Category Archives: friends

Haiku: Gara-gara Email Berantai

31

Beberapa waktu lalu diriku dapat kiriman email berantai. Ya, semacam surat berantai. Prinsipnya kayak MLM gitu. Kayak piramida, down the chain, makin banyak orangnya secara eksponensial. Dan kayak piramida juga, dia mudah runtuh kalo 1 aja dari orang-orang di distal-nya chain tidak melanjutkan apa yang dilakukan orang-orang di proksimal.

Kirain model surat berantai ini sudah gak ada lagi di jaman surat elektronik ini. Duluuuu waktu masih sekolah, pernah dapat juga surat berantai beneran dari orang tidak dikenal. Entah dapat dimana alamatku. Mungkin dari Album Sahabat Pena di Bobo (ya pemirsa, Album ini beneran ada, lengkap dengan foto kita, alamat lengkap, dan hobi. Diriku kayaknya masih nyimpan deh di rumah). Kita diharuskan mengirim uang ke orang di nomor 1 di list, lalu nama kita sendiri ditaruh di nomor 10. Lalu surat serupa kita kirim ke 10 orang lain. Tulis tangan. Are you kidding me? Jelas tidak mungkin kulakukan, walau suratnya penuh ancaman akan kecelakaan lah, mendapat musibah keuangan lah, dsb dsb, kalau tidak meneruskan surat berantai tersebut. Mana mencari 10 alamat orang lain itu kan pe er tersendiri. Continue reading →

Advertisements

Kaleidoskop 2010, mina’s version

Warning: ini adalah catatan pribadi, jadi kalau kalian tidak mengerti arah-tujuannya saat membacanya, ya maklum deh 😀

Astaga, sesudah membaca-baca blog ini lagi, terakhir kali post adalah Januari tahun lalu, dan terakhir kali ngomongin kaleidoskop adalah Januari 2009, ckckck.

Dan ternyata sejak tahun 2008, my crowd masih itu-itu aja: gerombolan travelling circus yang biasa, dan Ku-bu-gil ‘n friends 🙂 Not that it’s a bad thing, itu tandanya sekian lama, kita masih berteman baik. Ada duri-duri muncul sih di gerombolah sirkus, tapi itu pembelajaran buat kita semua, ya kan, guys? Mudahan persahabatan kita tambah erat. Continue reading →

Kaleidoskop 2008 versi Mina

Tahun 2008 sudah berlalu, ckckckck…. Lagi-lagi tidak terasa. Apa resolusiku tahun lalu? *ngubek-ngubek postingan sendiri* Ah ini dia.

Hmmm…  ternyata cuma nomor 6 yang kulakukan dengan agak serius. Kalau gitu tidak usah bikin resolusi baru, cukup meneruskan resolusi lama :p

Kali ini aku ingin menulis tentang apa yang terjadi sepanjang tahun ini aja deh.   Tahun ini aku lebih banyak menghabiskan waktu dengan teman-teman (dibanding tahun sebelumnya). Bukaaan, bukan mengurangi intensitas online, justru nambah hehehehe… Teman offline dan online sekarang batasnya jadi kabur. Di online ketemunya yang itu, di offline ketemunya itu lagi. Tahun ini juga mulai jelas siapa di antara sohib-sohibku yang gila jalan-jalan. Aku juga banyak bertemu orang baru dan orang “baru” (yang sudah lama kenal online, tapi baru bertemu sekarang). Pokoknya tema 2008 adalah bersosialisasi :p

03Dari awal tahun 2008 sampai Juli 2008, aku masih jadi mahasiswa Magister di FKUI , jadi masih bolak-balik sebulan sekali ke Jakarta. Sesuatu yang tadinya kupikir asyik banget, tapi ternyata bikin tepar dan kurus (memangnya bisa lebih kurus lagi?). Untungnya teman-teman seangkatan semua lucu, semua cepat lapar, dan seperti semua mahasiswa berusia tua di dunia:  semua ngantuk kalau dengar kuliah, jadi semua sibuk dengan laptop sok mencatat, padahal browsing dan download. Oke, Rizki mungkin tidak. Selama bulan-bulan terakhir, kami tinggal di Apartemen, dan sialnya dosen pembimbingnya juga. Gak heran kalau konsultasi dan bimbingan sering sampai jam 2 pagi. Kami jadi semakin tepar dan gak fokus kalo sudah siang. Aku kok merasa dosen pembimbingnya sebenarnya insomniak tulen, yang butuh teman ngobrol di malam hari. Sementara kami semua manusia siang yang butuh tidur kalo malam.

