Category Archives: rhetorical

Being judgemental

dowager-countess2

Diiih judulnya. Gak ada judul yang pas dalam bahasa Indonesia? Ada yang bisa bantu? “Sok menghakimi”, mungkin?

Dari konotasinya aja terasa bahwa being judgemental itu bukan karakteristik yang bisa dibanggakan. Tapi kita ini manusia. Being judgemental itu sangat manusiawi, kok. Walau kenyataan bahwa itu manusiawi bukan berati kita bisa seenaknya saja melakukannya. Rahasianya adalah jangan menunjukkan bahwa kita being judgemental tentang seseorang. Biar nampak kayak orang baik gitu.

Nah, sebagai manusia, diriku tidak lepas dari sifat ini. Duh, kalimat ini mengingatkan pada buku agama jaman dulu hihihi. Anyway, diriku mengakui, diriku mungkin orang paling judgemental sedunia (lagi-lagi, merasa paling judgemental sedunia juga being judgemental, judgementalception gitu) untuk hal tertentu, yaitu segala sesuatu yang berkaitan dengan buku, musik, dan film. Continue reading →

Advertisements

Serasa di Friendster

Haduh, kena tag nih 😦 padahal tahu kan saya paling malas posting 🙂 Saya juga gak ngerti maksudnya apa…. Gini nih rulesnya:

  1. Each blogger must post these rules.
  2. Each blogger starts with eight random facts/habits about themselves.
  3. Bloggers that are tagged need to write on their own blog about their eight things and post these rules. At the end of your blog, you need to choose eight people to get tagged and list their names.
  4. Don’t forget to leave them a comment telling them they’ve been tagged and to read your blog.

So, eight random facts about myself, huh? Ini permintaan berbahaya lo, kalau kalian kenal saya. Mungkin ini bisa jadi satu buku sendiri hohoho…. Tapi hari ini saya sibuk (halah), jadi singkat-singkat aja ah (bohong kamu, min).

Saya, erm, emmm…… susah juga ya. Nulis apa ya? Fakta ya? Dan harus tentang saya? Hmmm….. Oke kita mulai.

  1. I am a procrastinator. A last-minute-fighter. Tugas essay yang seharusnya dikumpul 10 hari sebelum kuliah dimulai baru saya buat malam sebelum presentasinya, dan langsung saya email dari kamar kos ke Bagian tempat saya kuliah. Hasilnya toh sama saja dengan yang bikin berhari-hari sebelumnya. Sama-sama disuruh memperbaiki maksudnya hohoho…..
  2. Saya ingin pensiun dini dan keliling dunia backpacking sambil nulis cerita perjalanan -halah, maklum habis ketemu Andrea Hirata di Jogja waktu dia membahas ini- Oh ya, saya dan Yulce foto-foto lo dengan cowok okeh ini *gak penting dot com* Apa? ini ada 2 fakta dalam 1 paragraf? Biarin.
  3. Saya baru beli buku lagi! *sigh* Seharusnya ini masuk di blog saya yang satunya (promoooo terus). Tapi saya gak nyesel kok beli, karena yang saya beli itu tidak lain dan tidak bukan adalah buku kenangan saya yang hilang, yaitu Si Alui, karya Fran R. Kalo Fran R (mungkin dia sudah tua ya) baca blog saya: “Pak, saya ingin kenalan dan minta tanda tangan!” Apa itu Si Alui? Sekali lagi, silakan berkunjung ke blog buku saya (itu kalo sudah saya posting hiahahahah….).
  4. Saya akhirnya sudah merasakan jus terong belanda. Kata Itob, enaaaak banget. Kata saya, huekk…. gak enak! Apakah ini karena memang jus terong belanda itu memang gak enak, atau kebetulan jus terong belanda yang saya minum tidak enak, atau memang saya yang aneh kok gak suka apa yang orang suka (bukan sesuatu yang baru ya?), atau memang Itob yang aneh karena menyukai sesuatu yang sebenanya tidak enak?
  5. fauzibaadilla.jpgSaya suka makan di all-you-can-eat. Loh, kok makanan lagi. Padahal saya janji tidak mau posting tentang makanan di bulan puasa. Walaupun saya gatel banget pengen nulis tentang acara “Nikmatnya Ramadhan” yang disiarkan di SCTV jam 3 WITA selama Ramadhan. Ya acara ini dipandu oleh si-keren-banget *slurp* Fauzi Baadilla, dan siapa-siapa lagi yang lain saya gak kenal. Fauzi lebih penting, ya ya ya. Acara ini acara wisata kuliner untuk berbuka dan bersahur, dan kebetulan edisi pertama yang saya lihat adalah waktu Fauzi nyari makanan bersahur di Jogja. Apa yang menarik di acara ini? Tentu hanya kalo Fauzi lo ya yang mandu. Pertama, karena, c’mon, ini Fauzi gitu lo sodara-sodara. Kenyataan bahwa dia adalah Fauzi saja sudah menunjukkan kekerenan acara ini *grins* Muka sok bego dan senyum bandelnya itu, huh, pengen menggaplok. Jadi teringat cowok muka bandel waktu di Dufan (Di, inget sama dia kan?). Kedua, cara dia ngomong membawakan acaranya. Gaul banget! Kadang sarkastis. Tonton deh. Ketiga, pilihan makanannya itu gak yang kayak di Wisata Kuliner kalo Pak Bondan jalan sama anaknya Gwen. Pilihan wisata kulinernya Fauzi tu yang di pinggir jalan, asik kan. Lo kok jadi malah ngomongin Fauzi. Tapi saya dan Fauzi memang dekat *dilempari buntelan sembako*
  6. Mmmm, sudah sampe nomor berapa? Delapan? Belum? Baru enam? *sigh* saya sudah kehabisan bahan pembicaraan about myself. Bagaimana kalau saya ngomongin tentang mansup saja? Oh tidak, dia akan saya tag saja, biar terpaksa nulis gini juga. Apa ya yang keenam. Oya, saya bosan. Bosan dengan timbunan pekerjaan. Saya ingin pensiun dini dan keliling dunia backpacking sambil nulis cerita perjalanan ….. Loh, ini sudah ya tadi? Oke. Next.
  7. Sebagai penggemar Transformers (walau sebenarnya saya lebih suka Guardians vs Renegades dalam serial Challenge of the GoBots, entah kenapa), tentu saya pengen tahu dong, kalo saya ini Transformers, saya ini yang mana (saya dah tahu dong saya pengennya jadi si-keren Jazz), dan, hmmm, habis ikut kuisnya di Funflip, ternyata I AM 75% JAZZ.
  8. Saya kecanduan terpai KUtuBUkuGILa. Ya istilahnya memang terpai.

