Category Archives: TV

To subscribe or not to subscribe. (Ngomongin Netflix)

maxresdefault (1)

Lagi rame-ramenya kabar bahwa layanan TV internet dari Netflix yang masuk Indonesia awal tahun ini, diriku jadi berpikir-pikir kepingin. Diriku penggemar serial TV dan pernah mencanangkan kepingin nonton 1 movie per minggu. Tapi karena gak punya langganan TV kabel (TV-nya sih ada, punya bapak kos yang dulu), plus ke bioskop mahal, jadi, you know lah, main donlot. Gak usah menatap diriku seperti itu, akui saja kalian semua pernah menonton sesuatu secara tidak legal, baik streaming, donlot torrent, atau nonton video bajakan. Tapi kepingin juga melakukan semua hobi ini dengan legal, tapi kalo bisa murah meriah (*banyak maunya gini). Seperti yang sudah kumulai sejak akhir tahun lalu dengan ebooks/audiobooks via Scribd (diriku menulis tentang ini di blogku yang satunya).

Okey, balik ke kepingin langganan Netflix. Ya diriku tinggal di benua lain┬ásih, dan ketika mendengar salah satu teman di sini langganan Netflix, tidak tergugah juga kepingin. Tapi pas kehebohan Netflix di Indonesia itu muncul, trus jadi pengen *sukanya ikut-ikutan gitu. Continue reading →

Advertisements

Kuis Ramadhan di Istana

Ramadhan berganti Syawal, berubah juga jadwal bangun tidur. Biasanya pas puasa, bangun pukul 3, lalu bersahur, kemudian nonton Ramadhan di Istana, acara komedi dan kuis pengantar sahur dari Indosiar, yang dimotori oleh Taufiq Savalas (sang presiden Republik BBM tentu saja), Danny P-Project (Menseskab), Abdel, Cak Lontong, Sophie Navita (Ibu Negara), serta Vincent dan Desta sang penyiar radio Istana, bernama Radio BBC (BBM Broadcasting Center). Radio BBC ini mempunyai slogan selama bulan Ramadhan ini, yaitu: “Radio BBC, imsaqnya lebih lama daripada radio lain“.

Tadinya tertarik menonton acara ini karena ada pasangan Vincent-Desta yang tahun lalu juga menjadi penyiar radio di Radio 77FM Humor di TV7, acara pengantar sahur lainnya. Padahal aku berharap Radio Humor ini muncul lagi tahun ini, karena chemistry (caila) para pendukungnya sudah pas banget: Vincent, Desta, Arie Dagienk, Tikeu, dan Bedu. Selain itu, acara komedinya 50-50 dengan acara ceramah agamanya, jadi pas banget untuk Ramadhan. Tapi ternyata TV7 menampilkan model pengantar sahur lain, yaitu Kerajaan Sahur, kerjasama dengan TransTV. Apa lagi gak punya duit ya?

Pada heran ya kenapa saya suka Vincent-Desta (selain karena tampang mereka tentu saja). Gak ngerti juga kenapa, padahal grup band mereka Club 80’s gak sukses (walau satu-dua lagunya bagus juga), humornya kadang garing, tapi karena content humornya banyakan berkait dengan kondisi tahun 80-an, jadinya obrolan mereka selalu ditunggu. Oke, aku suka mereka karena mereka sejaman dengan aku. Tambahan lagi, acara komedinya Taufiq sendiri, karena mereka juga orang-orang jaman baheula, mereka seperti reuni saja, semua leluconnya hanya bisa dipahami orang-orang yang lahir tahun 60-70an. Well, ada sih yang berkomentar bahwa acara Ramadhan di Istana ini sama sekali tidak mencerminkan acara sahur, karena banyakan komedinya daripada ceramahnya.

Nah, selain humor mereka yang sejaman banget dengan jamanku, ada bagian acara ini yang aku tunggu-tunggu, yaitu kuis yang jauh lebih garing lagi. Loh, kok malaha ditunggu-tunggu? Kuis ini ya seperti kuis-kuis pada umumnya, penonton nelpon, ditanya, disuruh milih salah satu dari 2 jawaban (a atau b), lalu kalo bener dapet duit. Anehnya, jawaban pertanyaan yang disediakan gak ada yang bener, atau dua-duanya bener, sehingga apa pun jawaban penelpon, selalu benar.

Beberapa pertanyaan kuis tersebut ada di bawah ini (pertanyaan kuis ini langsung saya comot dari acara tanpa minta ijin ke penyelenggara acara di Indosiar):

Mengapa batu kalau dilempar jatuh ke bawah?
a. Karena tidak ada temannya di atas
b. Karena semua temannya sudah ada di bawah

Teri apa yang kepalanya besar:
a. teri pake helm
b. teri sombong

Teri apa yang kepalanya lebih besar dari yang tadi:
a. teri sombong pake helm
b. teri sombong sekali pake helm

Bagaimana agar teri tidak sombong:
a. suruh copot helmnya
b. suruh masuk pramuka

Disebut apakah teri yang tidak sombong:
a. teri apa adanya
b. terima kasih

Gajah apa yang paling ringan:
a. gajah difotokopi
b. sate gajah

Kepiting kepalanya ada di mana:
a. di ketek
b. di tempat biasanya

Ayam apa yang bisa hilang:
a. ayam dicuri
b. ayam masuk hutan gak bawa peta

Kambing apa yang stress:
a. kambing yang naik lift jenggotnya nyangkut
b. kambing yang memasuki masa menopause

Kambing apa yang genit:
a. kambing abg
b. kambing yang memasuki masa puber kedua

Kambing apa yang rese:
a. kambing habis minum bir
b. kambing preman

Binatang apa yang paling tinggi:
a. jerapah yang naik puncak Monas
b. semut yang duduk di atas jerapah yang naik di atas puncak Monas

Kenapa sapi jalannya nunduk:
a. malu karena gak ada mobil
b. malu karena anaknya gak ada yang pinter

Apa itu cemilan:
a. cebelum cepuluh cecudah delapan
b. cepuluh kulang catu

Topeng apa yang lunak
a. topeng rebus
b. topeng yang dibungkus daun pepaya

Tahu apa yang paling besar:
a. tahu isi sumedang
b. tahu isi bandung

Di mana letak negeri cina:
a. di buku atlas halaman 65
b. di buku sejarah dunia bab VII

Kata ngabuburit berasal dari bahasa:
a. sunda
b. gaul

Kenapa gajah lampung disekolahin:
a. karena takut masa depannya suram
b. karena takut dijewer ibunya

Kenapa kuda pake kacamata sedangkan kambing tidak:
a. karena kuda sering jalan2 ke kota
b. karena kambing gak sombong

Kenapa patung pak tani di jakarta gak mudik?
a. karena sudah tua
b. karena keluarganya sudah di jakarta semua

Pics of Vincent dan Desta dicomot dari situs Gatra.