Tahun ini aku memegang project pendanaan hibah untuk FK, sehingga agak cepat marah. Dan kurus juga hihihi. Asisten-asistenku juga jadi cepat marah. Panduan yang berganti-ganti dan aturan yang tidak baku membuat sebal. Segala paperworks-nya jauh lebih menyebalkan daripada pelaksanaan kegiatannya yang mesti ngutang ke FK dulu, karena model pendanaan dari departemen selalu begini: buat proposal, lakukan, buat laporan, baru deh keluar uangnya. Lah memangnya kita punya duit? Makanya ikut hibah, kalo sudah kaya sih gak usah ikut-ikut cari dana.

01Salah satu akibat project ini adalah: Anna harus magang Farmakologi ke UGM. Dia senang, kami senang, karena jadi ada alasan jalan-jalan ke Jogja. Maaf, bukan dengan uang project ya, semua dengan uang sendiri. Gimana mau pakai uang project, pelaksanaan project aja pake ngutang dulu ke FK. Anyway, ini pertama kali kami bepergian dalam formasi lumayan lengkap. Bahri, Rina, Anna, aku. Nida kali ini gak ikut, dan Adi gak tahu kenapa gak ikut waktu itu. Foto-foto ke mana-mana, terutama ke depan Gedung Pascasarjana dong.

02Mei 2008. Kopdar akbar pertama Kubugil ‘n friends. Gerombolan bawah tanah ini akhirnya go public. Dulu kenal hanya dari nama dan fotonya doang, akhirnya bertemu dengan sebagian besar dari mereka. Sebelumnya cuma pernah ketemu saya Yuli di Jogja, dan Miss Antie, Maria dan Imgar di Bandung. Senang banget dan terharu juga dengan partisipasi teman-teman friends of kubugil. Juga tercengang dengan partisipasi para penerbit, tapi tentunya ini berkat orang-orang hebat di dunia review buku seperti Tanzil dan Perca, serta para editor di penerbit yang juga anggota Kubugil.

04Juni 2008, maunya kopdar dengan anak-anak  Goodreads Indonesia. Akhirnya yang muncul cuma Silvana dan Roos. Aku ngajak juga Vina dan Cippy. Jadilah itu  kopdar gabungan  forum Kafegaul, Webgaul, EMO, Kubugil, dan Goodreads Indonesia.

08Juni 2008 adalah bulan jalan-jalan. Buat gerombolan Bahri, Rina, Anna, Nida, dan Adi, tentunya. Kebetulan aku masih di Jakarta habis kuliah. Jadilah kami ke Bandung dan Jakarta selama beberapa hari. Sesi foto-foto anehnya banyak banget, dan tidak layak sama sekali ditampilkan di sini, bisa menurunkan harkat dan martabat orang-orang tertentu hihihi… Di Bandung kita ke hampir semua tempat makan yang disebut di buku Jalan-jalan di Bandung yang kubeli, dan mendatangi hampir semua FO dan tempat wisata yang bisa dicapai. Dan diriku tidak belanja sama sekali, hebat kan? Kecuali makanan.  G ikut gabung sehari dua, tapi dia sedang sakit, sehingga yang dasarnya sudah pendiam, ya tambah pendiam.

09Jakarta diisi dengan ke Dufan pastinya. Gak kehitung lagi aku ke Dufan berapa kali tahun ini. Sampai bosan, kecuali untuk Tornado-nya. Mau seratus kali sehari juga hayuk. Oya, kami nginap di Mess Pemda Kalsel yang di Genjing, dan omong-omong, walau murah, sangat tidak disarankan *masih seram dengan muncratan air kalo lagi membuka shower* Mana aku lagi PMS 😀 Aku heran ya, para anggota DPR katanya suka nginap di sini, kenapa seh mereka, gak ada dapat duit akomodasi ya? Saran juga buat Pemda Kalse, Mess Pemda kok menyedihkan seperti itu. Aku tidak pernah lagi menginap di sana, kecuali sangat sangat sangat terpaksa.