Sudah selesai tugasnya. Sekarang siapa ya yang saya tag? -semangat bikin orang lain sengsara di bulan puasa dengan tujuan untuk minta doa ke mereka yang telah menjadi orang yang teraniaya-

Ini dia mereka yang saya tag: fahmi (jakarta), fahmi (surabaya), kailani si kucing mesum, mansup, riva si pencinta maissy, jeng indie, anna, dan uyi. Ya saya tahu macam gini bukan model tulisan si engkoh fahmi, uyi lagi hiatus, dan yang lain jarang berkunjung ke blog ini hohohohoh…..

Pic saya ambil dari Detik.

Buses…. something to think about

This is what I received from someone through email long time ago:

When the bus comes, you look at it and you say to yourself. “Eeee… so full… cannot sit down, I’ll wait for the next one.” So you let the bus go and waited for the second bus.

Then the second bus came, you looked at it you said, “Eeee… this bus is so old… so shabby!” So you let the bus go and again, decided to wait for the next bus…

After a while another bus came, it’s not crowded, not old but you said, “Eeee…not air conditioned… better wait for the next one.” So again you let the bus go and decided to wait for the next bus.

Then the sky started to get dark as it was getting late. You panicked and jumped immediately inside the next bus. It is not until much later that you found out that you had boarded the wrong bus! And you wasted your time and money just to get into the wrong one!

Even if an air conditioned bus comes, you can’t ensure that the air conditioned bus won’t break down or whether or not the airconditioner will be too cold for you. Wanting to get what you want is not wrong. But it wouldn’t hurt to give other people a chance. If you find that the “bus” doesn’t suit you just press the red button and get off the bus! Hey, who said life is fair??? The best thing to do is be observant and open-minded. If it doesn’t suit you, get off.

I’m sure you’ve had this experience before.
You saw a bus coming (the bus you want of course). You flagged it but the driver acted as if he did not see you and zoomed pass you! It just wasn’t meant for you…

The bottom line is, being loved is like waiting for a bus you want.
Getting on the bus and appreciating the bus by giving it a chance depends totally on you.

If you haven’t made any choice, WALK!
Walking is like being single. The good side of it is you can still choose any bus you want… the rest who couldn’t afford another ride would just have to be content with the bus they rode on, ugly or not.

Also, sometimes it is better to choose a bus you are already familiar with rather than to gamble with a bus that is unfamiliar to you. But then again, life wouldn’t be complete without the risks involved.

But there is one bus that I failed to tell you about –
the Bus you do not have to wait for, the Bus that will stop on its own and ask you if you wish to come inside, then take you for a joy ride for the rest of your life.

Hope you get to ride on that bus!

How do you know if he’s the one?
You just do.

(^-^)

-Dedicated for the one who’s always in my heart and will have one’s birthday at April 5th-