain di Jogja yang baru saja saya kenal adalah cahandong.org (lihat banner di sidebar), yang “melihat Jogja tanpa kacamata kuda”. Bosnya hobinya jalan-jalan dan makan-makan. Ah dengar jalan-jalan dan makan-makan mengingatkan kita pada komunitas Jalansutera, bukan? Ya, si kusir andong ini memang juga anggota aktif komunitas tersebut. Sesudah ikut milis cahandong beberapa lama, saya memutuskan bahwa komunitas ini memang tidak punya urat malu dan sudah gila semua, dan HARUS dan bener-bener wajib didatengin acara kopdarnya. Tentu saja akhirnya saya tidak sempat bertemu dengan sebagian besar anggota komunitas. Saya hanya bertemu sang kusir dengan celana yellow-nya, Amma si kecil mungil, iks, Didit (bener gak ya, habis banyak sekali nama yang disebutkan, mana gelap lagi), cowoknya mansup si antobilang, toopics, syam, dan yang lain-lain lagi saya lupa. Saya bertemu mereka sekalian menagih merchandise yang Adi mereka janjikan. Kaos biru, kartu pers biru, pin cahandong, stiker, dan bahkan amplopnya pun dibuat khusus, keren. Saya gak mungkin dong memakai kaosnya lalu memfoto diri saya sendiri, karena saya tidak suka difoto, jadi saya pasang tampang Bebek aja ya, hihihi. Maaf ya Bek, fotomu tak pasang.image009.jpg

Ada satu orang lagi sebenarnya yang ketemu saya, yaitu bos Loenpia.net, dia dulu pernah menjanjikan stiker. Karena kebanyakan ndobos, lupa kali dia ya, hohoho.

image018.jpgNa, trus tadi, saya ketemu si gendut yang ngakunya seksi ini. Dengan bangga dia pamer cincin. Hoh, DB kawin? Woiii, DB kawin! *pletakz* oops, sorry, maksud saya cincin Death Note. Haduh, slurp slurp -masang tadah liur- “Di mana lo beli, Ki?” “Di Rumah Pernik Duta.” Ya, saya iri dan harus punya. Jadi, tadi saya melihat-lihat barang di Rumah Pernik. Toko ini menjual action figures anime dan macam-macam pernak-pernik yang berkaitan dengan film dan tokoh animasi. Lucu-lucu deh, ada ikat kepala dan sarung tangannya Naruto, bantal-bantal, gantungan kunci, pin, kalung, gelang, cincin, macam-macam deh. Tapi tentu saja koleksi yang saya cari adalah Death Note merchandise, berharap bahwa koleksi Rumah Pernik ini mendekati koleksi situs merchandise Death Note ini. Seperti sudah diduga, tentu saja tidak sesuai harapan. Tapi, saya sudah senang banget ketemu kalung dogtag bergravir wajah L dan Ryuku. Sayang tidak ada Raito, kalo komiknya saya lebih suka Raito sebenarnya. Ternyata kalung ini terbuat dari besi -la iya lah- dan dengan sangat menyesal, walaupun saya beli, saya mungkin tidak akan bisa memakainya karena saya alergi berat pada besi. Cincinnya juga terbuat dari besi dan ukurannya nauzubillah, nomor 18, gede amit-amit. Mereka juga jual cincin stempel dengan logo L. Yang ini ukurannya lebih amit-mait lagi gedenya. Tinggal 2 lo, yang pengen, buruan. Ada juga buku memo bergambar Death Note (bukan, bukan THE Death Note, kalo yang itu pasti sudah saya beli). Dan gak nahan untuk gak beli kalung berbentuk Zabimaru-nya Abarai Renji di Bleach. Hhhhh…. Masih banyak sih yang dipengen, tapi mbak yang jualan menatap saya dengan agak tercengang sudah, agak bingung kali ada pembeli, khikhikhi…. bleach.jpg

Hoi, para pembaca, saya ultah bulan Oktober, sebaiknya kalian mulai menabung, karena hadiah untuk saya sebaiknya tidak berbentuk barang (kecuali kalo itu buku), melainkan uang, untuk saya belikan merchandise-nya Death Note, setuju?

Pic Homerian Bookshop diambil dari Truly Jogja