10Juli 2008. Ke Bandung lagi, kali ini dengan Perca. Acaranya ber-itu-nya Maria ini dihadiri dengan heboh oleh hampir semua Kubugil kecuali Pengasap dan Rahib, dan hampir semua Friends of Kubugil tumplek blek di Bandung. Acara pernikahan yang keren, diadakan malam, dengan konsep acara yang terstruktur.

11Sesudah pulang ke Banjarmasin, diajakin Mansup ke acara pendirian Komunitas Blogger Kayuh Baimbai. Bertemu dengan banyak gajah-gajah blogger Kalsel yang terkenal, seperti Pakacil, Arsyad Indradi, Harie, dan banyak lagi. Agak berat acaranya, sehingga aku pulang duluan. Habis ada acara mau menetapkan AD-ART segala, ya ampun, santai aja kenapa? Untungnya akhirnya tidak seribet itu. Dalam waktu dekat akan ada acara Aruh Blogger, kalian blogger Kalsel sudah pada tahu belum?

12Agustus 2008. Akhirnya lulus juga fiiuuuuh… No more jalan-jalan sebulan sekali ke Jakarta. Begitu rupanya acara wisuda Pascasarjana. Semuanya serba simbolis (kayak di UGM juga). Yang duduk di depan para lulusan cumlaude, jadi tentunya kami gak kesorot tivi. Acara wisudanya ini agak kisruh, terutama waktu ngambil buku Wisudanya.  Kalo gak ada Hendri yang mau berdesak-desak berebutan buku Wisuda, aku mending gak usah bawa pulang buku itu.  Habis gitu, dengan cerdasnya, semua pirantiku: jubah wisuda, topi wisuda, buku wisuda, bahkan my high heels, ketinggalan di mobil yang kami sewa, yang baru aku sadari besoknya. Minta uruskan temanku yang kenal sama pemilik mobil sewaan, sampai sekarang belum diurusin karena dia sibuk keliling Indonesia. Huh.

13Oktober 2008. Ke Banda Aceh lagi, kali ini lebih ribet, karena harus me-manage acara pelatihan Manajemen Obat dan Obat Rasional buat dokter Puskesmas di sana. Biasanya bukan aku yang urusin, aku tinggal datang saja. Awalnya rada ribet, untungnya Mbak Dewi dari UGM dan Enrico dari GITEC sangat membantu. Sedihnya warung makan Banda yang dulu sudah tutup, bangkrut katanya. Mahal gitu kok bangkrut ya. Jadinya aku makan ayam sampah di tempat lain, sampai 3 kali, dan gak ada yang enak, walau menurut orang asli sana, enak.

19Nopember 2008 adalah bulan perayaan Dies Natalis FK-Unlam. Sekalinya jadi juri, malah disuruh jadi juri Cheers for Him. Harusnya si B, tapi dia milih jadi juri Dangdut hihihi…. Terperangah melihat lomba ini sesudah bertahun-tahun tidak melihat anak-anak cowok yang sudah putus urat malu ini nge-dance. Omong-omong, awalnya cheerleaders itu memang cowok ternyata.  Lagi-lagi, angkatan 2006 yang menang, bagaimana lagi, koreografinya asik, gerakan kompak, dan 2 yang terdepan: Gondes dan Tarigan, menjiwai banget astagaaaa…. Sebuah penghargaan juga diberikan untuk Kedokteran Angkatan 2008, yang begitu sibuk dengan himpitan kuliah, tutorial, skills lab, praktikum, study skills, tugas mandiri, tapi masih sempat latihan untuk ikut acara ini dan berhasil memperoleh juara II.

20Desember 2008, kami ke Jogja lagi. Sebenarnya sudah berbulan-bulan merencanakannya, tapi mundur-mundur terus gara-gara ada visitasi untuk project-ku dan project-nya Adi. Akhirnya kami berangkat sendiri-sendiri ke Jogja, kecuali diirku, yang bareng Rina. Asyik banget, karena segalanya serba tanpa rencana di sana, termasuk arung jeram.

Tahun 2008 ditutup dengan keberangkatan one of my close friends: Razi, untuk sekolah lagi. Sudah 2 nih yang pergi, Yuda dan Razi. Aku pengen sekolah lagi!

Untuk melihat foto-foto dengan resolusi sedikit lebih tinggi, silakan ke blog saya yang satunya.

Festival Mei – Diskusi “Menjadi Kutu Buku itu Keren”

Ini adalah cross-posting dari blog bukuku dan blogku di MP. Ya…. pemirsanya kan beda-beda hihihi…

Datanglah! Banjirilah! Sssst, gosipnya akan ada penulis, penerjemah, editor, dan perwakilan penerbit yang akan datang ke acara ini. Yang berminat untuk berfoto narsis dengan mereka, mewawancarai mereka, memalak mereka, menculik mereka, mencuri pengalaman mereka, atau yang ingin cari kerja jadi penerjemah (hihihi… -ditimpuk penerbit-), silakan datang! Bagi yang ingin bertemu dengan para blogger buku idola, siapa tahu mereka hadir di acara ini. Ya, saya hadir -menjawab pertanyaan para fans- Boleh bawa buku tanda tangan dan spidol, serta kamera DSLR untuk dihadiahkan kepada saya berfoto dengan saya.

Berikut ini undangannya:

*******************************************************************

Kepada
PARA SAHABAT PECINTA DAN PERESENSI BUKU

Salam buku!

Weblog atau blog adalah sebuah tren termutakhir dari sebuah abad yang berlari yang dijinjing internet. Istilah ini mulai diperkenalkan sejak 1997 yang merujuk pada kumpulan website pribadi yang diperbarui terus-menerus, berisi link ke website lain dan disertai komentar. Di dalamnya para pembuat blog atau blogger menampilkan foto dan tulisan mengenai berbagai topik. Blog adalah juga website. Jika website hanya sekumpulan arsip dan data, maka blog adalah fenomena termutakhir dari web.

Blog buku merupakan bagian dari generasi blog yang ingin merayakan sebuah buana yang bisa dilihat secara bebas dan personal. Mereka adalah generasi peresensi baru buku dengan menggunakan medium yang lebih egaliter. Jika generasi peresensi lama masih memperebutkan halaman-halaman koran nasional dan daerah dengan mempertimbangkan selera redaktur buku, maka generasi baru ini membaca buku dan menuliskannya kembali dengan semangat sangat personal tanpa jerih tulisannya ditampik.

Terkait dengan itu, maka Persekutuan Kutu Buku Gila (Ku-Bu-Gil—<http://kubugil.multiply.com) bekerja sama dengan Indonesia Buku dan penyelenggara “Festival Mei Veteran” menggelar perhelatan Temu Blogger Buku se-Indonesia dengan tajuk: “Menjadi Kutubuku Itu Keren”. Acara tersebut digelar pada:

Hari/Tanggal: Sabtu, 17 Mei 2008
Pukul 11 – 14 WIB
Tempat: Mata Hari Domus Bataviasche Nouvelles Café
Jl Veteran I / 30-33 Jakarta Pusat, telp 021-3840127,
e-mail: indonesiabuku@gmail.com
(sebelah barat Masjid Istiqlal atau utara Monas atau bersebelahan dengan Markas Besar AD)

Pembicara:
1. Taufik Rahzen (budayawan dan kolektor buku)
2. Hetih Rusli (editor Gramedia Pustaka Utama)
3. H Tanzil (moderator milis resensibuku dan pasarbuku) dan 12 Anggota Persekutuan KUBU-GIL para penyanyah buku dan kawan-kawan jauhnya.

Moderator: Endah Sulwesi

Kami mengundang Anda sekalian hadir dalam perhelatan itu. Acara ini terbuka untuk publik yang mencintai buku sepenuh-penuh hikmat dan para blogger buku. Dan tentu saja GRATIS. Demikian undangan ini, terimakasih atas perhatiannya.

Salam buku!

Jakarta, 10 Mei 2008

PANITIA PELAKSANA
Hernadi Tanzil (http://bukuygkubaca.blogspot.com), Endah Sulwesi (http://perca.blogdrive.com), M Baihaqi (http://qyu.blogspot.com), Muhidin M Dahlan (http://akubuku.blogspot.com), Ferina Permatasari (http://lemari-buku-ku.blogspot.com), Indah Nurchaidah, Berliani M Nugrahani, Maria Masniari Lubis, Jody Pojoh (http://jodypojoh.blogdrive.com), Dumaria Pohan (http://mon-secret-jardin.blogspot.com), Herlina Sitorus, Yulianto (http://yulibean.wordpress.com), Alfi Yasmina (http://bookquickies.wordpress.com)

* 50 peserta yang datang pertama akan mendapatkan buntelan gratis dari beberapa penerbit pendukung acara.

** Akan diadakan pemutaran film tentang buku nonstop: (1) Finding Forrester (2000); (2) You’ve Got Mail (1998); (3) Quills (2000); (4) Freedom Writers (2007); (5) Il Postino, The Postman (1994); (6) Notting Hill (1999); (7) The Disapperance of Garcia Lorca (1997);

*** No Kontak panitia dari beberapa kota: Ria/Veteran Jakarta (081328690269); Gus Muh/Jogja (08886854721); Perca/Jakarta (081586189316); Antie/Bandung (08156075171); Jody/Menado (081356045047); Kobo/Medan (08126044109)

ACARA INI DIDUKUNG OLEH:
1. Koran Kebudayaan Bataviasche Nouvelles (Jakarta)
2. Mata Hari Café (Jakarta)
3. Indonesia Buku (Jakarta)
4. Gramedia Pustaka Utama (Jakarta)
5. Serambi (Jakarta)
6. Bentang Pustaka (Yogyakarta)
7. Hikmah (Jakarta)
8. Mizan (Bandung)
9. Klub Sastra Bentang
10. Majalah EVE (Jakarta)
11. Lentera Hati (Jakarta)

I Can’t Believe He’s Gone

bebek.jpgTanggal 2 September kemaren, Susiawan Wijaya atau biasa dikenal dengan Bebek, meninggal dunia karena kecelakaan kapal di Aceh. Saya baru tahu malam ini, itu pun karena membaca komen balibul di blog saya. Saya langsung merinding. Saya tidak percaya. Kalo gak salah baru 1 atau 2 minggu lalu dia ke Jakarta untuk tes di UNDP. Pada waktu itu dia bilang bingung ini tes yang mana, karena dia telah memasukkan begitu banyak lamaran pekerjaan 🙂 Khas bebek. Dia agak pesimis, dan merasa yakin gak dapet, katanya ini semua buang-buang duit saja. Ternyata…..

Saya mengenalnya baru sebentar, dan saya bukan teman dekat, tetapi saya rasa siapa pun yang mengenalnya akan sepakat bahwa orang seperti dia tidak bisa dilupakan. Saya percaya bahwa meninggal di usia semuda ini menunjukkan bahwa Tuhan sangat menyayanginya. Kita doakan semoga beliau diterima di sisi-Nya dan memperoleh surga. Bek, the best for you is yet to come 🙂

Beberapa hari terakhir ini kok di telingaku terngiang-ngiang lagu Maybe-nya Thom Pace, lagu tahun 70-an yang menjadi soundtrack untuk serial TV The Life And Times Of Grizzly Adams. Lagu ini tentang harapan akan sesuatu yang lebih baik di depan sana. Setiap mendengar lagu ini ada rasa bittersweet, sedih tapi indah. Perasaan yang saya rasakan saat ini. Saya sedih, tapi yakin Bebek sekarang bahagia di alam sana. Berikut ini liriknya, dan yang ingin mencicipi lagunya, silakan coba diliat (mohon izin pada yang punya MP dulu ya) di sini.

MaybeThom Pace

Deep inside the forest
Is a door into another land
Here is our life and home
We are staying, here forever
In the beauty of this place all alone
We keep on hoping

Maybe
There’s a world where we don’t have to run
And maybe
There’s a time we’ll call our own
Livin’ free in harmony and majesty
Take me home
Take me home

Walkin’ through the land
Where every living thing is beautiful
Why does it have to end
We are calling, oh so sadly
On the whispers of the wind
As we send a dying message

Maybe
There’s a world where we don’t have to run
Maybe
There’s a time we’ll call our own
Livin’ free in harmony and majesty
Take me home
Take me home

Selamat jalan ya, Bek. Waktu kami di dunia suatu hari juga akan berakhir. We will be where you are one day 🙂